Cherreads

Chapter 3 - 1.3 Petualang

Setelah keluar dari hutan, Cae terus berbicara tentang akademi sihir sepanjang kita berjalan menuju kota. Tapi Aku memotong pembicaraan Cae, dan bertanya mengapa dia bisa berada di hutan sendiri yang jauh dari akademi sihir, bahkan jauh juga dari kota.

"Umm... Sebenarnya aku berniat untuk latihan sendiri dan menghadapi monster yang ada di hutan itu, lalu meminta izin guru ku yang mengajar ku di akademi sihir, tapi ia tidak mengizinkan ku, tapi aku tetap keras kepala dan tetap latihan sendiri di hutan, alhasil kau lihat sendiri tadi bukan... Aku hanyalah gadis kecil yang keras kepala." Cae mengatakan hal itu dengan ekspresi menyesal dan sedih.

"Cae... Kenapa kau membahayakan dirimu sendiri dengan latihan sendirian di hutan?" Aku bertanya dengan ekspresi penasaran di wajahku.

"Kak Ely... Aku dulu, saat berpergian dengan orang tua ku menggunakan kereta kuda, kami diserang oleh segerombolan serigala sihir, serigala yang lebih kuat dan liar daripada serigala pada umumnya, saat itu kami hanya membawa 2 pengawal, tapi 2 pengawal tidaklah cukup untuk menghadapi serigala sihir, dan kita jatuh ke dalam keputusasaan, tapi... Saat kita pikir akan berakhir disini, seorang petualang dengan bermodalkan pedang biasa, mampu menghadapi gerombolan serigala sihir itu, dengan hanya menggunakan kekuatan fisiknya, dia mampu mengalahkan segerombolan serigala sihir itu, aku terpukau dengan kekuatannya yang hebat, dan bercita-cita untuk menjadi sepertinya, petualang kuat yang mampu menolong orang banyak." Cae menceritakan itu dengan ekspresi kagum.

"Begitu kah..." Aku menjawab ceritanya Cae dengan wajah datar, tapi memiliki empati didalamnya.

"Tapi apakah orang sepertiku bisa menjadi orang hebat seperti itu ya?" Cae berkata seperti itu, dan menunjukkan ekspresi khawatirnya.

"Cae... Jangan menyebut dirimu sendiri dengan kata 'Orang Sepertiku', itu terkesan seperti merendahkan dirimu sendiri, hal yang terpenting untuk mencapai suatu tujuan itu dengan berusaha semaksimal mungkin, dan percaya pada dirimu sendiri, bahwa kau bisa mencapai hal itu."

"Kak Ely... Iya... Benar juga ya, terimakasih Kak Irys." Cae berkata sambil tersenyum lebar.

"Sama-sama."

Lalu kami pun berjalan menuju kota sambil berbincang-bincang, setelah kurang lebih 10 menit berjalan, kami pun sampai di gerbang kota.

"Selamat datang kembali nona Caeril, dan..." Sapa penjaga gerbang kota dengan ekspresi bingung.

"Aku Elysia."

"Selamat datang di kota Eldoria Luminaris, nona Elysia, nikmati waktu anda di kota kami." Sapa penjaga dengan senyum sopan.

Dan setelah masuk ke kota ini, Aku benar-benar sangat terpukau dengan keindahan kota ini, air mancur yg sangat elegan, orang-orangnya sangat ramai tapi juga sangat teratur, struktur bangunan yg cukup indah dengan gaya abad pertengahan, dan lainnya.

"Kak Ely... Apa kau berniat untuk bermalam di kota ini?"

"Hmm... Mungkin...?"

"Kakak sebenarnya berasal dari mana? Pakaianmu terlihat seperti murid dari akademi sihir, tapi kupikir cukup asing dengan desain nya."

"Hmm... Mungkin kau tidak tahu, aku berasal dari tempat yang sangat sangat jauh dari sini, aku bahkan juga tidak tahu bisa kembali ke sana atau tidak." Aku berkata dengan ekspresi sedih.

"Eh... Maaf Kak! Aku tidak bermaksud seperti itu." Cae meminta maaf, dia pikir telah mengatakan sesuatu yang tidak boleh dikatakan.

"Tidak apa-apa Cae, daripada itu, apa kau bisa memberi tahuku dimana penginapan yang murah dan bagus?"

"Ah... Hmm... Tergantung Kakak punya uang berapa, coba kulihat."

"A... Gini... Sebenarnya... Aku tidak memiliki uang sepeserpun..." Aku berkata dengan ekspresi menyedihkan.

"Eh... Hebat juga Kakak bisa sampai kesini tanpa uang sepeserpun." Cae mengatakan dengan wajah yang terkejut.

"Ahahaha... Ha..." Aku tertawa tipis berniat untuk menutupi ekspresi malu ku.

"Lalu... Apa yang akan Kakak lakukan tanpa uang sepeserpun? Tunggu... Kak Ely cukup kuat bukan? Kenapa Kakak tidak mendaftar menjadi petualang di guild?"

"Hmm... Bisa saja, tapi apa memang semua orang bisa daftar petualang dengan mudah?"

"Yap, mereka hanya akan disuruh mengisi formulir pendaftaran yang berisi nama, umur, asal, dan kemampuan yang paling dikuasai, lalu nanti akan diberi kartu identitas mu dan mengalirkan sedikit energi sihir mu ke kartu identitas mu sendiri."

"Tidak sesulit yang ku bayangkan ternyata." Aku berkata dengan berbisik-bisik.

