Cherreads

Chapter 200 - BAB 191: BOCAH AJAIB

Langkah Im-sama kali ini adalah bentuk keputusasaan seorang tiran yang tahtanya mulai goyah. Ia tidak lagi peduli pada keseimbangan dunia; ia hanya ingin menghancurkan ketenangan yang menyiksa itu dari wajah Luffy.

​Langit yang Menjadi Senjata

​Di atas Pulau Egghead, tempat sisa-sisa teknologi masa depan Vegapunk berada, langit tiba-tiba terbelah bukan oleh awan, melainkan oleh lubang hitam raksasa. Mother Flame senjata pemusnah massal milik Pemerintah Dunia diarahkan tepat ke titik koordinat kapal Sunny Go berada.

​"Jika kau tidak bisa disentuh oleh amarah," suara Im-sama menggelegar dari segala arah, "maka biarlah dunia ini terbakar di sekitarmu. Lihatlah, Nika! Saat pulau ini lenyap, apakah kau masih bisa mempertahankan 'Jeda' konyolmu itu?!"

​Situasi Darurat di Atas Dek

​Usopp (Berlutut sambil menunjuk ke langit): "L-LUFFY! ITU BUKAN AWAN! ITU SENJATA YANG MENGHAPUS KERAJAAN LULUSIA! KALI INI KITA BENAR-BENAR AKAN JADI DEBU!"

​Nami (Berlari ke kemudi dengan panik): "Semuanya! Pegangan! Energi di atas sana... itu cukup untuk menguapkan seluruh lautan di sekitar sini! Luffy! Hentikan pose diam mu itu! Lakukan sesuatu!"

​Zoro (Menggertak kan gigi, pedangnya bergetar hebat): "Tekanan udaranya... ini level yang berbeda. Luffy! Kau tidak bisa hanya 'diam' menghadapi kiamat!"

​Sanji: "Sialan! Dia benar-benar gila! Dia ingin membunuh kita semua hanya untuk memancing emosi Luffy!"

​Dialog Kritis Luffy dan Kru

​Luffy masih duduk bersila. Keringat dingin mengucur di pelipisnya. Nasihat King tentang "Jeda" dan "menunggu loading" sedang diuji oleh ancaman kematian masal.

​Luffy (Bicara pada diri sendiri): "Jangan gerak... King bilang kalau aku panik, aku kalah... Tapi... tapi pulau ini..."

​Chopper (Menangis sambil memeluk kaki Luffy): "Luffy! Penduduk pulau ini! Para ilmuwan! Semuanya akan mati!"

​Tiba-tiba, bayangan Saitama dan King muncul di benak Luffy secara bergantian.

Saitama: "Kekuatan itu untuk melindungi apa yang penting bagimu, bukan untuk berpose."

King: "Jeda bukan berarti diam saja saat bos terakhir mengeluarkan jurus satu hit kill. Itu namanya bunuh diri, bodoh."

​Luffy membuka matanya. Ketenangannya kini tidak lagi statis, tapi dinamis.

​Luffy: "Sanji! Masakkan aku sesuatu yang paling cepat! Sekarang!"

​Sanji: "APA?! DALAM KONDISI MAU MATI BEGINI?!"

​Luffy: "CEPAT! Aku butuh energi untuk 'Jeda' yang paling panjang!"

​Teknik Terlarang: "The Loading of Eternity"

​Sanji dengan kecepatan cahaya menggoreng sepotong daging raksasa. Luffy melahapnya dalam satu detik. Seketika, tubuhnya bersinar putih menyilaukan, tapi auranya terasa... berhenti.

​Luffy: "Im... Kau bilang ini adalah penghapusan? Bagiku, seranganmu ini hanyalah loading yang terlalu lama. Aku akan membuat seluruh seranganmu ini... LAG (Macet)!"

​Luffy melompat ke udara, bukan untuk memukul senjata itu, melainkan untuk menyentuh "ruang" di bawah Mother Flame.

​"White World: Infinite Lag!"

​Seketika, tembakan laser raksasa dari langit yang seharusnya menghancurkan Egghead dalam sedetik, tiba-tiba bergerak sangat lambat. Cahayanya berhenti di udara, bergerak inci demi inci seperti koneksi internet yang sangat buruk.

