Cherreads

Chapter 796 - Dugaan Sang Kaisar

Aula utama Istana Kekaisaran Urco Tastarius masih dipenuhi oleh para penguasa dan petinggi galaksi. Perdebatan yang sama terus berulang. Topiknya tidak berubah. Tyrannons. Sebagian besar penguasa menuntut agar pemimpin pemberontak itu segera ditangkap. Beberapa di antara mereka bersikeras agar Tyrannons dihukum di depan seluruh rakyat galaksi sebagai contoh bagi siapa pun yang berniat melawan Kekaisaran.

Di atas singgasananya... Oreons duduk sambil menopang dagunya. Wajahnya menunjukkan kebosanan yang jarang diperlihatkannya. "Menangkap Tyrannons..." gumamnya pelan. Pembahasan itu kembali terdengar. Dan lagi. Dan lagi. Oreons sebenarnya ingin menolak tuntutan mereka. Jauh di dalam hatinya, Tyrannons tetaplah putranya. Namun sebagai Kaisar Galaksi... Ia tidak bisa menunjukkan keberpihakan. Ia harus bersikap tegas. Meski keputusan itu terasa berat.

Saat suasana rapat masih berlangsung... Pintu aula tiba-tiba terbuka. Beberapa orang menoleh. Yllarxa masuk dengan langkah cepat. Napasnya sedikit terengah setelah berlari melewati koridor istana. Matanya langsung tertuju pada Oreons. "Yang Mulia!" panggilnya.

Oreons mengalihkan pandangan. Melihat Yllarxa, ekspresinya sedikit melunak. Ia perlahan berdiri dari singgasananya. "Kau datang tepat waktu," katanya santai. "Aku sudah muak mendengar pembahasan ini." Beberapa petinggi galaksi hanya bisa terdiam mendengar ucapan sang kaisar. Oreons berjalan turun dari singgasananya. Lalu mengulurkan tangan kepada Yllarxa. "Ayo. Kita berjalan sebentar. Aku perlu menenangkan pikiranku."

Yllarxa tidak bergerak. Bahkan ketika Oreons hendak melangkah, gadis itu justru menahan tangannya. Oreons berkedip. Yllarxa jarang sekali melakukan hal seperti itu. "Ada apa?" tanya Oreons.

Yllarxa menarik napas panjang. "Ini penting." Ekspresinya serius. "Masalah Konstelasi Draco."

Mendengar nama itu, Oreons menghentikan langkahnya. Yllarxa segera menjelaskan rumor yang baru saja didengarnya dari Sebastian. Tentang cahaya aneh yang terlihat dari kejauhan. Tentang armada-armada yang diduga berkumpul di wilayah yang biasanya sunyi. Tentang Draco yang kini menjadi perhatian banyak prajurit patroli.

Awalnya... Oreons hanya mendengarkan sambil lalu. Namun semakin lama Yllarxa berbicara... Ekspresinya perlahan berubah. Tatapannya yang semula bosan menjadi tajam. Aula yang ramai perlahan terasa sunyi. Para petinggi galaksi memperhatikan perubahan sikap sang kaisar. Setelah Yllarxa selesai menjelaskan... Oreons terdiam beberapa saat. Kemudian ia menghela napas panjang. "...Maxtis." gumamnya.

Yllarxa memiringkan kepala. Oreons memejamkan mata sejenak. Lalu mengusap dahinya. "Aku bisa menebaknya. Ini pasti ulah Maxtis." Beberapa petinggi galaksi saling berpandangan. Oreons membuka matanya kembali. "Dia diberi tugas sederhana. Cari sumber tekanan kuat yang mengguncang galaksi. Lalu laporkan." Ia menggeleng pelan. "Tapi karena dia Maxtis... Sangat mungkin dia justru berakhir menantang seseorang bertarung."

Yllarxa terdiam mendengarkan. Semakin dipikirkan... Dugaan itu memang masuk akal. Maxtis dikenal sebagai jenderal yang terlalu menyukai pertempuran. Bahkan ketika sedang menjalankan tugas resmi. Oreons menyilangkan kedua tangannya. "Dan jika pertarungan itu terjadi di Draco..." Tatapannya semakin tajam. "Maka para naga di sana pasti ikut bergerak." Ia menatap ke arah jendela besar aula yang memperlihatkan hamparan galaksi. Firasat buruk mulai muncul dalam benaknya. Jika Maxtis benar-benar memicu konflik di Draco... Maka apa yang terjadi di sana mungkin jauh lebih besar daripada sekadar misi pencarian biasa.

More Chapters