Cherreads

Chapter 694 - Kembali ke Urco Tastarius

Cahaya warp raksasa memenuhi langit Urco Tastarius. Puluhan. Ratusan. Hingga ribuan lingkaran teleportasi terbuka secara bersamaan di atas planet pusat galaksi. Armada-armada kekaisaran mulai bermunculan satu demi satu. Mereka kembali dari berbagai wilayah konflik yang sebelumnya mengguncang galaksi. Ursa Major. Aquila. Dan berbagai sektor lainnya.

Di antara seluruh armada itu. Satu armada emas menjadi pusat perhatian. Armada milik Pasukan Emas. Pasukan elit yang berada langsung di bawah komando Rangers Orithrosvar.

Di pelabuhan luar angkasa utama. Ribuan prajurit kekaisaran telah berbaris rapi. Mereka berdiri tegak tanpa bergerak. Menunggu kedatangan para petinggi militer kekaisaran.

Kemudian pintu hanggar utama terbuka. Langkah kaki terdengar bergema. Dan sosok pertama yang keluar adalah Rangers. Jubah emasnya bergerak perlahan. Tatapannya tetap tenang seperti biasa. Tidak menunjukkan kelelahan meski baru saja menghentikan konflik besar di Ursa Major.

Saat melihatnya. Seluruh prajurit langsung memberi hormat. "Salam kepada Jenderal Rangers!" Suara mereka bergema di seluruh area pelabuhan.

Rangers hanya mengangguk kecil.

---

Di belakangnya —

Thraxor berjalan dengan kedua tangan berada di balik jubahnya. Wajahnya terlihat jauh lebih santai dibanding saat berada di medan perang. "Ah..." Ia menghela napas panjang. "Akhirnya kembali juga."

Ursa Major benar-benar melelahkan baginya. Bukan karena pertarungan. Melainkan karena hasil akhirnya. Misinya membawa Tyrannons kembali ke kekaisaran. Dan misi itu gagal total. Tyrannons berhasil lolos. Bahkan semakin jauh dari pengaruh kekaisaran.

Meski Rangers tidak menyalahkannya. Tetap saja. Sebagai seorang jenderal utama — kegagalan tetaplah kegagalan. Namun setidaknya. Perang berhasil dihentikan. Dan itu sedikit mengurangi beban pikirannya.

---

Di belakang Thraxor —

Kaidles berjalan dengan ekspresi yang jauh berbeda. Wajahnya serius. Beberapa prajurit yang mengenalnya langsung memilih diam. Mereka tahu suasana hati Kaidles sedang buruk.

Pikirannya masih dipenuhi satu sosok. Asgard. Penjaga Aquila. Setiap kali mengingat pertarungan itu. Rahang Kaidles langsung mengeras.

Ia kalah. Meski pertarungan dihentikan sebelum hasil akhirnya benar-benar ditentukan. Di dalam hatinya — ia sudah mengetahui jawabannya. Jika pertarungan terus berlanjut. Kemungkinan besar dirinya akan tumbang lebih dulu.

Dan bagi seorang jenderal utama kekaisaran — itu adalah penghinaan besar.

"Aku harus lebih kuat," gumamnya pelan. Ia tidak peduli siapa lawannya. Asgard. Zodiac. Atau siapa pun. Kaidles tidak ingin mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya.

Karena di dalam kekaisaran. Kekuatan adalah segalanya. Jika seorang jenderal menunjukkan kelemahan — maka jenderal lain akan mengetahuinya. Dan jika mereka mengetahuinya — rasa hormat akan berkurang. Itulah budaya yang sudah lama mengakar di kekaisaran.

---

Di sisi lain —

Langkah logam berat terdengar dari belakang.

*DUMM... DUMM... DUMM... *

Golden Mech Z-1501 berjalan keluar dari hanggar. Tubuh emas raksasanya memantulkan cahaya matahari buatan yang menyinari pelabuhan. Banyak prajurit langsung menoleh. Meskipun mereka sering mendengar namanya. Tidak banyak yang pernah melihatnya secara langsung.

Karena Z-1501 bukan sekadar robot perang. Ia adalah perwira Pasukan Emas. Salah satu aset militer paling berharga yang dimiliki kekaisaran.

Mata birunya bergerak perlahan. Menganalisis area sekitar. "Seluruh sistem normal," ucapnya. Suara mekanis itu langsung membuat beberapa prajurit berdiri lebih tegak.

---

Tidak jauh dari sana. Beberapa perwira mulai memperhatikan satu hal. Hydra tidak terlihat.

Dan memang. Sang Penakluk Konstelasi tidak ikut kembali bersama mereka. Bukan karena ada masalah. Melainkan karena memang begitulah sifat Hydra. Jika diberi pilihan antara menghadiri rapat di istana... atau memimpin armada untuk menaklukkan sebuah wilayah baru... Hydra akan memilih pilihan kedua tanpa berpikir.

Baginya. Ruang rapat terlalu membosankan. Ia lebih menyukai suara meriam. Ledakan perang. Dan ekspansi wilayah. Karena itulah sebagian besar waktunya dihabiskan bersama armada penaklukannya. Menjelajahi galaksi. Mencari wilayah baru untuk ditaklukkan.

---

Sementara itu —

Rangers terus berjalan menuju kompleks istana. Para prajurit membuka jalan. Tidak ada yang berani menghalangi. Karena mereka semua tahu. Jika Rangers kembali secepat ini menggunakan jaringan teleportasi kekaisaran — maka kemungkinan besar rapat besar akan segera dimulai.

Dan mengingat kondisi galaksi saat ini... pembahasan mereka tidak akan sederhana. Ursa Major memang telah tenang. Aquila juga telah berhenti berperang.

Namun di balik semua itu — masih ada banyak masalah yang belum terselesaikan. Terutama satu nama yang kini mulai menarik perhatian semua pihak. Scorpio.

Sebuah konstelasi yang masih dipenuhi misteri.

More Chapters