Cherreads

Chapter 912 - Cahaya yang Kembali Diburu

Langit IC 1101 masih tampak indah. Tidak banyak yang berubah sejak Perseiron dan Putri Abell meninggalkan tempat persembunyian mereka. Hamparan bintang tetap menghiasi angkasa, meskipun cahayanya kini semakin redup. Sebagian cahaya itu mungkin telah ditelan oleh armada Bootes Void.

Namun, bagi Perseiron, pemandangan tersebut tetap terasa luar biasa. Setelah bertahun-tahun hidup di bawah tanah, akhirnya dia bisa kembali menyaksikan langit planetnya sendiri.

Pria tua itu berjalan perlahan. Wajahnya memperlihatkan kebahagiaan yang sulit disembunyikan, meskipun tubuhnya tidak lagi sekuat dahulu. Di sampingnya, Putri Abell memeluk lengannya. Dia juga merasakan kelegaan yang sama. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mereka tidak lagi harus menghabiskan hari-hari di dalam reruntuhan bawah tanah.

"Langitnya masih sama," ucap Abell pelan.

Perseiron menoleh kepadanya. "Ya. Meskipun banyak hal telah berubah, setidaknya langit ini masih bisa kita lihat bersama."

Abell tersenyum kecil. Mereka berdua memiliki rencana sederhana. Mencari tempat yang aman, membangun tempat tinggal, kemudian menjalani kehidupan tanpa peperangan. Mereka tidak mengharapkan kerajaan mereka kembali dalam waktu singkat. Mereka hanya ingin hidup dengan tenang.

"Menurutmu, apakah invasi Bootes Void sudah berakhir?" tanya Abell.

Perseiron terdiam sejenak. "Saya tidak tahu. Namun, kita tidak boleh kehilangan harapan."

Dia kemudian memandang ke arah langit. Di kejauhan, sebuah bayangan raksasa bergerak di antara gugusan bintang. Ukurannya begitu besar hingga sulit dipahami oleh pandangan biasa. Sesekali, kilatan cahaya muncul dari balik bayangan tersebut. Disusul gelombang energi yang membuat langit IC 1101 bergetar.

Perseiron menyipitkan matanya. "Sepertinya ada pertarungan besar di sana."

Abell ikut memperhatikan. "Apakah itu... Supercluster yang menyelamatkan Abell 2029?"

"Mungkin saja." Perseiron mengingat sosok penguasa kosmik yang selama ini menjadi harapan bagi wilayah tersebut. Corona Borealis. Jika benar dia sedang bertarung, maka lawannya kemungkinan besar adalah Soul Void 900, pemimpin Bootes Void yang selama bertahun-tahun menjadi sumber ketakutan mereka.

Untuk sesaat, secercah harapan muncul dalam benak keduanya. Mungkin perang itu akan segera berakhir. Mungkin mereka akhirnya bisa hidup tanpa harus bersembunyi.

Namun, harapan tersebut tidak bertahan lama.

Mendadak, seluruh cahaya di sekitar mereka menghilang. Langit yang sebelumnya dipenuhi bintang berubah menjadi gelap.

Perseiron langsung menghentikan langkahnya. "Apa...?" Dia merasakan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Kemudian, sebuah sosok muncul tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Jubah hitam menyelimuti tubuhnya. Wujudnya hampir sepenuhnya tertutup kegelapan, sementara sebuah pedang kosmik berwarna hitam berada di tangannya.

Dark Void 05.

Putri Abell membeku. "Tidak mungkin..." Dia mengenali sosok tersebut. Perseiron pun segera menyadari bahwa bahaya yang selama ini mereka takutkan ternyata belum pernah benar-benar pergi.

Dark Void 05 memandang Putri Abell tanpa menunjukkan emosi. "Akhirnya aku menemukanmu." Suaranya terdengar datar. "Bertahun-tahun berlalu, tetapi kau masih berada di sini."

Abell menatapnya dengan kebingungan. "Bertahun-tahun...?" Bagi dirinya dan Perseiron, waktu telah berlalu begitu lama. Mereka melewati masa-masa panjang di bawah tanah, menyaksikan perubahan tubuh dan kehidupan mereka sendiri. Namun, bagi Dark Void 05, waktu tidak memiliki arti yang sama. Dia tidak mengalami penuaan seperti makhluk biasa. Bertahun-tahun yang berlalu bagi manusia mungkin hanya terasa seperti beberapa menit baginya.

