Cherreads

Chapter 808 - Keributan di Arena Kekaisaran

Malam di Urco Tastarius masih terasa tenang. Di balkon istana... Oreons menoleh ke sampingnya. Yllarxa yang sejak tadi menemaninya ternyata telah tertidur lelap. Wajah gadis itu terlihat damai, seolah seluruh kegelisahan yang memenuhi pikirannya untuk sementara menghilang. Oreons tersenyum tipis. "Sepertinya kau benar-benar kelelahan," ucapnya pelan.

Dengan hati-hati, ia membungkukkan badan. Lalu mengangkat Yllarxa ke dalam gendongannya agar tidurnya tidak terganggu. Tanpa membangunkannya sedikit pun... Oreons berjalan melewati lorong-lorong istana menuju kamar.

Semakin jauh ia melangkah, suasana istana terasa semakin aneh. Para pelayan yang berpapasan dengannya langsung menundukkan kepala. Beberapa bahkan tampak gemetar. Tidak seperti biasanya. Oreons menghentikan langkahnya. "Ada apa? Mengapa kalian terlihat begitu gugup?"

Tak seorang pun berani menjawab. Hingga akhirnya... Seorang pria tua melangkah maju. Ia membungkukkan badan dengan hormat. "Yang Mulia." Sebastian. Kepala pelayan Istana Urco Tastarius.

Oreons memandangnya. "Jelaskan."

Sebastian mengangguk pelan. "Telah terjadi keributan di arena pertarungan Kekaisaran." Alis Oreons sedikit berkerut. "Keributan?"

"Ya. Ada seseorang yang sangat kuat datang ke arena. Ia menantang para perwira Kekaisaran untuk bertarung." Sebastian menghela napas. "Hasilnya... Seluruh perwira yang menghadapinya telah dikalahkan."

Oreons tetap tenang mendengarnya. Namun Sebastian belum selesai. "Yang membuat kami khawatir... bukan orang itu."

Oreons menatapnya dengan bingung. "Lalu siapa?"

Sebastian menelan ludah. "Jenderal Rhythm dan Jenderal Thraxor. Mereka sedang berdebat. Keduanya ingin menghadapi orang tersebut."

Suasana lorong menjadi sunyi. Sebastian melanjutkan dengan wajah serius. "Kalau salah satu dari mereka turun ke arena... Kerusakan yang terjadi akan sangat besar. Kekuatan mereka terlalu jauh melampaui para perwira. Bahkan... Setengah wilayah planet ini bisa hancur apabila mereka bertarung tanpa menahan diri."

Oreons terdiam. Ia perlahan mengembuskan napas panjang. "...Jadi seperti ini akibatnya," gumamnya. Ia baru menyadari bahwa membiarkan para jenderal tanpa tugas ternyata bukanlah keputusan yang sepenuhnya baik. Mereka bukan tipe orang yang bisa duduk diam. Rhythm selalu mencari hiburan. Thraxor selalu mencari lawan yang lebih kuat. Dan ketika keduanya berada di tempat yang sama... Masalah hampir pasti akan muncul.

Oreons menggeleng pelan. "Mereka benar-benar lebih menyukai pertarungan daripada menghadiri rapat galaksi." Nada suaranya terdengar pasrah.

Sebastian hanya tersenyum tipis. "Kurasa... Yang Mulia sudah sangat mengenal sifat mereka."

Oreons kembali melangkah sambil tetap menggendong Yllarxa yang masih tertidur. "Aku akan menuju arena." Tatapannya berubah lebih serius. Ia harus menghentikan keributan itu sebelum dua jenderal utamanya benar-benar mengubah arena pertarungan menjadi bencana bagi Urco Tastarius.

More Chapters