Cherreads

Chapter 451 - Eternal City

Aula rapat markas X.A.R.A menjadi sangat tenang.

Semua orang kini memperhatikan pria yang berdiri di depan mereka: Profesor Romeos Glitz.

Lampu proyektor di meja depan menyala.

Sebuah layar hologram besar muncul di tengah ruangan, menampilkan gambar planet Bumi dari luar angkasa.

Romeos berdiri dengan tenang, tangannya menyentuh panel kontrol kecil di pergelangan tangannya.

"Terima kasih atas sambutannya."

Suaranya terdengar jelas dan tegas.

Ia kemudian menampilkan gambar lain di layar.

Namun gambar itu bukan kota biasa.

Di atas permukaan Bumi—

Terlihat sebuah kota raksasa yang melayang di langit.

Bangunan-bangunan tinggi berdiri di atas platform besar yang dikelilingi teknologi penyangga energi.

Lampu-lampu kota itu bersinar seperti bintang kecil di langit.

Beberapa orang di aula langsung terlihat terkejut.

"Kota di langit?"

"Bagaimana mungkin…"

Romeos menunjuk hologram itu.

"Kota ini bernama Eternal City."

Suasana ruangan semakin sunyi.

Storm yang duduk di tengah aula juga menatap layar itu dengan lebih serius.

"Jadi benar-benar ada kota seperti itu."

Romeos melanjutkan penjelasannya.

"Eternal City dibangun di atas atmosfer Bumi."

Ia memperbesar tampilan kota tersebut.

"Tujuan utama kota ini sederhana."

"Sebagai tempat yang aman."

Ia melihat seluruh ruangan.

"Kalian semua tahu kondisi Bumi saat ini."

"Sebagian besar wilayah telah berubah menjadi sarang monster."

Beberapa ilmuwan mengangguk pelan.

Itu memang kenyataan yang tidak bisa disangkal.

Romeos melanjutkan.

"Karena itulah kami membangun sebuah kota yang tidak berada di daratan."

"Melainkan di langit."

Ia menunjuk bagian bawah kota pada hologram.

Teknologi penyangga energi terlihat seperti cincin raksasa yang menjaga kota tetap melayang.

"Dengan sistem ini, Eternal City dapat menghindari ancaman monster yang ada di permukaan."

Beberapa teknisi terlihat kagum melihat teknologi itu.

Romeos lalu melanjutkan dengan tenang.

"Presiden Aksrega United, Kael sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Eternal City."

Beberapa orang di aula terlihat terkejut lagi.

Romeos mengangkat bahu sedikit.

"Namun Kael memiliki prioritas lain."

Ia menatap layar Bumi di hologram.

"Dia lebih fokus menangani masalah Aksrega United."

Aryes berdiri di sampingnya tanpa bicara, hanya mengamati reaksi semua orang di ruangan.

Romeos lalu melanjutkan penjelasan yang lebih penting.

"Eternal City bukan hanya hasil teknologi saya."

Ia menoleh sedikit ke arah Aryes.

"Proyek ini juga tidak akan pernah selesai tanpa bantuan seseorang."

Beberapa orang langsung menoleh ke arah Aryes.

Romeos berkata dengan jelas.

"Tuan Aryes Wilston."

Aryes hanya tersenyum kecil.

Romeos melanjutkan.

"Sebagian besar teknologi kota itu memang berasal dari penelitian saya."

"Tapi…"

Ia menunjuk ke arah layar yang menampilkan roket besar dan pesawat pengangkut.

"Semua material, mesin, dan modul teknologi itu harus dikirim ke atas atmosfer."

Romeos berhenti sejenak.

"Dan itu hanya bisa dilakukan dengan bantuan teknologi transportasi milik X.A.R.A."

Ia menatap seluruh aula.

"Pesawat."

"Roket."

"Berbagai sistem peluncuran."

"Semua itu disediakan oleh Aryes."

Beberapa ilmuwan X.A.R.A terlihat cukup bangga mendengarnya.

Romeos menutup presentasi awalnya.

Hologram Eternal City masih melayang di tengah aula.

Sebuah kota yang berdiri di atas langit.

Kota yang tidak bisa disentuh oleh monster di daratan.

Romeos berkata dengan tenang.

"Dengan kata lain…"

"Eternal City adalah gabungan teknologi saya…"

Ia menoleh sedikit ke arah Aryes.

"dan sistem transportasi luar angkasa milik X.A.R.A."

Storm menatap kota di langit itu cukup lama.

Sebuah kota yang mengambang di atas dunia yang dipenuhi monster.

Storm bergumam pelan.

"Jadi manusia juga punya tempat seperti itu di langit."

Di aula itu—

Semua orang mulai menyadari satu hal.

Teknologi manusia ternyata sudah melangkah lebih jauh dari yang mereka kira.

More Chapters