Ruang rapat galaksi masih berlangsung di tengah suasana tegang. Para pemimpin konstelasi terus membahas keadaan galaksi yang semakin kacau. Beberapa membicarakan pemberontakan Tyrannons. Yang lain mulai khawatir mengenai pergerakan entitas asing dari Scorpio.
Di salah satu kursi rapat — Tarxos Seraphel mendadak terdiam. Pemimpin teknologi terbesar di galaksi itu perlahan menyipitkan matanya.
Di samping kepalanya — muncul cahaya hologram kecil berbentuk lingkaran. Suara wanita lembut terdengar pelan. "…Tuan Tarxos."
Itu adalah Nala. AI super canggih milik Tarxos yang terhubung dengan banyak sistem teknologi di galaksi.
Tarxos tetap duduk tenang tanpa menarik perhatian peserta lain. "Ada apa?"
Mata hologram Nala berkedip biru. "Aku mendeteksi pergerakan tidak biasa di lorong bagian timur istana."
Tarxos langsung sedikit tertarik. "Pergerakan?"
Nala segera menampilkan data kecil hanya untuknya. "Beberapa individu sedang dikejar Pasukan Emas. Jalur mereka mengarah mendekati sistem pusat istana."
Tarxos perlahan menyandarkan tubuhnya ke kursi. Tatapannya berubah lebih serius. Jika Pasukan Emas sampai bergerak diam-diam — berarti ada sesuatu yang tidak ingin diumumkan oleh kekaisaran.
Lord Rylos yang duduk tidak jauh darinya bahkan sempat melirik. "…Kau terlihat berpikir keras."
Tarxos hanya menjawab santai. "…Hanya ada sesuatu yang merepotkan."
