Setelah armada gabungan Ursa Major dan Ursa Minor pergi menuju medan perang — istana Ursa Major tetap terasa tegang. Langit luar istana kini jauh lebih sunyi tanpa kapal perang yang berjaga sebanyak sebelumnya.
Di dalam ruang rapat utama — suasana terasa serius. Ruangan besar itu dipenuhi simbol konstelasi Ursa. Meja panjang bercahaya membentang di tengah aula. Dan di sekelilingnya — para petinggi Ursa Major duduk dengan wajah penuh kekhawatiran.
Callisto duduk di kursi utamanya dengan anggun. Namun sorot matanya menunjukkan kegelisahan. Sedangkan Aryes duduk tidak jauh darinya sambil mendengarkan situasi galaksi saat ini.
Beberapa petinggi Ursa membahas pergerakan kekaisaran dengan nada khawatir. Mereka tahu — jika perang besar benar-benar pecah — Ursa Major bisa ikut terseret.
---
Callisto akhirnya berbicara pelan pada Aryes. "…Melawan kekaisaran sama saja mengakhiri konstelasi sendiri."
Aryes terdiam mendengarnya.
Callisto menatap layar hologram galaksi di depan mereka. "Banyak konstelasi memilih tunduk. Bukan karena mereka lemah. Tapi karena mereka tahu betapa mengerikannya kekaisaran."
Suasana rapat menjadi sunyi.
Beberapa detik kemudian — tatapan Callisto berubah lebih dingin. "Meski begitu — aku juga tidak ingin tunduk." Aura mulai terasa dari tubuhnya. "Oreons terlalu kejam. Dia bisa menghancurkan satu konstelasi tanpa ragu."
Aryes memperhatikan dengan serius.
---
Salah satu petinggi Ursa perlahan berbicara. "…Meski sebenarnya itu hanya cerita."
Callisto sedikit terdiam. Lalu mengangguk pelan. "Benar." Tatapannya menyipit kecil. "Karena Oreons sendiri — bahkan hampir tidak pernah bergerak."
Ucapan itu membuat Aryes sedikit terkejut.
Callisto melanjutkan. "Yang selama ini bergerak hanyalah 13 jenderal utama kekaisaran. Dan itu saja sudah cukup membuat seluruh galaksi ketakutan."
---
Aryes akhirnya memahami sesuatu. Jadi nama Oreons bukan hanya menakutkan karena kekuatannya. Namun juga karena kekaisaran yang ia bangun. Sistem perang yang mampu menekan seluruh galaksi tanpa sang penguasa perlu turun tangan sendiri.
Aryes perlahan menghela napas. "…Jadi seperti itu."
Ia sebelumnya mengira Oreons sendiri sering menghancurkan konstelasi. Tapi ternyata — hanya keberadaan para jenderalnya saja — sudah cukup membuat galaksi tunduk.