"Selama ini... kau menungguku?" tanya Abell dengan suara bergetar.

Dark Void 05 tidak menjawab pertanyaan itu. Dia hanya mengangkat sedikit tangannya. Energi hitam mulai menyebar di sekelilingnya. "Putri Abell. Ikutlah denganku."

Perseiron langsung bergerak. Dia menggenggam tangan Abell dengan erat. "Lari!"

Keduanya berbalik dan berlari menjauhi Dark Void 05. Namun, sosok berjubah hitam itu tidak terburu-buru mengejar mereka. Dia hanya mengarahkan pedangnya ke tanah. Dalam sekejap, kehampaan menyebar dari tempatnya berdiri. Satu demi satu bagian permukaan IC 1101 menghilang.

Perseiron terus berlari sambil menarik Abell. Setiap kali mereka melewati suatu tempat, kegelapan menyusul dari belakang dan menghapus bagian wilayah yang sebelumnya mereka pijak. Gelombang kehampaan itu semakin dekat.

"Perseiron!" seru Abell.

"Jangan berhenti!"

Tubuh tua Perseiron mulai kesulitan mempertahankan kecepatannya. Napasnya tidak teratur, sementara kakinya terasa semakin berat. Namun, dia tidak melepaskan tangan Abell. Dia sudah pernah berjanji kepada Raja 1101 untuk melindungi sang putri. Dan sekarang, setelah sekian lama, dia juga memiliki alasan pribadi untuk terus melindunginya. Dia tidak ingin kehilangan Abell.

"Perseiron, kau tidak perlu memaksakan diri!" ucap Abell.

"Saya sudah berjanji akan melindungimu."

"Tapi tubuhmu..."

"Saya tidak peduli!"

Perseiron terus berlari. Abell menatap pria tua di sampingnya. Dia tahu Perseiron sudah tidak memiliki kekuatan seperti dahulu. Bahkan untuk sekadar berlari dalam waktu lama, pria itu harus mengerahkan seluruh tenaganya. Namun, dia tetap berusaha melindunginya.

Di belakang mereka, Dark Void 05 akhirnya mulai bergerak. Satu langkah. Kemudian langkah berikutnya. Setiap gerakannya membuat kehampaan meluas di sekelilingnya.

"Percuma melarikan diri," ucapnya tenang. Dia mengangkat pedang hitamnya. Gelombang energi Void melesat melintasi permukaan IC 1101, mengejar Perseiron dan Abell.

Perseiron segera menyadari serangan itu. Dia menarik Abell ke arah reruntuhan bangunan di dekat mereka.

*BOOOOM! *

Gelombang kehampaan menghantam area yang baru saja mereka tinggalkan. Sebagian besar bangunan menghilang, meninggalkan wilayah kosong tanpa cahaya. Perseiron dan Abell berhasil menghindar, tetapi mereka kini terjebak di antara reruntuhan dan hamparan kehampaan yang terus meluas.

Abell memandang ke belakang. Sosok Dark Void 05 masih berjalan mendekat. Tidak ada keraguan dalam langkahnya. Tidak ada pula tanda bahwa dia akan menyerah.

Abell mulai memahami sesuatu yang mengerikan. Selama bertahun-tahun, dia mengira mereka telah berhasil meninggalkan masa lalu. Namun, bagi Dark Void 05, persembunyian mereka mungkin tidak lebih dari jeda singkat sebelum perburuan dilanjutkan.

"Perseiron..." bisiknya.

Pria tua itu menoleh. "Ada apa?"

"Dia benar-benar menungguku selama ini..."

Perseiron menggenggam tangannya lebih erat. "Jangan pikirkan itu sekarang. Kita masih harus menemukan jalan keluar."

Dia kembali memandang ke depan. Meskipun tubuhnya telah menua dan kekuatannya semakin melemah, tekadnya belum berubah. Selama dia masih bisa berdiri, dia akan tetap melindungi Putri Abell.

Sementara itu, Dark Void 05 berhenti sejenak. Dia mengamati dua sosok yang semakin jauh darinya. Kemudian, kegelapan mulai berkumpul di sekitar pedang kosmiknya. "Sudah cukup lama aku menunggu." Cahaya terakhir di sekitar wilayah tersebut perlahan menghilang. "Perburuan ini harus segera berakhir."

More Chapters