Cherreads

Chapter 418 - Pesan yang Menembus Pikiran

Langit kota H2700 perlahan kembali tenang.

Kapal-kapal militer Aksrega United mulai bergerak meninggalkan wilayah udara kota. Formasi mereka terbang menjauh seperti gugusan bintang yang perlahan memudar.

Di bawahnya—

Markas X.A.R.A masih dipenuhi pecahan es dan bekas retakan akibat pertarungan.

Para teknisi dan staf mulai keluar dari tempat perlindungan darurat.

Namun di tengah semua itu—

Storm berdiri diam.

Tatapannya mengarah ke langit tempat kapal komando terakhir menghilang.

Velora berbicara pelan di dalam kesadarannya.

"Konflik dihentikan… untuk sementara."

Storm tidak menjawab.

Ia tahu alasan sebenarnya.

Ini bukan karena mereka takut merusak kota.

Ini karena seseorang memilih tidak turun langsung.

Storm memejamkan matanya perlahan.

Gelombang energi mental mulai menyebar dari pikirannya—melewati udara, melewati sistem komunikasi, menembus ruang seperti gelombang tak terlihat.

Targetnya hanya satu.

Tetua APH yang tadi mengawasi operasi dari kapal komando.

***

Beberapa detik kemudian—

Di ruang komando kapal itu, Franskeinsteins tiba-tiba berhenti bergerak.

Sebuah suara muncul langsung di dalam pikirannya.

Tenang.

Dingin.

Namun penuh tekanan.

"Hei pak tua."

Tetua APH itu langsung mengenali sumber suara itu.

Ia menyipitkan matanya sedikit.

Pesan telepati itu terus berlanjut.

"Beritahu Dooms."

Nada Storm datar, hampir tanpa emosi.

"Dia itu seorang pengecut."

Di dalam kapal komando, beberapa operator melihat Franskeinsteins tiba-tiba diam sejenak, namun tidak ada yang tahu percakapan yang sedang terjadi di pikirannya.

Suara Storm kembali menggema.

"Jika dia benar-benar ingin menangkapku… lawan aku sendirian."

Franskeinsteins tetap diam, mendengarkan.

Storm melanjutkan.

"Aku tahu dia terus memburuku."

Nada suaranya berubah sedikit lebih tajam.

"Bahkan sampai bekerja sama dengan Kael."

Nama itu membuat Franskeinsteins sedikit mengerutkan kening.

Storm jelas mengetahui lebih banyak dari yang seharusnya.

***

Di medan kota H2700—

Storm membuka matanya kembali.

Ia menatap langit malam.

"Aku tidak peduli siapa yang dia ajak."

Suara telepati itu terdengar jelas di dalam pikiran Franskeinsteins.

"Tapi jika Dooms ingin menangkapku…"

Angin malam bertiup melewati reruntuhan es di sekitar Storm.

"Datang sendiri. Aku akan mengambil kepalanya."

Beberapa detik hening.

Lalu koneksi mental itu terputus begitu saja.

***

Di kapal komando—

Franskeinsteins menghela napas pelan.

Ia tahu satu hal dengan pasti.

Storm tidak sedang bersembunyi.

Ia sedang menantang.

Dan tantangan itu ditujukan langsung kepada seseorang yang bahkan para pahlawan APH sendiri jarang melihatnya bertarung.

Pria yang disebut sebagai penjaga keseimbangan ruang dan waktu.

More Chapters