Storm berdiri di hadapan Zyron. Pedang es masih berada di tangan kanannya. Kemudian... Storm mengangkat tangan kirinya. Cahaya merah muncul di telapak tangannya.
*FWOOSH! *
Pedang Ashura muncul dan langsung berada dalam genggamannya. Kini Storm memegang dua pedang. Pedang es di tangan kanan. Pedang Ashura di tangan kiri. Aura biru Ice Emperor masih menyelimuti tubuhnya. Namun perlahan... Sebagian aura tersebut berubah menjadi merah.
*BOOOOM! *
Energi merah dan biru bercampur di sekitar tubuh Storm. Suhu ruang di sekelilingnya berubah secara drastis. Sebagian membeku. Sebagian lainnya dipenuhi tekanan energi Ashura.
Storm menundukkan kepalanya. Ia mengangkat kedua pedangnya. "Kalau begitu... Kita akhiri sekarang." Tekanan energinya meningkat.
Zyron yang melihat perubahan tersebut langsung terdiam. Matanya melebar. Ia dapat merasakan kekuatan Storm meningkat secara drastis. "Dia menggabungkan dua kekuatan..." Zyron mundur perlahan. "Aku tidak boleh menerima serangan itu."
Storm melesat maju.
*FWOOSH! *
Zyron langsung berbalik dan terbang menjauh. Storm berhenti sesaat. "Dia kabur?"
Zyron terus melarikan diri ke angkasa. Ia tidak peduli lagi dengan harga dirinya. Kekuatan yang terpancar dari Storm terlalu besar. Jika menerima serangan langsung... Ia tidak yakin tubuhnya mampu bertahan.
Arabels melihat kejadian itu dengan terkejut. "Zyron... melarikan diri?"
Napstylea mengangguk. "Dia menyadari perbedaan kekuatan mereka."
Storm menggenggam kedua pedangnya lebih erat. Aura merah dan biru kembali berputar di sekeliling tubuhnya. Storm tidak mengejar secara membabi buta. Ia menatap Zyron dari kejauhan. "Kalau kau ingin melarikan diri..." Storm mengarahkan kedua pedangnya. "...aku akan tetap mengejarmu."
Di kejauhan, Zyron terus terbang. Namun kini ia sadar... Storm tidak lagi bertarung hanya dengan Ice Emperor. Ia telah menggabungkan kekuatan Ice Emperor dengan Ashura.
