Cherreads

Chapter 793 - Di Ambang Peperangan

Ruang angkasa Konstelasi Draco dipenuhi keheningan yang menyesakkan. Tidak ada satu pun pihak yang bergerak. Tetapi semua orang mengetahui... Peperangan dapat dimulai kapan saja.

Armada Kekaisaran mengaktifkan seluruh meriam energi mereka. Armada Tartanos membentuk formasi pertahanan. Sementara Nexus S-4473 tetap berada di belakang, bersiaga menghadapi segala kemungkinan.

Di garis paling depan... Tyrannons menggenggam pedangnya dengan erat. Tatapannya tidak pernah lepas dari Dargon Astagon. Ia tahu, sekali Raja Naga itu memberi perintah, ribuan naga akan menyerbu tanpa ragu.

Di sisi lain... Maxtis Xorgat perlahan mengangkat kedua pedang kembarnya. Demonic Twin Swords memancarkan aura gelap yang pekat. Meski pertarungannya dengan Storm tertunda, naluri bertarungnya tetap siaga. Baginya... Siapa pun yang mengancam Kekaisaran adalah musuh.

Sementara itu... Storm melangkah maju satu langkah. Ia menghunuskan Pedang Ashura lurus ke depan. Cahaya merah dari pedang itu membelah kegelapan ruang angkasa. Tatapannya tetap tertuju pada Dargon. Tidak ada sedikit pun keraguan di matanya.

---

Berbeda dengan semua orang yang telah bersiap. Dargon justru tidak bergerak. Ia tetap melayang dengan tenang. Kedua sayap emasnya terbentang megah. Tatapannya dingin. Meski begitu... Tekanan yang dipancarkan dari tubuhnya terus meningkat. Tanpa perlu mengangkat senjata. Tanpa perlu mengeluarkan teknik apa pun. Keberadaannya saja sudah cukup membuat ruang di sekitarnya terasa berat.

Di samping Storm... Napstylea mengepalkan tangannya. Alarm kecil berbunyi di dalam Armor Silver. *Peringatan. Tekanan mental terdeteksi. Mengaktifkan Perisai Psikis. * Lapisan cahaya keperakan segera menyelimuti helm dan tubuh Napstylea. Ia menarik napas panjang. "Tekanan ini..." gumamnya pelan. "Bukan hanya kekuatan fisik. Dia juga mencoba mengguncang mental lawannya." Meski perisai armornya berhasil menahan sebagian besar pengaruh tersebut, Napstylea tetap dapat merasakan betapa mengerikannya aura Raja Naga.

Di kejauhan... Ribuan naga terus berputar di atas mereka. Sayap-sayap raksasa memenuhi langit Konstelasi Draco. Mata mereka semua tertuju pada Dargon. Tidak satu pun yang bergerak. Tidak satu pun yang mengeluarkan raungan. Mereka hanya menunggu. Menunggu satu perintah. Dan ketika perintah itu diberikan... Seluruh pasukan naga akan menyerbu tanpa ragu.

Ketegangan memenuhi setiap sudut konstelasi. Baik Kekaisaran, Pemberontak Tartanos, maupun tim X.A.R.A memahami satu kenyataan. Mereka hanya tinggal selangkah lagi dari peperangan yang dapat mengguncang seluruh Konstelasi Draco.

More Chapters