Di kawasan angkasa Scorpio — Mecha Ginga Stars melesat menembus lautan bintang. Cahaya biru dari mesin pendorongnya membelah kegelapan.
Di dalam ruang kendali — Storm duduk tenang di kursinya. Tatapannya mengarah ke luar kaca besar. Sementara — Arabels sibuk memeriksa jalur dan koordinat. Dan di belakang mereka — Proxi 5R memantau data yang terus bergerak.
Tiba-tiba — suara sistem berbunyi. "Sinyal masuk."
Arabels menoleh cepat. "Apa dari Violys?"
Proxi mengangguk pelan. "Benar. Data prioritas tinggi diterima."
Storm sedikit mengangkat pandangannya. "Putar."
---
Layar utama langsung menampilkan beberapa simbol dan identitas. Ada banyak kapal. Dan tiga data utama — yang ditandai khusus.
Proxi mulai menjelaskan. "Berdasarkan informasi yang dikirim Violys — muncul beberapa individu berpengaruh di galaksi ini."
Arabels menyipitkan mata. "…Berpengaruh?"
Proxi mengangguk. "Nama pertama…" Layar menampilkan sosok pemuda berjubah armor gelap. *Tyrannons Galactive. * "Putra Oreons Galactive. Namun terdaftar sebagai pembelot kekaisaran."
Arabels membelalak. "…Putra penguasa galaksi?"
Storm tetap tenang. Namun matanya sedikit fokus.
Proxi melanjutkan. "Nama kedua." Muncul sosok bangsawan dari Orion. *Astralon Volta. * Pangeran kerajaan Betelgeuse. "Dan yang ketiga…" Muncul wanita berarmor bintang. *Rea Yellowgrid. * Putri kerajaan VV Cephei.
---
Ruangan menjadi hening.
Arabels perlahan menyandarkan tubuhnya. "…Jadi benar…"
Storm menatap layar. "…Pembelot kekaisaran."
Arabels mengangguk pelan. "…Mungkin mereka muncul karena penasaran — dengan Nexus."
Storm tersenyum tipis. "Atau — mereka tertarik pada kekuatan."
Proxi kembali berbicara. "Menurut analisis — kemungkinan besar mereka sedang mengamati kelompok Aryes dan lainnya."
---
Arabels menatap Storm. "…Apa kita harus kembali?"
Storm terdiam sesaat. Menatap luasnya angkasa Scorpio. Bintang-bintang berkilauan di kejauhan. Lalu ia menjawab tenang. "…Belum."
Arabels sedikit bingung. "Kenapa?"
Storm menyandarkan tubuhnya santai. "Kalau mereka benar-benar musuh — Aryes pasti sudah meminta bantuanku."
Hening. Lalu Storm menatap lagi ke arah luar. "…Dan kalau mereka bukan musuh — mungkin galaksi ini lebih menarik dari yang kupikir."
