Cherreads

Chapter 382 - Bab 381

Bahkan Tyrant jenis yang tidak dapat dibuat secara massal saja tidak dapat melawan Jessica, bagaimana bisa Tyrant loyo berlengan satu ini bisa menjadi lawannya?

Tidak aneh jika Tyrant itu mampu dibunuh oleh Jessica dan Eddie dalam beberapa gerakan kecil.

Pertarungan Lisa bahkan jauh lebih sederhana. Tidak perlu menggunakan tangan, atau kaki, Tyrant itu mati sendiri.

Ya, dia memanfaatkan serbuan Tyrant-Tyrant itu untuk melatih kemampuan barunya, yaitu gelombang ultrasonik. Singkatnya, dia menciptakan shockwave menggunakan kemampuannya yang mana mampu memotong leher serta tubuh lawan.

Bayangkan, leher anda terpotong secara tiba-tiba, tapi tidak ada benda tajam atau bahkan senjata sama sekali yang terlihat!

"Kamampuan barumu sangat bagus, Lisa. Berlatihlah lebih banyak lagi, mungkin kedepannya kamu dapat memotong Tank tanpa perlu menggerakkan tanganmu." Eddie memuji.

Lisa menggelengkan kepalanya. "Nampaknya tidak terlalu realistis. Saya perlu menggunakan pita suara saya untuk membuat gelombang kejut tadi, jika saya menggunakannya secara terus-menerus, maka tenggorokan saya akan sakit."

"Ibu juga dapat menggunakannya, tapi dia tidak terlalu banyak menggunakannya." Kata Lisa.

"Kamu telah melakukan pekerjaanmu dengan baik, Lisa." Jessica tersenyum.

"Eddie, jangan khawatir, selama kamu bersama kita, kamu tidak akan pernah terluka."

Ketika mereka sampai di laboratorium, Eddie tiba-tiba melihat tubuh yang terlempar keluar. Melihat sosok itu, Eddie merasa sedikit familiar.

"Joseph! Chris berteriak, segera, dia mengeluarkan senjatanya untuk menyerang monster berlengan satu secara terus menerus.

Tapi semua serangan itu sia-sia, monster berlengan satu itu nampak baik-baik saja bahkan setelah terkena banyak sekali peluru.

Di antara mereka, ada seorang pria muda pemberontak yang mencoba menyerang monster itu dengan dua senjata. Dengan dua pistol otomatis itu, dia mampu mengalahkan monster berlengan satu tadi.

"Kalian terlalu lemah, apakah hanya ini kemampuan pasukan khusus?" Pria muda pemberontak mencibir.

Di sisi lain, Eddie masuk ke dalam laboratorium bersama dua istri sekaligus pengawal cantiknya.

"Hei, Chris, apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah kamu tinggal di Eropa untuk mengumpulkan bukti?" Masuk ke dalam, Eddie menyapa kenalan lamanya.

"Claire baru saja menelponku, dia memintaku untuk datang menyelamatkan saudara ipar-ku."

"Untung saja kamu belum mati, fiuh, sungguh menghawatirkan."

Mendengar perkataan pria itu, mata Chris langsung terbelalak lebar. Kemudian dia bergegas meraih kerah Eddie dan berteriak. "Saudara ipar?! Saudara ipar apa?! Apa yang telah kamu lakukan pada Claire?!"

Dengan mudah, Jessica melepas cengkraman Chris lalu melemparkan orang itu sejauh sepuluh meter.

"Jangan terlalu dekat dengannya, jika kamu berani melakukannya lagi, aku akan langsung membunuhmu." Setelah mengatakan itu, Jessica meninju dinding.

Tinju wanita itu begitu dahsyat! Bahkan ketiga orang yang hadir merasa tercekik. Dari mana Eddie menemukan pengawal sekuat itu?

Mengeluarkan sebotol obat, Eddie melemparkannya ke Chris. "Sembuhkan dirimu dan Joseph. Jangan khawatir tentang Claire, dia baik-baik saja."

"Aku dan dia membuat kesepakatan, singkatnya, aku membantunya dan dia akan membantuku, sesederhana itu."

"Ketika kamu kembali, kamu dapat bertanya langsung padanya." Kata Eddie dengan santai.

"Kuharap kamu tidak menggertak Claire, jika tidak, aku khawatir aku akan menghajarmu." Chris hanya dapat mengumpat dalam hati, dia berharap Claire benar-benar baik-baik saja. Setelah menangkap sebotol obat itu, dia menyembuhkan dirinya dan Joseph.

