Antares. Bintang merah raksasa yang menjadi pusat Konstelasi Scorpio. Semakin dekat Ginga Stars bergerak — semakin jelas terlihat betapa mustahilnya tempat itu.
Lautan plasma merah membentang sejauh mata memandang. Semburan energi raksasa terus meletus dari permukaan bintang. Gelombang panas melintasi ruang angkasa. Dan gravitasi luar biasa dari Antares mulai menarik segala sesuatu di sekitarnya.
Di tengah kondisi yang mengerikan itu. Ginga Stars terus melaju.
*WEEEEEEEEEE— WEEEEEEEEEE— WEEEEEEEEEE— *
Seluruh kokpit dipenuhi suara peringatan. Lampu merah berkedip tanpa henti. Berbagai sistem mulai melaporkan kondisi kritis.
*PERINGATAN. SUHU EKSTERNAL MENINGKAT. TEKANAN ENERGI MELAMPAUI BATAS NORMAL. INTEGRITAS LAPISAN PELINDUNG MENURUN. *
Panel-panel kendali bergetar. Bahkan rangka utama Ginga Stars mulai mengeluarkan suara logam yang menegang akibat tekanan luar biasa. Namun mecha raksasa itu tetap bergerak.
Ginga Stars bukan mecha biasa. Jika mecha lain berada di posisi yang sama — kemungkinan besar mereka sudah meleleh. Atau bahkan hancur sebelum mencapai Antares. Tetapi Ginga Stars terus bertahan. Lapisan pelindungnya bersinar merah terang. Sistem pendinginnya bekerja hingga batas maksimal. Dan inti energinya masih menjaga kestabilan struktur mecha.
Di ruang pilot. Proxi R-10 menatap puluhan layar sekaligus. Data terus bergerak. Angka terus berubah. Kesalahan sekecil apa pun dapat menyebabkan bencana. Karena mereka tidak sedang menyerap energi dari reaktor biasa. Mereka sedang mencoba menyerap energi sebuah bintang. Dan bukan sembarang bintang. Antares.
"Menyesuaikan stabilisasi inti," ucap Proxi. "Memulai sinkronisasi lapisan penyerapan." Tangannya bergerak cepat di atas panel holografik. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Tidak ada kesempatan kedua.
---
Sementara itu. Di bagian belakang kokpit —
Arabels duduk diam di kursinya. Biasanya ia akan membantu Proxi. Biasanya ia akan ikut menganalisis data. Namun kali ini tidak. Pikirannya berada di tempat lain. Storm.
Tatapannya terus mengarah ke layar pengamatan luar. Meski ia tahu jarak mereka sudah terlalu jauh untuk melihat pertarungan dengan jelas. Ia tidak bisa berhenti memikirkannya. Tiga Zodiac. Dan Storm menghadapi mereka sendirian.
Arabels menggenggam kedua tangannya. "Jangan kalah ya..." gumamnya pelan. Ia mencoba fokus. Namun gagal. Pikirannya selalu kembali ke arah yang sama.
Hingga akhirnya. Suara Proxi terdengar dari depan.
"Nona Arabels."
Gadis itu sedikit tersentak. "Hah?"
Proxi tidak menoleh. Matanya tetap fokus pada data. "Anda sudah diam selama dua belas menit empat puluh tiga detik."
Arabels berkedip. "...Kau menghitungnya?"
"Tentu saja," jawab Proxi. "Itu pekerjaanku."
Arabels hanya menghela napas.
Proxi kembali berbicara. "Berhentilah terlihat seperti dunia akan berakhir."
Arabels menatap robot itu. "Aku sedang khawatir."
"Saya tahu."
"Storm sedang melawan tiga Zodiac."
"Saya juga tahu."
Arabels kembali menunduk. Namun kali ini. Proxi akhirnya menoleh ke arahnya.
"Kalau kita berhasil," katanya.
Arabels mengangkat kepala. "Berhasil apa yang kau maksud?"
"Menyerap energi Antares." Proxi menunjuk layar utama. "Kalau proses ini berhasil — Ginga Stars akan kembali memiliki energi. Bahkan jauh lebih besar daripada sebelumnya."
Arabels mulai memahami maksudnya.
Dan Proxi melanjutkan. "Kita akan kembali. Kita akan membantu Tuan Storm."
Mata Arabels sedikit berbinar. "Kita akan kembali?"
Proxi mengangguk. "Tentu saja. Saya tidak berniat membiarkannya melawan tiga Zodiac sendirian terlalu lama."
Arabels tersenyum kecil. "Terdengar bagus." Kemudian senyumnya kembali memudar sedikit. "Kalau kita berhasil." Karena kenyataannya tetap sama. Peluang keberhasilan mereka masih kecil. Menyerap energi Antares bukan sesuatu yang pernah dilakukan sebelumnya. Bahkan teori mengenai hal itu hampir tidak pernah diuji.
Namun kali ini. Entah kenapa. Arabels memilih mempercayainya. Mempercayai Storm. Mempercayai Proxi. Dan memercayai Ginga Stars.
---
Sementara itu. Di luar kokpit —
Antares memenuhi seluruh pandangan. Bintang merah raksasa itu kini terlihat seperti dunia tanpa batas. Dan tepat di depan Ginga Stars. Sebuah cincin mekanis raksasa perlahan terbuka. Komponen-komponen kuno mulai bergerak. Sistem penyerapan energi aktif. Cahaya merah menyala di sepanjang tubuh mecha.
Lalu sebuah suara mekanis bergema di seluruh kokpit.
*MODE PENYERAPAN BINTANG: AKTIF. *
Proxi langsung menegakkan tubuhnya. "Ini dia."
Arabels menahan napas.
Di depan mereka. Antares terus memancarkan kekuatan yang hampir tak terbatas.
