Di atas Gamma Draconis... Ice Dragon perlahan mengepakkan puluhan sayapnya.
*FWOOM! *
Gelombang udara dingin menyebar ke seluruh langit Draco. Tubuh raksasanya bergerak melintasi ruang angkasa. Bayangannya bahkan hampir menutupi sebagian besar wilayah Gamma Draconis. Para prajurit dari berbagai armada hanya bisa memandang dengan takjub.
Zyron menatap ke atas. Ia menyadari perbedaan kekuatan mereka. Ice Dragon jauh lebih besar darinya. Dan dari tekanan energi yang dipancarkan makhluk itu... Zyron tahu dirinya tidak akan mudah menang. "Jadi ini kekuatan yang kau panggil..."
Zyron mengepakkan keenam sayapnya. Ia tidak mencoba bertarung secara langsung. Ketika Ice Dragon menggerakkan salah satu sayapnya, gelombang es langsung menyapu ruang di sekitarnya. Zyron segera menghindar.
*FWOOSH! *
Serpihan es melewati tubuhnya. Ia berputar dan menghindari serangan berikutnya. Satu demi satu serangan es terus datang. Zyron hanya bisa bergerak cepat. "Kalau aku terus melawannya... Aku yang akan kalah."
Kemudian pandangan Zyron beralih. Storm. Ia melihat Storm melayang tidak jauh dari Arabels dan Napstylea. Tubuh Storm masih terlihat lemah. Zyron langsung mendapatkan sebuah gagasan. "Ice Dragon itu dikendalikan olehnya. Kalau aku menjatuhkan Storm... makhluk itu akan menghilang."
Zyron langsung mengubah arah. Ia meninggalkan Ice Dragon dan melesat menuju Storm.
"Storm!" Arabels langsung terkejut. "Dia datang!" Napstylea mengaktifkan sistem pertahanan armornya.
Sebelum Zyron berhasil mendekat—
*ROOOOOAR! *
Ice Dragon menyadari pergerakannya. Puluhan sayapnya bergerak bersamaan. Tubuh raksasa itu langsung berbalik.
Zyron menoleh. "Apa?!" Rahang Ice Dragon terbuka lebar. Energi es berkumpul di dalam mulutnya.
Zyron langsung mempercepat gerakannya. Namun Ice Dragon sudah berada tepat di belakangnya. Rahang raksasa itu hampir menutup tubuh Zyron.
*KRAAASH! *
Zyron berhasil menghindar pada detik terakhir. Ia segera menjauh. "Makhluk itu..." Zyron menatap Ice Dragon dengan waspada. Ia akhirnya memahami sesuatu. Ice Dragon bukan sekadar senjata. Makhluk itu menjaga Storm sebagai pusat kendalinya. Selama Zyron mencoba mendekati Storm... Ice Dragon akan mengejarnya.
Zyron menggeram. "Jadi kau tidak akan membiarkanku menyentuhnya..."
Ice Dragon kembali menghadap Zyron. Storm yang berada jauh di belakang hanya mengamati. Napasnya masih berat. Namun ia memahami bahwa Ice Dragon telah melakukan tugasnya. Zyron tidak dapat mendekatinya. Ia terpaksa kembali melarikan diri dari serangan naga es tersebut.
Sementara itu... Bayangan Ice Dragon kembali menutupi sebagian Gamma Draconis. Pertarungan kini berubah menjadi pengejaran.