"Haha, jangan khawatir, saya bukan bajingan. Ngomong-ngomong, dalam satu atau dua tahun, keponakanmu akan lahir." Eddie tertawa, kemudian dia pergi ke komputer lalu mengoperasikannya.

"Hmph, aku merasa ingin mencekikmu." Chris mendengus, mengungkapkan ketidaksenangannya.

Setelah mengetik keyboard selama sementara waktu, tak lama kemudian segelas air muncul dalam instrumen. Setelah cangkir itu penuh, cangkir itu di ganti dengan yang baru secera otomatis.

Selanjutnya, beberapa obat sintetis disitesis menggunakan instrumen obat. Setelah mengeluarkan obat itu, Eddie melemparkannya.

"Ambil, itu adalah antivirus, adapun untuk biskuit terkompresi itu, itu adalah makanan yang dapat memulihkan kekuatan fisik serta mengisi perut secara penuh."

Chris, Joseph, dan pria pemberontak itu meminum obat mereka masing-masing. "Terima kasih."

Sebagai kakak Claire, sejujurnya Chris tidak dapat berbuat banyak jika adiknya ingin menikah. Hanya saja hal ini sulit baginya, dia merasa adiknya tumbuh terlalu cepat...

"Hei, bukankah kamu pria yang ada di retoran waktu itu?" Pria muda pemberontak tadi berseru.

"Apakah kita pernah bertemu?" Eddie menjawab sambil terus bermain dengan keyboard.

Dia perlu mengutak-atik sistem agar January dapat terhubung dengan superkomputer yang ada di pulau ini.

"Nama saya Steve, saya ditangkap oleh anak buah Umbrella hari itu. Mereka berkata bahwa ibu saya mati setelah dipukuli... apakah hal itu benar?" Kata Steve dengan suara lirih.

"Ibumu? Dia baik-baik saja, saya menyelamatkannya. Dia sekarang perlu bekerja kepadaku untuk melunasi hutang-hutangnya."

"Ngomong-ngomong, jika aku menyelamatkanmu, hutangnya akan bertambah dua kali lipat." Kata Eddie dengan santai.

"Benarkah?! Syukurlah... tapi aku akan tetap membalas dendam kepada orang-orang Umbrella itu!" Steve melolong marah.

"Terserah. Masih ada yang perlu aku lakukan, jadi aku tidak dapat menemanimu untuk sekarang." Kata Eddie sambil terus bermain dengan komputer, sesekali dia akan memakan biskuit untuk memulihkan energinya.

"Apakah kamu ingin mencuri informasi Umbrella?" Chris bertanya-tanya.

"Mencuri? Tidak, saya hanya mengambil apa yang telah mereka sediakan. Ngomong-ngomong, aku akan memberimu salinannya nanti."

"Aku butuh beberapa waktu untuk memecahkan kodenya." Kata Eddie.

"Oke, terima kasih." Chris mengangguk. Informasi itu akan sangat berguna baginya, dengan ini dia dapat memberikan bukti kejahatan Umbrella!

Untuk sekarang Chris tidak akan terlalu menghawatirkan Claire, toh masih ada Jill yang menemani Eddie. Dengan Jill, apakah Eddie mampu berbuat macam-macam kepada Claire? Setidaknya masih ada jaminan... Chris berpikir sambil menganggukkan kepalanya sesekali.

Joseph mencoba berdiri dengan tubuh goyah. "Saya merasa bahwa jalan ini tidak mudah dilalui, selain itu saya juga merasa bahwa hanya sayalah yang selalu terluka..."

"Yah, kamulah yang dipukul dengan parah tadi, jadi tidak heran. Tapi setidaknya kamu masih hidup, seharusnya kamu lebih banyak bersyukur."

"Apakah Brad ikut dalam misi anda kali ini? Meskipun dia sedikit penakut, tapi dia masih berguna dalam hal tertentu." Eddie mengingat seseorang.

"Brad? Lupakan saja, dia tidak mau ikut dalam misi ini." Chris menggelengkan kepalanya.

Sementara semua orang mencoba menyelidiki Umbrella, hanya Brad yang mengundurkan diri.

Melihat ke arah sekelilingnya, Steve mendapati bahwa sejumlah besar zombie, Tyrant berlengan satu, serta beberapa monster yang tidak dia kenal berdatangan ke arah pintu laboratorium.

"Monster-monster itu datang!" Steve berseru.

"Laboratorium ini besar, masuklah lebih dalam serta pindahkan barang-barang yang berguna. Saya akan mencoba memblokir monster-monster itu." Kata Eddie dengan nada santai.

Access 285 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters