Cherreads

Chapter 559 - Sinyal dari Konstelasi Hydra

Di kawasan angkasa Scorpio — Mecha Ginga Stars melesat menembus lautan bintang. Cahaya biru dari mesin pendorongnya membelah kegelapan.

Di dalam ruang kendali — Storm duduk tenang di kursinya. Tatapannya mengarah ke luar kaca besar. Sementara — Arabels sibuk memeriksa jalur dan koordinat. Dan di belakang mereka — Proxi 5R memantau data yang terus bergerak.

Tiba-tiba — suara sistem berbunyi. "Sinyal masuk."

Arabels menoleh cepat. "Apa dari Violys?"

Proxi mengangguk pelan. "Benar. Data prioritas tinggi diterima."

Storm sedikit mengangkat pandangannya. "Putar."

---

Layar utama langsung menampilkan beberapa simbol dan identitas. Ada banyak kapal. Dan tiga data utama — yang ditandai khusus.

Proxi mulai menjelaskan. "Berdasarkan informasi yang dikirim Violys — muncul beberapa individu berpengaruh di galaksi ini."

Arabels menyipitkan mata. "…Berpengaruh?"

Proxi mengangguk. "Nama pertama…" Layar menampilkan sosok pemuda berjubah armor gelap. *Tyrannons Galactive. * "Putra Oreons Galactive. Namun terdaftar sebagai pembelot kekaisaran."

Arabels membelalak. "…Putra penguasa galaksi?"

Storm tetap tenang. Namun matanya sedikit fokus.

Proxi melanjutkan. "Nama kedua." Muncul sosok bangsawan dari Orion. *Astralon Volta. * Pangeran kerajaan Betelgeuse. "Dan yang ketiga…" Muncul wanita berarmor bintang. *Rea Yellowgrid. * Putri kerajaan VV Cephei.

---

Ruangan menjadi hening.

Arabels perlahan menyandarkan tubuhnya. "…Jadi benar…"

Storm menatap layar. "…Pembelot kekaisaran."

Arabels mengangguk pelan. "…Mungkin mereka muncul karena penasaran — dengan Nexus."

Storm tersenyum tipis. "Atau — mereka tertarik pada kekuatan."

Proxi kembali berbicara. "Menurut analisis — kemungkinan besar mereka sedang mengamati kelompok Aryes dan lainnya."

---

Arabels menatap Storm. "…Apa kita harus kembali?"

Storm terdiam sesaat. Menatap luasnya angkasa Scorpio. Bintang-bintang berkilauan di kejauhan. Lalu ia menjawab tenang. "…Belum."

Arabels sedikit bingung. "Kenapa?"

Storm menyandarkan tubuhnya santai. "Kalau mereka benar-benar musuh — Aryes pasti sudah meminta bantuanku."

Hening. Lalu Storm menatap lagi ke arah luar. "…Dan kalau mereka bukan musuh — mungkin galaksi ini lebih menarik dari yang kupikir."

More Chapters