​Im-sama (Berteriak di Mary Geoise): "APA?! Kenapa senjatanya tidak meledak?! Apa yang kau lakukan pada realitas, Nika?!"

​Luffy (Sambil melayang santai di udara): "King mengajariku bahwa kalau permainan terasa terlalu sulit, buat saja permainannya lag. Sekarang, selagi seranganmu ini macet, kami punya waktu untuk menyelamatkan semua orang! Shishishi!"

​Keributan Penyelamatan

​Franky: "INI GILA! Laser itu berhenti di udara! Ayo semuanya! SUPER-EVAKUASI! Angkut semua orang ke kapal!"

​Robin: "Luffy memanipulasi waktu melalui konsep 'Jeda'... Dia memaksa kehendak Im-sama untuk menunggu."

​Zoro (Menatap laser yang membeku): "Hanya Luffy yang bisa membuat kiamat terlihat seperti video yang sedang buffering."

​Evakuasi sedang berlangsung, tapi Im-sama mulai menyadari bahwa ia bisa "mempercepat" kembali serangan itu.

Situasi di Pulau Egghead semakin kritis. Laser Mother Flame yang tadinya "macet" di udara mulai bergetar hebat. Retakan-retakan merah mulai muncul di antara cahaya putih milik Luffy. Im-sama, di kejauhan, sedang mengerahkan seluruh kehendaknya untuk menghancurkan "Lag" tersebut.

​"Aku... tidak bisa menahannya lebih lama lagi!" teriak Luffy, otot-ototnya menegang hebat, keringat bercucuran. "Loading-nya... sudah mau selesai!"

​Di tengah kepanikan evakuasi, Franky dan Chopper menemukan sebuah laboratorium rahasia yang terkunci rapat di bawah tanah Egghead. Di sana, mereka menemukan seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun dengan kacamata tebal dan tatapan mata yang sangat tajam namun penuh ketakutan.

​Penemuan Sang Jenius Aris

​"Jangan sentuh aku!" teriak bocah itu sambil memegang sebuah tablet aneh. "Jika Pemerintah Dunia mendapatkan 'Core' ini, mereka bisa menghapus seluruh dimensi, bukan hanya pulau ini!"

​"Tenang, Nak! Kami bukan dari Pemerintah!" seru Franky. "Namaku Franky, dan kami adalah bajak laut yang paling SUPER baik!"

​Robin mendekat, matanya membelalak melihat data yang ada di tablet bocah itu. "Namanya Aris. Dia adalah anak yang dirumorkan memiliki otak yang melampaui Vegapunk. Dia tidak membuat senjata... dia menemukan cara untuk menjahit celah dimensi."

​Aris (Sambil gemetar): "Celah itu... yang dibuat kapten kalian... itu memanggil sesuatu dari dunia lain. Dan jika aku tidak menyeimbangkannya sekarang, dunia ini akan tertelan oleh kehampaan!"

​Kedatangan Sang Penyelamat (Lagi)

​Tiba-tiba, laser di langit meledak, menembus pertahanan "Lag" Luffy. "MATILAH!" raung suara Im-sama.

​Namun, tepat saat laser itu hampir menyentuh tanah, sebuah tangan raksasa yang tidak terlihat menangkap laser itu... dan meremasnya sampai padam seperti mematikan korek api.

​BZZZT... PLOP!

​Dari celah dimensi yang kini terbuka lebar akibat aktivitas tablet Aris, muncul sesosok pria botak yang mengenakan baju olahraga (tracksuit) dan membawa tas belanja berisi daun bawang. Ia terlihat sangat kesal.

​Saitama: "Oiii... Benar-benar keterlaluan ya. Aku baru saja mau membayar di kasir, tapi tiba-tiba cahaya merah besar ini muncul dan menghancurkan antreanku. Kalian tahu berapa lama aku menunggu untuk diskon daging hari ini?!"

​Luffy jatuh terduduk di dek, nafasnya tersengal namun ia tertawa lebar. "SHISHISHI! BOTAK! KAU DATANG LAGI!"

​Aris (Tercengang melihat Saitama): "Secara kalkulasi... itu mustahil. Kau mematikan energi Mother Flame dengan tangan kosong? Massa ototmu tidak masuk akal! Kau adalah anomali terbesar yang pernah kulihat!"

