Cherreads

Chapter 468 - Pengepungan Dimulai

Ledakan cahaya di langit perlahan memudar.

Sisa energi dari serangan Storm masih bergetar di udara.

Namun—

Sesuatu berubah.

Udara tiba-tiba menjadi dingin.

Suhu di langit menurun drastis.

Napas Storm terlihat samar di udara.

Ia menyipitkan matanya.

"...?"

Dari dalam cahaya yang mulai meredup—

Sesuatu muncul.

ROOOOAAARRR!!

Seekor naga es raksasa terbang menembus sisa ledakan: Varentha Draco.

Sayapnya membentang luas, sisiknya memantulkan cahaya dingin.

Naga itu menangkis sisa serangan Storm yang masih tersisa di langit.

Storm menatapnya dengan tenang.

"Jadi dia keluar lagi…"

Di bawahnya—

Sosok lain melesat cepat.

WHUSH!

Seseorang menangkap sesuatu yang jatuh dari langit: Marika Slayers.

Ia mendarat dengan ringan—

Dan di tangannya—

Kepala Deathrays.

Masih utuh.

Masih hidup.

Marika tersenyum tipis.

"Kau hampir saja menghilangkannya."

Deathrays tertawa pelan di tangannya.

"Sedikit lagi…"

Tidak jauh dari sana—

Seorang pria berdiri dengan tenang.

Aura berat terasa di sekitarnya: Rizen Krystoren.

Ia menyilangkan tangan.

Matanya tertuju pada Storm di langit.

"Dia memang bukan lawan biasa."

Di atas langit—

Storm tetap melayang.

Namun kini—

Ia tidak lagi sendirian.

WHUSH… WHUSH… WHUSH…

Satu per satu—

Cahaya-cahaya yang sebelumnya terlihat di langit kini berhenti.

Dan berubah menjadi sosok.

Para pahlawan APH.

Mereka mengelilingi Storm dari berbagai arah.

Atas.

Bawah.

Samping.

Tanpa celah.

Di atas naga es—

Seorang pria berdiri dengan tenang.

Jubah esnya berkibar pelan: Lgris Harrenheal.

Ia menatap Storm dengan dingin.

"Kali ini…"

Suaranya terdengar jelas di udara.

"Kau tidak akan pergi ke mana pun."

Varentha Draco mengaum pelan di bawahnya.

Udara semakin dingin.

Di kejauhan—

Beberapa sosok lain mulai terlihat.

Herena The Magics.

Slash – Wind of Destruction.

Terminator Demon.

Dan banyak pahlawan lainnya.

Semua mengarah pada satu titik: Storm Realms.

Di bawah—

Penduduk kota mulai panik melihat langit yang dipenuhi sosok-sosok kuat.

Namun di atas—

Storm hanya diam.

Matanya menyapu seluruh pengepungan itu.

Ia melihat Lgris.

Rizen.

Marika.

Dan yang lainnya.

Jumlah mereka—

Tidak sedikit.

Namun ekspresi Storm tetap sama: Tenang.

Sedikit pun tidak berubah.

Ia menghela napas pelan.

"Jadi akhirnya…"

Matanya menajam.

"Kalian semua datang juga."

Lgris mengangkat tangannya sedikit.

Aura es mulai menyebar di udara.

"Ini perintah langsung."

"Dari Tuan Dooms Wlenleys."

Semua pahlawan mulai bersiap.

Energi mereka mulai terasa di udara.

"Storm Realms."

Lgris berkata dengan tegas.

"Kali ini…"

"Kami akan menangkapmu."

Langit malam di atas H2700 kini berubah menjadi medan perang.

More Chapters