Cherreads

Chapter 416 - Peringatan Kapten

Langit di atas markas X.A.R.A dipenuhi pecahan es yang masih melayang seperti hujan kristal.

Di tengah udara itu—

Storm dan Lgris kembali saling berhadapan.

Keduanya sudah bertarung cukup lama.

Tanah di bawah mereka retak.

Beberapa bangunan sekitar bahkan sudah mulai rusak karena gelombang kejut serangan mereka.

Storm berdiri tanpa armor.

Napasnya stabil meski tubuhnya sedikit terluka.

Di hadapannya, Lgris memegang Ice Sword dengan erat.

Es berputar di sekeliling tubuhnya.

Namun wajahnya menunjukkan sesuatu yang jarang terlihat—

Frustrasi.

"Mustahil…" gumam Lgris pelan.

Ia menatap Storm dengan tajam.

"Tanpa armor pun kau masih bisa menahanku sejauh ini."

Storm tidak menjawab.

Ia hanya berdiri tenang.

Tatapannya fokus pada setiap gerakan Lgris.

Angin dingin bertiup di sekitar mereka.

Lgris mengepalkan tangannya.

"Baiklah…"

Suhu udara tiba-tiba turun drastis.

Langit di atas mereka mulai tertutup awan es.

"Kalau duel biasa tidak cukup…"

Aura dingin yang jauh lebih besar mulai muncul dari tubuh Lgris.

Es di udara bergetar.

Tanah membeku lebih luas.

Storm sedikit menyipitkan matanya.

Ia bisa merasakan energi yang berbeda.

Lgris mengangkat tangannya ke langit.

"Kalau begitu kita akhiri semuanya di sini."

Matanya bersinar dingin.

"Markas X.A.R.A… kota H2700…"

Ia berkata dengan nada datar.

"Semua bisa ikut hancur."

Storm langsung bersiap.

"Maju sini."

Namun Lgris tidak peduli.

Lingkaran es raksasa mulai terbentuk di langit.

Simbol pemanggilan kuno berputar di udara.

"Bangkitlah…"

Energi dingin semakin besar.

"Varentha Draco."

Nama itu menggema di udara.

Storm mengingatnya.

Monster naga es purba yang pernah dipanggil Lgris sebelumnya.

Namun kali ini—

Energinya jauh lebih besar.

Lgris melanjutkan dengan suara penuh tekad.

"Kali ini aku akan menggunakan kekuatan penuhnya!"

Es di langit mulai retak seperti pintu dimensi yang akan terbuka.

Storm menggerakkan tangannya.

Jika naga itu benar-benar muncul di tengah kota—

Kerusakan akan jauh lebih besar dari sebelumnya.

Namun sebelum Lgris menyelesaikan pemanggilannya—

Sebuah suara berat tiba-tiba menggema di seluruh langit kota.

"BERHENTI."

Suaranya kuat.

Dalam.

Dan penuh otoritas.

Suara itu datang dari langit.

Semua orang di medan perang berhenti sesaat.

Storm menoleh ke atas.

Lgris juga ikut mendongak.

Di langit kota H2700—

Puluhan kapal militer kini melayang membentuk formasi.

Lampu mesin mereka menyala terang.

Di tengah formasi itu, sebuah kapal komando besar melayang perlahan.

Sistem pengeras suara raksasa di kapal itu aktif.

Suara yang sama kembali menggema.

"Hentikan tindakan itu, Lgris Harrenheal."

Lgris mengerutkan kening.

Ia mengenali suara itu.

Pintu hanggar kapal komando terbuka.

Seseorang melangkah keluar ke platform luar.

Seorang pria tinggi dengan mantel militer panjang.

Tatapannya tajam dan penuh wibawa.

Angin dari mesin kapal menerbangkan mantel militernya.

Ia memandang ke bawah langsung ke arah Lgris.

"Operasi ini telah mencapai batas yang tidak dapat diterima."

Suaranya bergema melalui seluruh kota.

"Menyerang kota sipil bukan bagian dari misi APH."

Lingkaran pemanggilan es milik Lgris masih berputar di langit.

Namun energinya mulai melemah.

Varbosta melanjutkan dengan nada tegas.

"Sebagai perwakilan militer Aksrega United…"

Tatapannya tajam.

"Aku memerintahkanmu untuk menghentikan serangan itu sekarang juga."

Keheningan menyelimuti medan perang.

More Chapters