Cherreads

Chapter 908 - Pengamatan dari Nexus

Di dalam kapal Nexus...

suasananya jauh lebih tenang dibandingkan medan perang di luar.

Namun ketenangan itu justru membuat beberapa orang merasa gelisah.

Di ruang kemudi, Roxis R-5 duduk di kursinya sambil menatap berbagai layar.

Tidak ada perintah.

Tidak ada kapal yang harus ia kendalikan.

Tidak ada tujuan baru yang perlu ia capai.

Roxis menghela napas.

"Benar-benar tidak ada yang bisa kulakukan..."

Ia menekan salah satu tombol komunikasi.

"Proxi?"

Beberapa detik kemudian, suara Proxi terdengar dari saluran komunikasi.

"Ada apa?"

"Aku bosan."

"Proxi?"

"Jangan menggangguku. Aku sedang mengawasi Cosmic Web dari Ginga Stars."

Roxis mengerutkan wajah.

"Kau bahkan tidak mau mengobrol?"

"Tidak."

Saluran komunikasi langsung terputus.

Roxis menatap layar.

"Dia sibuk sendiri."

Ia kembali duduk diam.

Di ruang observasi Nexus...

Aryes, Lira, dan Violys berdiri menghadap layar holografik besar.

Di layar tersebut terlihat IC 1101.

Galaksi raksasa itu berdiri di tengah gugus Abell 2029.

Namun keindahannya telah berubah.

Sebagian wilayahnya terlihat gelap.

Beberapa bagian galaksi mengalami gangguan akibat energi Void.

Aryes menatapnya dalam diam.

"Semoga kali ini..."

Ia berhenti.

Lira menoleh.

"Ada apa Komandan?"

Aryes tidak langsung menjawab.

Ia mengingat Arabels.

Navigator yang dahulu menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.

Mereka telah kehilangan Arabels.

Dan sekarang Storm serta Zero berada di wilayah yang berbahaya.

"Aku tidak ingin kehilangan anggota lagi."

Aryes mengepalkan tangan.

"Storm..."

Tatapannya berpindah ke layar.

"Dan Zero."

Violys terdiam.

Ia memahami kekhawatiran Aryes.

Namun layar di hadapan mereka menunjukkan sesuatu yang jauh lebih mengkhawatirkan.

"Bootes Void bukan sekadar kelompok penjahat biasa."

Violys memperbesar data.

Ratusan.

Ribuan.

Bahkan lebih banyak sinyal kapal terdeteksi di beberapa wilayah Abell 2029.

"Armada mereka sangat besar."

Lira melihat data tersebut.

"Dan mereka tidak bergerak seperti kelompok yang tidak terorganisasi."

Violys mengangguk.

"Mereka memiliki struktur."

"Dan kekuatan mereka..."

Ia memperhatikan data energi.

"...jauh di atas apa yang biasa kita hadapi."

Aryes menghela napas.

"Jadi kita harus berhati-hati."

Lira kemudian membuka arsip sejarah IC 1101.

Ia mulai mencari informasi yang tersisa.

"Kerajaan IC 1101..."

Data lama muncul di layar.

"Sebagian besar catatan telah rusak."

Lira terus mencari.

"Ada satu informasi yang masih bisa dibaca."

Violys mendekat.

"Apa itu?"

Lira membaca layar.

"Kerajaan IC 1101 telah runtuh setelah invasi."

Aryes menatapnya.

"Bagaimana dengan keluarga kerajaan?"

Lira menggeser data.

"Putri IC 1101..."

Ia berhenti.

"Namanya Abell."

Aryes terdiam.

"Abell?"

Lira mengangguk.

"Catatan terakhir menyebutkan bahwa Putri Abell menghilang."

"Sendirian?"

"Tidak."

Lira memperbesar data lain.

"Dia terakhir terlihat bersama Perseiron."

Violys bertanya,

"Siapa Perseiron?"

"Panglima perang IC 1101."

Lira membaca informasi tambahan.

"Tokoh yang cukup terkenal dalam sejarah kerajaan."

Aryes kembali menatap galaksi di layar.

"Jadi putrinya masih mungkin hidup."

"Secara teori."

Lira mengangguk.

"Tapi sudah sangat lama sejak catatan terakhir dibuat."

Tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa pada saat itu...

Abell dan Perseiron memang masih hidup.

Di bagian lain Nexus...

Apocalyptic Deathrays duduk di depan meja kerja.

Potongan-potongan armor biologis berwarna hijau tersebar di hadapannya.

Ia sedang merakit perlengkapan tempur.

Klik.

Satu bagian terpasang.

Klik.

Bagian lainnya menyatu.

Deathrays memperhatikan armor tersebut.

"Aku juga harus turun."

Ia tahu orang-orang di Nexus meragukan kemampuannya.

Bukan tanpa alasan.

Storm dan Zero berada pada tingkat kekuatan yang sangat berbeda.

Sebagian besar pejuang lain tidak mampu menyamai mereka.

Deathrays memiliki kemampuan regenerasi yang sangat luar biasa.

Namun ia menyadari kelemahannya.

"Regenerasi tidak banyak berguna..."

Ia menatap tangannya.

"...jika lawannya bisa menghapusku sebelum tubuhku beregenerasi."

Terutama jika menghadapi Supercluster.

Atau makhluk dari Cosmic Void.

Di ruang lain...

Jester duduk santai di sebuah kursi.

Di tangannya terdapat set kartu Arcana.

Satu kartu dibuka.

Kemudian kartu lainnya.

"Hm..."

Ia memperhatikan simbol pada kartu.

"Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang merepotkan."

Lira meliriknya.

"Jester."

"Apa?"

"Jangan turun."

Jester mengangkat alis.

"Kenapa?"

Violys ikut menoleh.

"Karena kalau kau turun, kemungkinan besar kau akan lebih banyak bicara daripada bertarung."

Jester terdiam.

"Itu fitnah."

Lira menjawab datar.

"Itu fakta."

Jester menghela napas.

"Aku sebenarnya ingin melihat keadaan di bawah."

"Kau tetap di sini."

"Baiklah."

Jester kembali memainkan kartunya.

Meskipun terlihat santai...

matanya sesekali berpindah ke layar besar.

Di sana—

IC 1101 terlihat megah di tengah gugus Abell 2029.

Galaksi itu masih memiliki keindahan yang sulit dipercaya.

More Chapters