"Tidak perlu menyelamatkanku, saya awalnya adalah penduduk pulau ini. Tapi ketika Umbrella datang, mereka membuat semua penduduk pulau menjadi monster."
"Saya telah terluka dan tidak bisa bergerak, kalian pergilah sendiri." Rodrigo melambaikan tangannya.
"Jangan menjadi orang yang mudah berputusasa. Aku kenal seseorang yang dapat memberikanmu vaksin. Dengan vaksin itu kamu tidak akan berubah menjadi monster."
"Kamu dan aku mengalami hal yang sama. Apakah kamu ingin membiarkan Umbrella berbuat seenaknya? Kita akan membuat mereka membayar dengan harga yang sangat mahal!" Ucap Chris sambil mengepalkan tinjunya.
"Satu-satunya tempat yang saya khawatirkan adalah kuburan yang ada di luar, saya tidak dapat berbuat banyak." Rodrigo menggelengkan kepalanya.
"Lupakan saja, Chris, orang itu adalah pengecut. Aku merasa baikan sekarang, mari pergi, cari komputer dulu lalu hubungi rekan-rekan kita yang ada di luar."
"Mungkin kita dapat meminta bantuan Enrico dan Kevin. Mereka bekerja di F.B.C." Joseph memberikan saran.
Karena tidak memiliki pilihan lain, Chris menyetujui saran rekan setimnya.
Di dekat pantai, tentara bayaran dari Asosiasi Farmasi dan pasukan khusus F.B.C membentuk team untuk menyerang balik lawan-lawan mereka.
Selain Tyrant, ada anjing zombie, Hunter, dan monster-monster lain yang menargetkan mereka. Peperangan ini sangatlah berbahaya!
Di sisi lain.
"Sienna, apakah kamu ditugaskan untuk menyelidikiku?" Eddie bertanya sambil menembak beberapa kali ke arah zombie-zombie yang menyerang tim gabungan.
"Banyak orang yang ingin menyelidikimu, Eddie, dan aku adalah salah satu dari mereka." Sienna mengakui dengan murah hati.
"Ingat, kamu berhutang banyak nyawa kepadaku. Ingatlah untuk membayarku setelah semua ini selesai." Eddie mengingatkan.
"Jika kamu mau, datanglah, aku tidak takut." Sienna memprofokasi.
"Hati-hati, mungkin kamu akan hamil secara tiba-tiba." Caroline ikut bergabung dalam percakapan.
Perkataan temannya seketika membuat Sienna menjadi lengah. Dia tidak tahu harus menjawab apa...
"Hmph, seakan aku akan takut. Jika dia berani, maka saya tidak akan keberatan."
"Jika saya hamil, saya akan pensiun, tidak ada yang spesial." Sienna tidak ingin kalah. Siapa yang menantang siapa?
"Oke, oke, aku bercanda. Undang aku makan malam saja jika ada waktu." Eddie melambaikan tangannya, terlihat tidak perduli.
"Jika kamu pikir aku telah ternoda, jangan khawatir, tidak ada satu orang-pun yang pernang menyentuhku. Aku bukan wanita murahan." Sienna tidak perlu menjelaskan hal seperti ini, tapi entah mengapa dia berkata lantang seperti ingin memberi tahu pria itu bahwa dirinya masih suci.
"Berkonsentrasilah, kita sedang dikelilingi oleh Zombie. Sekarang bukan saatnya untuk membahas hal-hal seperti ini." Caroline menendang anjing zombie yang secara diam-diam ingin menerkam mereka.
*Bang!*
Menarik Desert Eagle, Eddie menembak kepala Hunter yang mendekat. "Mari pergi ke lab, kita akan mencoba mencari data yang diperlukan."
"Tunggu, tugas kita tak lain untuk mengambil alih kendali pesisir pantai." Kata Sienna.
"Itu tugasmu, bukan tugasku. Jika kamu ingin menetap, maka selamat tinggal. Kita akan bertemu lagi di pusat pulau."
Eddie pergi bersama Jessica dan Lisa setelah itu, adapun zombie yang mencoba menyerangnya, mereka hanyalah 'small time.'
Melihat kepergian Eddie, Sienna berkata. "Apakah dia membuat tuntutan berlebihan padamu, Caroline?"
"Tidak, jikapun benar begitu, maka aku tetap tidak akan menolak tuntutannya." Caroline mendengus.
"Nah, setelah misi ini selesai, saya akan mengajukan permohonan pensiun." Sienna mengeluarkan pistol lalu membunuh anjing zombie yang bergerak maju.
Kembali ke Eddie. Untuk dapat mencapai pulau utama, dia harus melewati jembatan baja yang membentang sejauh tiga puluh meter.
Meskipun jembatan itu tidak rusak, tapi sudah ada sejumlah zombie yang memenuhi jembatan itu.
"Melawan zombie lagi... sangat membosankan." Eddie mengeratkan tinjunya lalu memukul ke depan.
Zombie yang dijadikan karung tinju itu langsung terpental jauh ke belakang, menghantam zombie-zombie lain yang menghalangi jalannya.
Jika dalam keadaan normal, zombie itu akan langsung hancur ketika menerima pukulan Eddie, tapi karena situasi kali ini berbeda, Eddie menggunakan kontrol kekuatannya agar zombie itu tidak langsung rusak.
Zombie yang terkena benturan temannya satu per satu jatuh ke laut. Di bawah jembatan terdapat biohazard lain yang siap menerkam siapa-pun yang jatuh dari atas jembatan.
Meskipun melihat teman-teman mereka mati satu per satu, zombie-zombie yang selamat berjalan sempoyongan ke arah Eddie untuk memangsanya.
"Jessica, Lisa, aku akan menyerahkan mereka padamu." Eddie melambaikan tangannya.
Kedua istrinya tidak menjawab dengan lisan, melainkan dengan tindakan. Dengan cepat, Jessica dan Lisa membersihkan sisa zombie yang masih berkeliaran di jembatan.
Di dinding kejauhan, ada monster berwarna merah memanjat. Monster itu seperti tidak memiliki kepala ataupun leher, seoalah-olah lehernya telah dipotong secara bersih!
Di saat yang bersamaan, muncul monster ngengat tanpa kepala yang terlihat mengerikan.
"Monster macam apa itu?" Eddie terkejut.
Ada zombie yang mencoba menerkam monster berkaki empat yang baru saja muncul, tapi zombie itu langsung tersengah listrik dan menjadi hangus!
Access 285 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
