Tak jauh dari pusat galaksi — wilayah di sekitar Sagittarius A* dipenuhi cahaya yang melengkung aneh.
Di tengah galaksi — lubang hitam supermasif itu berputar perlahan. Gelap. Memancarkan tekanan yang membuat banyak kapal menghindari wilayah tersebut.
Di dekatnya — terdapat sebuah planet kecil tandus. R 1 FR6. Planet sunyi tanpa kehidupan besar. Hanya batuan gelap dan badai debu kosmik.
---
Namun di atas salah satu datarannya — seorang pria berdiri diam.
Armor emas menyelimuti tubuhnya. Aura terang mengelilinginya seperti cahaya matahari. Rambutnya berkilau emas. Tatapannya tenang.
Rangers Orithrosvar. Mantan pendekar kekaisaran. Dan — guru pedang Tyrannons Galactive saat masih kecil.
Di tangannya — sebilah pedang panjang tertancap di tanah. Angin kosmik bertiup pelan. Jubahnya bergerak ringan.
---
Lalu — sebuah drone kecil berhenti di dekatnya. Memutar rekaman informasi.
"Rumor terbaru dari konstelasi Hydra." "Tyrannons Galactive dipastikan masih hidup." "Dan kini memiliki sekutu baru."
Rekaman berhenti.
Rangers tetap diam beberapa saat. "…Jadi kau kembali bergerak."
Ia perlahan mengangkat pandangannya ke arah langit. Ke pusat galaksi yang dipenuhi bintang.
---
Ingatan lama muncul. Seorang anak kecil berlatih pedang tanpa henti. Terus bangkit meski terjatuh. Tyrannons kecil.
Rangers menghela napas pelan. "Dia masih keras kepala seperti dulu."
Ia tahu. Tyrannons tidak akan pernah menyerah. Bahkan melawan ayahnya sendiri. Dan sekarang — ia mulai mengumpulkan sekutu lagi.
---
Rangers mencabut pedangnya perlahan. Cahaya emas langsung menyelimuti bilahnya.
"…Kalau begitu…" Tatapannya berubah serius. "…galaksi akan kembali bergejolak."
Ia bukan lagi bagian dari kekaisaran. Namun juga bukan bawahan Tyrannons. Rangers berjalan perlahan di dataran tandus itu.
Baginya — ia hanya ingin melihat satu hal. Apakah muridnya — benar-benar mampu mengguncang kekaisaran galaksi.
