Cherreads

Chapter 801 - Medan Perang yang Menanti

Di Sistem Bintang Gamma Draconis... Suasana berubah menjadi sangat mencekam. Ribuan naga memenuhi ruang angkasa. Sayap-sayap mereka membentang, menutupi cahaya bintang di sekitarnya. Di barisan paling depan... Dargon melayang dengan tenang. Di sampingnya berdiri Nyxdess. Sementara Zyron, yang telah dihidupkan kembali, menatap tajam ke arah Storm.

Tidak ada satu pun naga yang bergerak. Namun tekanan yang mereka pancarkan telah memenuhi seluruh medan perang. Di sisi lain... Storm melayang dengan Armor Skycrimson yang kembali aktif. Pedang Ashura berada dalam genggamannya. Tatapannya lurus mengarah kepada Dargon.

"Aku sudah mengatakannya. Aku tidak akan gentar menghadapi ancaman apa pun. Kalau kalian berniat menghancurkan Draco... Kalau begitu aku akan menghentikan kalian di sini." Suara Storm bergema di ruang angkasa. Tak sedikit naga yang mulai menggeram mendengar tantangan itu. Namun Dargon tetap diam. Ia hanya memperhatikan manusia di hadapannya dengan sorot mata yang sulit ditebak.

Tak jauh dari sana... Tyrannons menggenggam pedangnya semakin erat. Tatapannya berpindah dari Dargon menuju Zyron. Lalu kembali mengamati ribuan naga yang mengelilingi mereka. "Aku harus menjadi lebih kuat..." gumamnya pelan. Jika ingin menghadapi para Jenderal Utama Kekaisaran... Ia tahu dirinya tidak boleh berhenti berkembang. Pertarungan melawan para naga mungkin menjadi kesempatan terbaik untuk menguji batas kemampuannya.

Di belakang Tyrannons... Rea memandangnya dengan cemas. "Jangan terlalu memaksakan dirimu Tyrannons..." ucapnya lirih. Astralon juga tetap siaga. Ia memberi isyarat kepada armada Orion untuk mempertahankan formasi. Belum ada yang tahu siapa yang akan menyerang lebih dahulu. Karena itu, mereka harus siap menghadapi segala kemungkinan.

---

Sementara itu... Di sisi armada Kekaisaran. Maxtis Xorgat hanya berdiri sambil menyilangkan kedua lengannya. Tatapannya menyapu seluruh barisan naga. Kemudian... Seringai lebar muncul di wajahnya. "Menarik... Aura kalian memang tidak mengecewakan." Tangannya perlahan meraih kedua pedang kembarnya. Demonic Twin Swords. Kedua bilah itu memancarkan aura gelap yang membuat ruang di sekitarnya bergetar. Maxtis tertawa pelan. "Sudah lama sekali... aku tidak melihat lawan sebanyak ini." Tatapannya dipenuhi semangat bertarung. "Aku akan mengalahkan kalian semua."

Ucapan itu membuat beberapa naga mulai menggeram. Namun Dargon masih belum memberi perintah. Ia tetap berdiri tanpa bergeming. Seolah sedang menilai seluruh musuh yang berada di hadapannya.

Di kejauhan... Kapal Nexus S-4473 terus mengamati keadaan. Aryes memandang layar utama dengan wajah serius. "Semuanya sudah berada di batasnya..."

Proxi mengangguk. "Analisis menunjukkan... Jika salah satu pihak memulai serangan... Pertempuran berskala konstelasi tidak dapat dihindari."

Seluruh anggota X.A.R.A. menahan napas. Tak ada lagi ruang untuk negosiasi. Tak ada lagi jalan mundur. Di bawah cahaya Gamma Draconis... Manusia, pemberontak, Kekaisaran, dan ras naga saling berhadapan.

More Chapters