Di ruang kendali —
Kilatan petir dari Ulra T-34 semakin jelas di layar. Bukan hanya satu atau dua — namun ratusan. Menyambar tanpa henti. Seolah planet itu menolak kedatangan siapa pun.
---
Di depan panel utama —
Sosok humanoid berdiri tegak. Tubuh logam dengan cahaya halus di sendinya. Matanya bersinar biru.
Proxi 5R. AI pengemudi utama Nexus S-4473.
Suara mekanisnya terdengar tenang. "Analisis selesai."
Semua mata tertuju padanya.
Violys melangkah sedikit mendekat. "…Hasilnya?"
Proxi 5R langsung menampilkan simulasi. Lintasan masuk. Arus badai. Dan — jalur tabrakan petir.
"Untuk mencapai permukaan planet — kapal harus melewati zona badai utama."
Suasana langsung berubah. Lebih tegang.
---
Aryes mengerutkan kening. "…Tidak ada jalur lain?"
Proxi 5R menjawab tanpa ragu. "Tidak ada jalur aman."
Layar menunjukkan beberapa alternatif — namun semuanya berakhir sama: risiko tinggi.
---
Salah satu kru mundur sedikit. "Jadi… kita harus langsung menerjang itu?" Nada suaranya jelas — takut.
Yang lain mulai saling pandang. Keraguan muncul.
"Itu gila…" seseorang berbisik. "Petir sebesar itu bisa menghancurkan sistem kita…" "Bagaimana kalau perisai gagal?"
Suara-suara mulai terdengar. Panik perlahan menyebar.
---
Namun di tengah itu — Violys tetap diam. Matanya menatap simulasi. Menganalisis.
---
Proxi 5R kembali berbicara. "Probabilitas keberhasilan: 62%."
Bukan angka yang meyakinkan. Dan itu — membuat suasana semakin berat.
---
Aryes menatap layar. Lalu ke arah kru. Ia tahu — keputusan ini tidak mudah.
---
Namun sebelum ia bicara — Violys melangkah maju.
"…Cukup." Suaranya tenang. Namun langsung menghentikan kegaduhan. Semua orang menoleh padanya.
"62% sudah lebih dari cukup." Katanya tanpa ragu.
Beberapa kru terkejut. "…Itu masih berisiko besar!"
Violys menatap mereka. Tajam. "Di luar sana juga tidak aman." Ia menunjuk ke layar luar. "…Kita tidak tahu apa yang mengintai."
Suasana kembali hening.
---
Aryes memahami. Bukan hanya badai yang jadi masalah. Namun — sesuatu yang mengikuti mereka.
Violys melanjutkan. "Lebih baik menghadapi sesuatu yang bisa kita hitung — daripada sesuatu yang tidak kita lihat." Kalimatnya sederhana. Namun — logis.
---
Aryes menghela napas pelan. Lalu menatap ke depan. Ke arah planet yang mengamuk itu.
"…Siapkan pendaratan."
Keputusan telah dibuat.
---
Arabels langsung bergerak. Mengunci jalur. Proxi 5R mengaktifkan sistem pertahanan. Perisai energi mulai menyala.
Kru masih terlihat tegang. Namun tidak ada yang membantah lagi.
---
Di luar —
Nexus S-4473 mulai menukik. Menuju atmosfer Ulra T-34.
Kilatan petir menyambut.
