Cherreads

Chapter 383 - Pengorbanan di Bawah Badai

Langit H2700 berubah menjadi lautan kilat.

Naga berkepala lima itu melayang di atas distrik barat, tubuhnya diselimuti arus listrik yang berputar seperti badai hidup. Setiap kepalanya mengaum dengan frekuensi berbeda, menciptakan tekanan udara yang memecahkan kaca-kaca gedung di sekitarnya.

Storm melayang beberapa ratus meter di atasnya, Armor Scarlet Skycrimson menyala merah pekat.

Melalui saluran komunikasi, suaranya terdengar tegas.

"Jester. Napstylea. Gunakan semua kekuatan kalian."

Jester mendarat di atap gedung yang retak, topinya hampir terbang diterpa angin badai.

"Semua?" ia tersenyum tipis.

"Baiklah… sudah lama tidak bermain serius."

Napstylea berdiri di udara dengan dorongan energi dari armor silvernya.

"Kau butuh waktu, Tuan Rem?" tanyanya pada Storm.

"Beberapa menit," jawab Storm singkat.

"Aku akan mengumpulkan daya."

Tanpa menunggu lagi—

Storm menutup kedua matanya.

Energi ruang di sekitarnya mulai bergetar.

Armor merahnya memancarkan lingkaran-lingkaran simbol bercahaya di udara, membentuk pola konsentrasi daya.

Sementara itu—

Jester mengangkat kedua tangannya.

"Arcana Emperor—Manifestasi Maksimum!"

Langit di atas monster tiba-tiba dipenuhi cahaya.

Bukan puluhan.

Bukan ribuan.

Namun jutaan kartu Arkana bermunculan seperti hujan simbol kuno yang berputar cepat.

Kartu-kartu itu menyebar, lalu menyatu membentuk kubah raksasa yang mengelilingi naga berkepala lima.

Setiap kartu memancarkan segel energi emas dan ungu.

"Segel Spiral Seribu Takdir!" teriak Jester.

Kubah itu mengunci ruang di sekitar monster, mempersempit pergerakannya.

Di saat bersamaan—

Napstylea melayang lebih tinggi.

Armor silvernya terbuka pada bagian dada, memperlihatkan inti energi berbentuk prisma bercahaya biru.

"Mode Overdrive!"

Sayap energi terbuka di punggungnya.

Sinar terang terkonsentrasi di telapak tangannya.

"Photon Lancer!"

Sinar besar melesat lurus ke tubuh naga.

Ledakan cahaya menyelimuti makhluk itu.

Langit bergetar.

Gedung-gedung di sekitar diterangi kilat dan cahaya serangan.

Dari dalam Cluster 29-334—

Arabels menahan napas.

"Serangan langsung mengenai inti tubuh monster Naga!"

Lira memindai fluktuasi energi.

"Tidak… ada sesuatu yang salah…"

Cahaya perlahan memudar.

Asap menyebar.

Siluet naga masih berdiri.

Tak satu pun sisiknya retak.

Lima kepalanya perlahan menoleh ke arah Napstylea.

Mata-mata itu menyala lebih terang.

"Tidak mungkin…" gumam Zero di kursi pilot.

Naga itu membuka seluruh mulutnya bersamaan.

Arus petir berkumpul di masing-masing tenggorokan.

Lalu—

Ledakan gelombang kejut listrik dilepaskan ke segala arah.

Kubah jutaan kartu Jester retak dalam sekejap.

Satu per satu kartu terbakar dan terlempar.

Jester terhempas dari atap gedung, tubuhnya terpental puluhan meter sebelum menghantam dinding bangunan lain.

"Jester!" teriak Arabels.

Napstylea mencoba menahan dengan perisai energinya—

Namun gelombang petir menghantamnya dari lima arah sekaligus.

Armor silvernya bergetar hebat.

Ia terpukul mundur di udara, lalu terlempar jatuh menghantam jalanan dengan dentuman keras.

Petir menyambar tanah di sekelilingnya.

Di langit—

Kartu-kartu Arkana yang tersisa terbakar dan lenyap satu per satu.

Monster itu mengaum keras, suaranya menggema seperti badai yang tertawa.

Storm masih melayang di atas.

Mata tertutup.

Lingkaran energi merah di sekitarnya semakin padat.

Tekanan udara mulai berubah.

Arus angin mengalir menuju pusat tempat ia berdiri.

Di dalam helmnya—

Napasnya stabil.

Ia merasakan energi monster itu.

Bukan sekadar petir.

Ada inti aneh di dalamnya.

Seperti jangkar dimensi.

Ia membuka matanya perlahan.

Cahaya merah menyala tajam.

"Sedikit lagi…" gumamnya pelan.

Di bawah sana—

Jester berusaha bangkit, darah tipis di sudut bibirnya.

Napstylea menahan tubuhnya dengan satu lutut di tanah, armor silvernya retak di beberapa bagian.

Namun keduanya tetap berdiri.

More Chapters