Cherreads

Chapter 457 - Failure Domain

Aula markas X.A.R.A dipenuhi ketegangan.

Storm dan Deathrays masih berdiri saling berhadapan.

Udara terasa berat karena dua kekuatan besar saling menekan satu sama lain.

Para ilmuwan mundur perlahan.

Napstylea, Zero, Lira, dan Jester tetap waspada jika pertarungan benar-benar terjadi.

Deathrays menatap Storm dengan ekspresi yang kini jauh lebih serius.

"Kalau begitu…"

Ia menurunkan sedikit kepalanya.

"Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan."

Energi gelap mulai berkumpul di sekitar tubuhnya.

Udara di aula tiba-tiba bergetar.

Beberapa lampu ruangan berkedip.

Storm langsung menyadari sesuatu.

"Ini Domain…"

Deathrays mengangkat tangannya.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Benar sekali."

Energi hitam pekat meledak keluar dari tubuhnya.

WHOOOOOM!

Seluruh aula langsung diselimuti cahaya gelap yang berputar seperti pusaran.

Para ilmuwan berteriak kaget.

Namun dalam sepersekian detik—

Semuanya menghilang.

Ketika cahaya itu lenyap—

Tempat mereka sudah berubah.

Tidak ada lagi aula rapat.

Tidak ada lagi kursi atau meja.

Sekarang—

Mereka berada di sebuah dataran luas yang dipenuhi kabut gelap.

Tanahnya dipenuhi tulang belulang raksasa.

Beberapa tengkorak monster besar berserakan di berbagai tempat.

Di kejauhan terlihat bayangan makhluk aneh yang bergerak perlahan.

Beberapa monster memiliki bentuk tubuh yang tidak sempurna—seolah hasil percobaan yang gagal.

Udara dipenuhi bau aneh.

Storm melihat sekelilingnya dengan tenang.

"Tempat yang menjijikkan."

Deathrays berdiri beberapa meter di depannya.

Ia membuka kedua tangannya sedikit.

"Selamat datang di Domain-ku."

Kabut gelap berputar di sekeliling mereka.

Deathrays menjelaskan dengan nada dingin.

"Tempat ini dipenuhi makhluk yang gagal bertahan hidup dalam eksperimen."

Ia menunjuk tulang-tulang besar yang berserakan.

"Semua itu hasil kegagalan."

Beberapa monster aneh di kejauhan menggeram pelan.

Namun mereka tidak berani mendekat.

Karena mereka tahu siapa penguasa tempat ini: Deathrays.

Ia menatap Storm dengan tatapan dingin.

"Di tempat ini…"

"Tidak ada yang bisa mengganggu pertarungan kita."

Storm menggerakkan lehernya sedikit.

"Baguslah."

Ia mengepalkan tangannya.

"Karena aku juga tidak ingin menghancurkan aula rapat tadi."

Deathrays tidak menjawab lagi.

Ia langsung menghilang dari tempatnya.

WHUSH!

Dalam satu gerakan cepat—

Ia sudah muncul tepat di depan Storm.

Tinju Deathrays langsung menghantam ke arah wajah Storm.

BOOOOM!

Benturan keras mengguncang tanah di sekitar mereka.

Namun Storm berhasil menahan serangan itu dengan lengannya.

Tanah di bawah kaki mereka retak.

Storm membalas tanpa ragu.

Tinju Storm melesat cepat.

BLARR!

Deathrays mundur beberapa meter akibat benturan itu.

Kabut gelap di sekitar mereka bergolak.

Deathrays tersenyum kecil.

"Lumayan."

Ia mengangkat tangannya lagi.

Energi hitam mulai berkumpul membentuk serangan besar.

"Aku tidak perlu menahan diri lagi."

Storm juga berdiri dengan aura yang mulai meningkat.

Matanya tajam menatap lawannya.

More Chapters