Cherreads

Chapter 589 - Monster di Konstelasi Scorpio

Konstelasi Scorpio — wilayah gelap yang dipenuhi asteroid merah dan kabut kosmik pekat. Armada Orion akhirnya memasuki area utama konstelasi tersebut. Puluhan kapal perang besar bergerak perlahan dengan formasi waspada. Lampu radar terus berkedip. Gangguan sinyal memenuhi seluruh sistem komunikasi.

Di kapal utama — Astralon berdiri tenang sambil menatap luasnya Scorpio dari jendela ruang komando. Tatapannya tajam. Seolah sedang mencari sesuatu di balik kegelapan itu.

Lalu — ia akhirnya berbicara. "Seluruh armada — tingkatkan kewaspadaan."

Perintah langsung menyebar ke semua kapal Orion. Karena Astralon tahu — Scorpio bukan konstelasi biasa. Wilayah ini dipenuhi ras makhluk buas yang hidup di ruang hampa.

Dan benar saja — beberapa detik kemudian — alarm bahaya langsung berbunyi keras.

*WEEEOOOONN!! *

Seorang operator membelalak melihat radar. "Makhluk asing mendekat cepat!"

Dari balik asteroid merah — muncul puluhan monster besar berbentuk kalajengking. Tubuh mereka dipenuhi cangkang hitam keras dengan mata merah menyala. Kaki-kaki tajam mereka bergerak merayap langsung di ruang hampa luar angkasa. Ekornya dipenuhi energi beracun berwarna ungu gelap.

"SCREEEEEEECHHH!!"

Monster-monster itu langsung menyerbu armada Orion. Beberapa menghantam kapal perang dengan brutal.

*BOOOMM!! *

"Pertahankan kapal!" "Tembak mereka!"

Pasukan Orion segera melepaskan tembakan energi. Ledakan demi ledakan memenuhi ruang angkasa Scorpio. Namun jumlah monster terlalu banyak. Beberapa kalajengking raksasa mulai memanjat permukaan kapal perang. Cakar mereka merobek lapisan logam luar.

Para prajurit mulai panik. "Mereka mencoba masuk ke dalam kapal!" "Cepat tahan pintu sektor tiga!"

Suasana armada langsung kacau.

---

Berbeda dengan yang lain — Astralon justru keluar menuju bagian atas kapal utama. Angin energi luar angkasa mengibaskan jubahnya. Ia berdiri tenang di atas kapal perang raksasa sambil memandang monster-monster Scorpio itu. Ekspresinya sama sekali tidak panik.

"…Jadi beginikah sambutan Scorpio."

Seekor monster kalajengking besar melesat ke arahnya. Astralon bahkan tidak bergerak. Baginya — monster-monster itu hanyalah makhluk biasa.

Tatapannya perlahan mengarah lebih jauh ke dalam gelapnya konstelasi Scorpio. Matanya menyipit.

"…Aku bisa merasakannya."

Aura besar samar tersembunyi jauh di dalam Scorpio. Sesuatu yang jauh lebih kuat dibanding monster-monster ini. Sesuatu yang mungkin — menguasai seluruh konstelasi Scorpio.

More Chapters