Di Bumi — langit malam tampak tenang. Namun di balik ketenangan itu — sebuah keputusan besar telah diambil.
---
Di markas APH —
Deathrays berdiri di hadapan para pahlawan. Tatapannya dingin. Namun penuh tekad.
Di depannya — Slash – Wind of Destruction.
"Aku serahkan semuanya padamu." Deathrays berkata singkat.
Slash – Wind of Destruction menatapnya. "…Kau serius meninggalkan posisi ini?"
Deathrays tidak ragu. "…Aku punya tujuan lain."
Hening sesaat.
Slash – Wind of Destruction menghela napas pelan. "…Kalau begitu…" Ia menatap anggota APH lainnya. "…mulai sekarang, aku yang memimpin."
Tidak ada yang membantah. Karena mereka tahu — Deathrays bukan tipe yang bisa ditahan.
---
Kembali ke Deathrays —
Ia berbalik. Tanpa menoleh lagi.
"…Jangan mati sia-sia." Katanya sebelum pergi.
Dalam sekejap — tubuhnya melesat. Menembus atmosfer. Langsung menuju — ruang hampa.
---
Di luar angkasa —
Tubuh mutan cyborgnya terlihat jelas. Sebagian logam. Sebagian daging. Namun semuanya — terhubung sempurna.
Matanya menyala.
"…Akhirnya…"
Ia menatap ke kejauhan. Ke arah bintang-bintang. "…Tempat baru."
Tidak ada tujuan pasti. Namun ada satu hal — yang ia cari. Lawan yang lebih kuat.
Ia tertawa kecil. "Storm Realms."
Kilasan masa lalu terlintas. Pertarungan itu. Kepalanya terpisah. Tubuhnya hancur. Namun — ia tetap hidup.
"…Aku tidak mati." Senyumnya melebar. "…Jadi kali ini — aku akan melangkah lebih jauh."
---
Energi mulai berkumpul di tubuhnya. Ia melesat lebih cepat. Menembus kegelapan. Tanpa rasa takut. Tanpa ragu.
Baginya — kematian bukan ancaman. Melainkan — hal yang belum bisa mencapainya.
