Di antara asteroid konstelasi Ursa Major — sekelompok kapal bandit bergerak cepat mengelilingi Nexus. Lampu merah dari senjata mereka menyala satu per satu.
Di kapal utama bandit — berdiri seorang pria bertubuh besar dengan aura brutal yang menyesakkan. Jarien Visgo. Pemimpin kelompok bandit luar angkasa tersebut. Sebagian wajahnya tertutup masker besi gelap yang menutupi mulutnya. Namun dari balik celah masker itu — terlihat deretan gigi runcing dan tajam seperti monster buas.
Matanya menyeringai penuh kerakusan saat melihat Nexus di layar utama. "…Kapal itu — inti mesinnya pasti sangat mahal."
Beberapa anak buahnya tertawa kasar. Salah satu bandit berkata — "Kalau berhasil menjualnya, kita bisa hidup santai bertahun-tahun."
Jarien mengangkat tangannya perlahan. "Majuuu."
Puluhan kapal bandit langsung bergerak mendekati Nexus. Mesin mereka menyala terang. Meriam energi mulai diarahkan ke kapal besar itu.
Namun — tepat sebelum mereka mendekat — sebuah cahaya emas tiba-tiba melintas di depan armada bandit.
---
*BOOOOSSHH!! *
Semua kapal langsung berhenti mendadak. Seorang bandit membelalak. "Apa itu?!"
Di tengah luar angkasa — berdiri satu sosok berarmor emas hitam. Zero. Aura dingin menyelimuti tubuhnya. Tatapan helm merahnya mengarah lurus pada armada bandit.
Tanpa mengatakan apa pun — Zero mengangkat satu tangannya perlahan. Cahaya emas langsung berkumpul di depan tubuhnya.
Lalu —
*WHOOOOOMMM!! *
Sebuah perisai cahaya raksasa terbentuk di hadapan Zero. Perisai emas transparan itu memanjang luas seperti dinding energi. Beberapa serangan bandit langsung menghantamnya.
*BOOOMM!! BOOOOMM!! *
Seluruh ledakan hanya menciptakan riak kecil di permukaan perisai. Tidak ada satu pun serangan yang berhasil menembusnya.
Para bandit langsung terdiam.
Jarien menyipitkan matanya dari dalam kapal utama. "…Hanya satu orang?"
Zero tetap melayang tenang di depan mereka. Seolah armada bandit itu sama sekali bukan ancaman baginya. Cahaya emas dari perisainya terus bersinar di gelapnya luar angkasa.
