Cherreads

Chapter 866 - Setelah Pertarungan

Cahaya putih kebiruan yang menyelimuti tubuh Storm perlahan meredup. Api kosmik yang sebelumnya memenuhi Gamma Draconis mulai menghilang. Tubuhnya kehilangan kekuatan. Kedua tangannya terkulai. Pandangan Storm mulai kabur.

Napstylea langsung melesat ke arahnya. Tubuh Xyrares Vonalys perlahan berubah. Energi kosmik menghilang dari tubuhnya. Wujud monster api tersebut menyusut hingga akhirnya kembali menjadi seorang manusia. Rambut Storm kembali menjadi putih. Ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk mempertahankan wujud sebelumnya.

Napstylea berhasil menangkap tubuhnya sebelum terjatuh lebih jauh. "Storm!"

Storm membuka matanya dengan susah payah. Tubuhnya terasa sangat berat. Energi di dalam dirinya seakan telah mencapai batas terakhir. Napstylea segera membawanya turun menuju tempat yang lebih aman.

Di sana... Tyrannons sedang merangkul Arabels yang masih dalam kondisi sangat lemah. Storm langsung terdiam ketika melihatnya. "Arabels..." Ia berusaha bergerak mendekat. Namun tubuhnya tidak mampu bergerak bebas. Napstylea membantunya berjalan.

Storm menatap Arabels dengan wajah penuh penyesalan. "Aku..." Tangannya mengepal lemah. "Seharusnya aku bisa melindunginya."

Napstylea segera menatapnya. "Jangan menyalahkan dirimu sendiri."

Storm tetap menunduk. "Kalau aku lebih cepat... Kalau aku tidak kehilangan kendali..."

Napstylea memotong perkataannya. "Storm." Ia berdiri di sampingnya. "Kau sudah melakukan semuanya untuk melindungi kami."

Storm terdiam. Napstylea kemudian menatap Arabels. "Yang penting sekarang adalah memastikan Arabels mendapatkan pertolongan."

Storm tidak menjawab. Tatapannya masih tertuju pada Arabels. Di sisi lain... Tyrannons juga memperhatikan Storm. Untuk beberapa saat mereka tidak mengatakan apa pun. Mereka semua tahu pertarungan yang baru saja terjadi hampir menghancurkan seluruh Gamma Draconis. Namun kini... Pertarungan telah berhenti.

Di kejauhan, armada Kekaisaran mulai bergerak. Barisan kapal perang perlahan terbentuk. Armada Tartanos juga melakukan hal yang sama. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang menyerang. Mereka hanya menunggu. Menunggu perintah dari pemimpin masing-masing. Setelah Nyxdess, Zyron, dan Dargon tumbang... tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk terus bertempur melawan ras naga yang tersisa. Para naga yang masih hidup pun mulai menjauh dari medan perang. Gamma Draconis perlahan menjadi sunyi.

Di tengah ruang angkasa yang dipenuhi sisa-sisa asteroid dan energi pertempuran... Libra masih melayang dengan tenang. Ia mengamati seluruh medan perang. Pertarungan besar telah berakhir.

More Chapters