​Saitama (Mengorek telinga): "Hah? Siapa kau, bocah? Dan kenapa kau memegang papan tulis bercahaya itu? Apa itu bisa digunakan untuk mencari kupon diskon?"

​Aris: "Ini adalah penyeimbang dimensi! Jika kau berada di sini terlalu lama, berat molekulmu akan menghancurkan planet ini! Aku harus mengirimmu kembali, tapi aku butuh energi besar!"

​Luffy: "Aris! Gunakan kekuatanku! Saitama! Bantu bocah ini! Dia jenius, tapi dia ketakutan karena orang-orang jahat ingin menggunakan otaknya!"

​Saitama menatap Aris, lalu menepuk bahu bocah itu (yang hampir membuat Aris jatuh tersungkur). "Dengar, Nak. Menjadi jenius itu merepotkan, ya? Sama seperti menjadi terlalu kuat. Orang-orang akan selalu ingin memanfaatkanmu. Tapi selama kau punya sesuatu yang ingin kau lindungi... seperti... umm... harga diri atau mungkin toko kelontong langgananmu, kau akan baik-baik saja."

​Aris (Tertegun, matanya mulai berkaca-kaca): "Melindungi... sesuatu yang penting?"

​Keributan di Barisan Pemerintah

​Di kapal-kapal Pemerintah Dunia yang mengepung pulau, para agen CP0 dan utusan Im-sama panik.

​"REBUT BOCAH ITU! JANGAN BIARKAN SI BOTAK DAN SI TOPI JERAMI BERSATU!"

​Zoro dan Sanji langsung melompat ke arah pasukan Pemerintah.

​Zoro: "Maaf, tapi bocah ini sekarang berada di bawah perlindungan 'Pria Terkuat' dan 'Pria Masa Depan'!"

​Sanji: "Dan dia adalah tamu spesial di dapurku! Menjauhlah, sampah Pemerintah!"

​Aris mulai mengetik di tabletnya dengan kecepatan yang tak terlihat mata. "Baiklah! Dengan energi dari 'Jeda' Luffy dan kehadiran Saitama-san sebagai jangkar... aku akan menutup celah ini dan sekaligus mengirimkan gelombang data yang akan mengacak-acak satelit Mother Flame milik Im-sama!"

​Aris: "Saitama-san! Pukul celah itu! Sekarang!"

​Saitama: "Baik, baik. Aku juga harus cepat kembali sebelum susunya basi."

​Saitama melayangkan sebuah pukulan santai ke arah udara kosong.

​"Normal Series: Dimensional Closure."

​BOOOOOM!

​Celah itu tertutup, mengirim Saitama kembali ke dunianya, namun gelombang kejutnya menghancurkan seluruh sistem pengawasan Im-sama di atmosfer.

Egghead selamat. Aris kini berdiri di dek Sunny Go, menatap Luffy dengan kagum.

​Luffy: "Shishishi! Selamat bergabung, Aris! Kau mau jadi anggota kru kami atau mau kubawakan ke tempat yang aman?"

​Aris: "Aku... aku ingin melihat dunia yang kalian bicarakan. Dunia di mana kekuatan dan otak digunakan untuk kebebasan, bukan untuk penghapusan."

Langkah ini menandai babak baru bagi kru Topi Jerami. Dengan kecerdasan Aris yang melampaui logika zaman ini, Thousand Sunny tidak lagi hanya sekadar kapal kayu; ia bertransformasi menjadi benteng dimensi yang siap menantang "langit" itu sendiri.

​Modifikasi Besar-besaran: Sunny Go "Dimensional Fortress"

​Suasana di dek Sunny Go sangat riuh. Suara las, dentuman logam, dan bising komputer memenuhi udara. Aris tampak terbang ke sana kemari menggunakan sepatu antigravitasi buatannya, sementara Franky tertawa terbahak-bahak melihat teknologi yang selama ini hanya ada dalam mimpinya.

​"Aris! Kau jenius! Menghubungkan Coup de Burst dengan Core Penyeimbang Dimensi?!" teriak Franky sambil memasang kabel-kabel bercahaya biru. "Ini akan membuat kita bisa 'melompat' melewati ruang dan waktu!"

