Cherreads

Chapter 481 - Mode Asura: Kebangkitan Tekanan

Angin di Risveyland berputar liar.

Sisa energi dari hancurnya Domain masih terasa di udara.

Tanah retak semakin luas.

Di tengahnya, Storm berdiri.

Napasnya masih berat.

Namun matanya kembali tajam.

Tidak ada lagi keraguan.

Tidak ada lagi penahanan.

"Cukup sampai di sini saja."

Energi merah mulai muncul kembali.

Lebih kuat dari sebelumnya.

Lebih padat.

SHHHHHH…

Partikel cahaya merah menyelimuti tubuhnya.

Armor Scarlet Skycrimson kembali terbentuk.

Namun kali ini, auranya berbeda.

Lebih liar.

Lebih berat.

Di dalam dirinya, sesuatu merespon.

Sebuah suara mengerikan.

"Kau masih berdiri, rupanya."

Storm tidak menjawab.

Namun energi di tubuhnya mulai berubah.

Lebih dalam.

Lebih pekat.

Velora melanjutkan...

"Aku akan memberimu sedikit."

"Energi Grivver."

Dalam sekejap, energi lain bercampur dengan aura Storm.

Warna merahnya kini bercampur dengan kilatan gelap.

Tekanan di sekitarnya meningkat drastis.

Tanah di bawah kakinya langsung retak lebih dalam.

Storm mengepalkan tangannya.

Ia merasakan kekuatan itu mengalir.

"Ini sudah cukup bagiku."

Lalu...

WHOOOOOM!!!

Enam lengan baja muncul dari punggung armornya.

Mekanis.

Kuat.

Bergerak dengan presisi tinggi.

Mode Asura aktif.

Rizen yang melihat langsung menyipitkan mata.

"Dia masih punya itu."

Lgris mengencangkan genggamannya pada pedang esnya.

"Energinya meningkat lagi."

Di kejauhan, beberapa pahlawan APH mulai waspada.

Karena aura yang dipancarkan Storm sekarang...

Jauh lebih berbahaya.

Namun, berbeda dari sebelumnya, Storm justru tersenyum tipis.

Dalam pertarungan ini, ia terlihat bersemangat.

"Kalau begitu…"

Ia sedikit melangkah.

Energi di tubuhnya terus meningkat.

"Lanjutkan."

WHOOOOSH!!!

Dalam sekejap, Storm menghilang dari tempatnya.

Kecepatannya meningkat drastis.

Lebih cepat dari sebelumnya.

Lebih sulit diikuti.

Rizen langsung bereaksi.

Namun...

Terlambat.

BLAAM!!!

Benturan terjadi di udara.

Gelombang kejut menyebar.

Lgris langsung bersiap.

Namun kini, situasinya berubah.

Storm tidak lagi bertahan.

Ia mulai menyerang dengan serius.

More Chapters