"Eh... Kak Ely kau mengatakan sesuatu?"

"Tidak. Lalu apa kau bisa mengantarkan ku sekarang ke guild petualang?"

"Huff... Baiklah, ini karena kau penyelamatku, kalau tidak, mungkin sudah aku tinggal daritadi."

Lalu Aku pun mengikuti Cae di sampingnya, menuju guild petualang. Tidak lama kita berjalan, setelah 5 menit berjalan, akhirnya sampai ke guild petualang. Di guild petualang banyak sekali orang, seperti layaknya di sebuah kantor, lalu tanpa berlama-lama, Cae mengantarkan ku ke meja pendaftaran.

"Baiklah Kak, kau bisa mendaftar disitu." Cae sambil menunjuk ke meja pendaftaran.

Aku pun mengangguk, dan pergi ke meja pendaftaran, duduk di kursi yang disediakan, dan meminta formulir pendaftaran.

"Baiklah... Hmm... Disini nama ku tulis Elysia saja, umur 17 tahun, asal... Hmm... Mungkin ku tulis saja dari negeri yang sangat jauh, lalu... Kemampuan yang paling dikuasai kah... Teknik berpedang... Baiklah selesai."

'Sebentar, Aku baru sadar, bahasa ku dan bahasa mereka mampu terhubung... Bahkan aku mengerti bahasa Angel yang dimana dia bukanlah Entitas yang sama seperti manusia... Aku ntah mengapa mengerti apa yang diucapkan oleh mereka, bahkan bisa membaca dan menulis seperti biasanya... Begitukah... Entitas yang mampu merubah persepsi seluruh makhluk yang ada di dunia ini atau hukum dunia ini yang otomatis menyesuaikan nya, seakan-akan mereka mengerti bahasa ku, dan aku mengerti bahasa mereka... Baiklah, untuk saat ini aku abaikan saja semua itu, dan fokus bertahan hidup di dunia ini.'

Aku pun memberikan formulir yang sudah diisi ke staff bagian pendaftaran, lalu staff itu pun memanggilku.

"Ya."

"Nona Elysia, berumur 17 tahun saat mendaftar ini, asal... Dari negeri yang sangat jauh... Baiklah, lalu kemampuan yang paling dikuasai teknik berpedang. Baiklah nona Elysia, di guild ini petualang memiliki tingkatan-tingkatan tertentu, mulai dari bawah ada,

- Perunggu

- Perak

- Emas

- Berlian, dan

- Tingkat tertinggi, Emerald

Lalu untuk pengambilan tugas petualang, petualang harus mengambil tugas sesuai tingkatan mereka saat ini. Dan untuk saat ini petualang yang mampu ke tingkat Emerald masih sangat sedikit, sekitar 10 orang dari ratusan orang yang mendaftar. Ini kartu identitas Anda, silahkan alirkan sedikit mana Anda ke kartu perunggu itu."

'Gambarkan sebuah mana yg keluar dari dalam tubuhku... Ini cukup mudah.'

"Baiklah nona Elysia, untuk bukti bahwa petualang sudah melakukan tugasnya, petualang harus membawa bagian dari sesuatu yang telah dikerjakan, jika petualang mengambil tugas mencari tanaman herba, petualang harus membawa bukti tanaman herba itu dan tunjukkan ke staff guild. Terimakasih telah mendaftar, kami menantikan hasil yang memuaskan dari anda, dan jangan lupa dengan keselamatan diri sendiri, semoga anda berhasil." Staff guild itu sambil menundukkan kepalanya.

Lalu setelah selesai mendaftar, Aku berjalan menuju Cae berada, yang lagi memperhatikan papan tugas yang ada di guild, berisi tugas-tugas yang dapat dikerjakan untuk mendapatkan bayaran.

"Cae..."

"Kak Ely, kau sudah mendaftar?"

"Ya."

"Kalau begitu kita langsung saja mengambil tugas, kau ingin mengambil tugas seperti apa kak Ely?"

"Hmm... Mungkin yang cukup mudah dan simpel, ah... Bagaimana dengan yang ini? Memburu 5 ogre di hutan selatan?" sambil menunjuk ke papan misi

"Eh... Iya... Memang benar disini keterangannya bisa dilakukan oleh petualang tingkat perunggu, dan memiliki imbalan 5 koin perak, tapi dengan 10 orang loh... Sedangkan Kakak saja sendiri, aku tahu Kakak memliki kemampuan cukup kuat, tapi..." Cae berbicara dengan nada dan ekspresi khawatirnya.

"Jangan khawatir." Aku berbicara dengan nada percaya diri, dan dengan ekspresi tersenyum tanpa ada rasa khawatir sedikitpun.

"Baiklah... Kita akan mengambil tugas yang ini saja, tapi ingat loh kak, aku hanya akan mengantar kakak saja kesana, aku tidak akan ikut bertempur."

"Iya iya aku tahu, kalau begitu mari kita pergi sekarang. Ah Cae... Apa kau ada kantung plastik atau semacam karung gitu?"

"Hah...? Tidak ada sih... Tapi kita bisa beli terlebih dahulu di toko sekitar sini saat kita akan berangkat ke tempatnya."

"Kalau begitu baguslah, ayo kita berangkat sekarang."

Lalu kita pun pergi, membeli kantung plastik dan menuju ke tempat ogre-ogre itu berada, tapi Cae sedikit khawatir dengan kemampuan ku.

More Chapters