​Aris (Sambil mengetik di hologram): "Tuan Franky, jika kalkulasiku tepat, kita tidak hanya akan berlayar di atas laut. Kita akan 'berlayar' di celah antara kenyataan. Ini satu-satunya cara untuk menembus pelindung absolut Mary Geoise tanpa terdeteksi oleh Mother Flame!"

​Usopp (Gemetar melihat meriam baru): "Oi, oi... kenapa meriam kita sekarang punya mata tiga dan mengeluarkan suara beeping? Dan kenapa kapal kita jadi terlihat transparan?!"

​Nami: "Aris, apa kau yakin ini aman? Log Pose-ku tidak bisa membaca arah lagi karena kita tidak berada di dimensi yang normal!"

​Aris: "Jangan khawatir, Nona Navigator. Aku sudah memodifikasi Log Pose-mu menjadi 'Dimension Pointer'. Tujuannya cuma satu: Titik pusat di mana Im-sama menyembunyikan eksistensinya."

​Luffy duduk di atas kepala singa Sunny yang kini dilapisi logam kromium dimensi. Ia terlihat sangat tenang, mengenakan jubah hitam barunya.

​Luffy: "Jadi, Aris... dengan ini kita bisa langsung memukul wajah orang tua itu?"

​Aris: "Secara teoritis, ya, Kapten Luffy. Kapal ini sekarang memiliki 'Field Ketenangan' yang mirip dengan teknik Jeda milikmu. Saat kita meluncur, Im-sama tidak akan melihat kita sebagai ancaman, melainkan sebagai 'Lag' di dalam sistem dunianya. Kita akan muncul tepat di depan Tahta Kosong."

​Zoro (Mengasah pedangnya yang kini dialiri energi dimensi): "Bagus. Aku sudah bosan menebas robot dan bayangan. Aku ingin tahu apakah leher 'Tuhan' itu bisa menahan pedangku."

​Sanji: "Aris, pastikan kulkasnya tetap dingin selama lompatan dimensi. Aku tidak mau daging kemenangan kita basi hanya karena anomali ruang."

​Robin: "Aris... kau tahu kan konsekuensinya? Jika kita menyerang Mary Geoise secara langsung, kita bukan lagi bajak laut. Kita adalah penghancur tatanan dunia yang sudah ada selama 800 tahun."

​Aris (Berhenti sejenak, menatap Robin dengan serius): "Tatanan yang dibangun di atas penghapusan ingatan dan nyawa bukanlah tatanan, Nona Robin. Itu adalah kesalahan sistem. Dan aku adalah 'Patch' yang akan memperbaikinya."

​Detik-Detik Peluncuran

​"SISTEM SIAP!" teriak Aris. Kapal Thousand Sunny mulai dikelilingi oleh kubus-kubus transparan yang berputar cepat. Kapal itu mulai bergetar, namun bukan getaran fisik, melainkan getaran realitas.

​Luffy: "Semuanya! Pegangan yang kuat! Kita akan melakukan serangan paling SUPER dalam sejarah!"

​Franky: "DENGAN KEKUATAN DIMENSI... DIMENSIONAL COUP DE BURST!!!"

​BOOOOOM!!!

​Kapal Sunny Go tidak melesat ke depan, melainkan tiba-tiba "terlipat" ke dalam dirinya sendiri dan menghilang dari lautan Egghead, meninggalkan pasukan Pemerintah Dunia yang melongo melihat laut yang kosong.

​Muncul di Mary Geoise: Kejutan untuk Im-sama

​Di Aula Bunga, Im-sama sedang bermeditasi mencoba memulihkan kekuatannya. Tiba-tiba, udara di depannya retak. Sebuah kepala singa kayu raksasa muncul dari udara kosong, diikuti oleh seluruh badan kapal yang bersinar terang.

​Im-sama (Terbelalak): "Apa?! Berani-beraninya... Di dalam kamarku?!"

​Luffy melompat turun dari kapal, mendarat tepat di atas karpet merah Tahta Kosong. Ia menatap Im-sama dengan senyum lebar yang sangat menyebalkan.

​Luffy: "Oiii, Im! Maaf kami terlambat. Loading-nya agak lama karena Aris harus memasang kabel dulu. Sekarang... ayo kita selesaikan ini!"

​Aris (Dari atas kapal, memegang kendali senjata): "Target terkunci. Menghitung mundur penghapusan otoritas absolut dalam 3... 2... 1..."

More Chapters