Cherreads

Chapter 473 - Kota di Atas Langit

Langit tinggi—

Hampir menyentuh batas atmosfer.

Udara menjadi tipis.

Dingin menusuk.

Di sana—

Storm melayang di tengah kepungan.

Namun kali ini—

Para pahlawan APH tidak menunggu.

WHOOOM!!

Serangan datang dari berbagai arah.

Terminator Demon melesat lebih dulu.

Tubuh logamnya menghantam udara dengan kekuatan brutal.

Tinju besarnya mengarah langsung ke Storm.

Di saat yang sama—

Rizen muncul dari sisi lain.

Tekanan berat dari kekuatannya menekan ruang di sekitar Storm.

Dari atas—

Lgris menurunkan serangan esnya.

Tombak-tombak es raksasa jatuh seperti hujan.

Serangan dari tiga arah.

Tanpa celah.

Namun—

WHUSH!

Storm menghilang.

Ia bergerak secepat kilat.

Menghindari satu per satu serangan itu dengan presisi tinggi.

Tinju Terminator Demon hanya menghantam udara kosong.

BOOOM!

Ruang di sekitar Rizen bergetar, namun tidak mengenai target.

Serangan es Lgris menghancurkan langit kosong.

Storm muncul kembali beberapa meter di atas mereka.

Matanya tajam.

Gerakannya ringan.

Namun—

Saat itu—

Matanya menangkap sesuatu.

Jauh…

Sangat jauh…

Di atas atmosfer.

Sebuah cahaya besar.

Storm menyipitkan matanya.

"Apa itu…"

Ia fokus melihat lebih jauh.

Kemudian—

Ia melihatnya.

Sebuah kota raksasa.

Mengambang di langit.

Struktur logam futuristik membentang luas.

Cahaya biru dan putih menyala di berbagai bagian.

Bangunan tinggi berdiri megah.

Namun—

Masih ada bagian yang belum selesai.

Masih dalam pembangunan.

Storm sedikit terdiam.

"Eternal City."

Ia tidak menyangka.

Kota itu benar-benar ada.

Bahkan—

Lebih besar dari yang ia bayangkan.

Di bawah sana—

Tempat itu akan menjadi perlindungan bagi banyak orang.

Storm mengingat sesuatu.

Kael.

Aryes.

Romeos.

Mereka semua terlibat.

Storm menghela napas pelan.

"Jadi ini tujuan kalian."

Namun—

Serangan lain datang.

WHOOOSH!!

Storm kembali menghindar dari serangan lanjutan.

Namun kini—

Posisinya berubah.

Ia melihat ke arah pertempuran.

Lalu ke arah Eternal City.

Jarak mereka—

Tidak terlalu jauh.

Jika pertarungan ini terus berlanjut—

Kota itu bisa terkena dampaknya.

Storm menatap para pahlawan di sekitarnya.

Lalu bergumam pelan.

"Tidak sampai."

Ia mengencangkan tinjunya.

Aura merahnya meningkat.

Storm kembali melesat.

Namun kali ini—

Ia mulai mengatur arah pergerakannya.

Menarik perhatian serangan.

Menjauhkan benturan.

Agar tidak mengarah ke kota itu.

Rizen menyadari sesuatu.

"Dia menghindari arah tertentu…"

Lgris juga melihatnya.

Matanya menyipit.

"Dia melindungi sesuatu."

Di kejauhan—

Eternal City tetap berdiri.

More Chapters