Pedang immortal qink saat dihunuskan dengan tepi tajam dan kekuatan magis, tidak mampu menembus kulit dua makhluk itu yang memiliki ketebalan dan keras yang setara dengan baja tingkat tinggi, itu membuat chen xiao sedikit terkejut melihat jejak tebasannya memantul cahaya merah keemasan.
sial!
chen xiao merenung, lalu dia menggunakan kekuatan fisiknya. jika pedangnya benar-benar tidak mampu di hunus lebih intens, maka dia akan menggunakan tangan kosong. dalam ingatan Chen xiao, dari masa remajanya, dia pernah bertarung dengan para senior dan Junior berbagai sekte wilayah provinsi. selain, ahli pedang dia juga pandai ahli bela diri menghindari serangan dan cerdas melemahkan lawannya, maupun kuat lebih kuatnya, ataupun berbeda level dengannya, dia masih ada rasa tekad dan kuatnya.
tubuh Chen xiao meledak dengan Guntur biru dan niat membunuh tak tertahankan melonjak naik turun, itu membuat dinding gunung akan runtuh dalam waktu demi waktu. energi cahaya murni membungkus kedua tangannya saat dia mengepalkan dengan keras.
Chen xiao mengerutkan kening, dia terjun ke arah dua makhluk raksasa itu. Chen xiao terlalu cepat seperti meteor seolah-olah dia akan menabrak lebih intens. dia menyiapkan pukulan tinjunya dengan kekuatan sihir. kali ini, Chen xiao tidak dapat diragukan lagi bahwa dia telah mencapai titik ekstrem ini.
Tiba sekejap mata, chen xiao menargetkan pukulan tinjunya ke arah ular seribu raksasa, kekuatan sihir dari pukulan itu cukup membuat ular seribu raksasa terhuyung huyung menabrak dinding gunung telah rapuh, dan makhluk itu terkapar dengan meringkuk seperti udang.
kulit ular seribu itu tampak seperti gelatin saat Chen xiao meninjunya dengan keras. namun, ketika Chen xiao telah memukul ular seribu itu lebih dulu, kalajengking raksasa bergerak mengibaskan ekor sengatan liar ke arahnya dengan cepat. mata Chen xiao dengan dingin melirik dan membelalak. dia menahan kibasan ekor itu dan menarik ekornya membuat makhluk itu jatuh dengan membanting dua kali dan melemparkan ke dinding gunung di sisi lain, hingga batu-batu Di atas langit runtuh ke arah kepala kalajengking itu. tubuhnya hampir tertindih berbagai macam batu.
" jika pedangku tidak mampu membunuh kalian, maka tanganku akan membuat kalian mati berkali-kali." kata chen xiao, kedua sudut mulutnya mengeluarkan kabut asap putih dan matanya menyala seperti iblis liar.
saat, chen xiao mengatakan dengan dingin, ular seribu raksasa bangkit, datang menyerangnya diam-diam ke udara. hal ini makhluk itu melakukan serangan kejut darinya, dia dengan cepat mendekati chen xiao. meraung ganas, mengeluarkan racun ungu mematikan. Chen xiao mengulurkan lengan tangannya ke arah makhluk itu, lapisan sinar api di lengannya bereaksi ketika Chen xiao mengulurkan tangannya.
dalam waktu singkat dia membakar makhluk itu bermula dari kepala sampai membakar ekornya, ular seribu melolong!
tubuhnya mengalami epilepsi, bahkan kulitnya perlahan-lahan mewarnai kehitaman seolah-olah itu seperti tinta pucat.
sesaat ini, ular seribu raksasa tingkat tujuh telah dikalahkan oleh chen xiao, hanya memberikannya sinar api yang berkobar. Chen xiao mencengkram tangannya dengan dibungkus oleh api terus bersinar yang naik turun. pada saat yang sama, tubuh ular seribu meretaskan sinar api menjalar ke seluruh tubuhnya, dia mulai kaku seperti beku. makhluk itu sepertinya tampak telah dikendalikan oleh chen xiao.
hancur!
tangan chen xiao mengepalkan erat, tubuh ular seribu raksasa tingkat tujuh telah hancur menjadi ribuan percikan api dengan debu abu tipis menyebar segalanya, hanya sekejap singkat saja.
selama chen xiao berhasil mengalahkan satu makhluk iblis kuno tingkat tujuh, itu bahkan membuatnya telah seimbang hanya dengan beberapa pukulan tinju. tidak seperti sebelumnya, dia hampir kalah mengalahkan dua makhluk tingkat tujuh sekaligus.
jika saja dia mengalahkan dua makhluk itu, mungkin dia akan mengalami kekalahan dari pertarungan sengit ini di antara kedua belah pihak, dan melepaskan segel kultivasi tertingginya yang mudah mengguncang satu wilayah provinsi!.
hanya berikutnya, chen xiao perlu mengulurkan waktu untuk mengalahkan kalajengking raksasa. selepas itu, chen xiao bisa keluar dari lembah gunung dan segera menemukan zhu xilin dengan kesembilan murid nya.
Ditumpukan bebatuan, celah celahan di balik nya muncul sebuah siluet cahaya yang bersilau, itu berangsur-angsur mengedipkan sesuatu sinar aneh, tumpukan bebatuan itu bergetar dengan melonjak.
kalajengking raksasa bangkit kembali, dia meraung!.
niat membunuh tak tertandingi melonjak hebat, lapisan tubuh tebalnya mengalami fluktuasi dengan energi hitam dan makhluk itu mengeluarkan suara agak berat, berkata. "bajing**n, aku akan membunuhmu!." emosinya meningkat, lalu melolong menyerang Chen xiao dari belakang, dia melompat ke udara.
mata Chen xiao melirik dengan dingin, kedua jari dari tangannya bergerak menarik sesuatu, pedang immortal qink menari-nari keluar dari tubuh Chen xiao. pedang itu mengeluarkan momentum magic yang kuat, Guntur biru dilapisan pedangnya semakin ganas.
serang!
qink immortal meninggalkan jejak magic guntur biru nya, menyerang kalajengking raksasa dengan kecepatan penuh seperti kilat.
kalajengking itu meraung, dia mengeluarkan energi hitam dengan bentuk bola di mulut nya. makhluk ini menembak kan energi nya ke arah pedang qink immortal, itu meluncur lebih cepat seperti roket. serangan energi ini mengalami benturan yang kuat dan itu mengakibatkan sekitaran di udara meninggalkan beriak mengerikan.
Ekspresi chen xiao berubah, kedua tangan nya berusaha mendorong pedang qink immortal menerobos maju, dia hampir kehabisan tenaga jika terus mengalami bentrokan energi lebih intens ini.
Chen xiao menggertakkan gigi nya dan mengernyit, dia segera terbatuk seteguk darah di bagian sudut mulutnya. "gawat, aku hampir tidak dapat bertahan jika terus seperti ini." kedua tangan chen xiao gemetar menahan dorongan ini.
kemudian, zhu xilin dan kesembilan murid nya berhasil keluar dari gua lembah gunung, mereka berlari sekitar sepuluh per mil dengan terengah engah, nafas mereka tidak beraturan. zhu xilin perlahan lahan berhenti sesaat berbalik belakang ke arah gunung lembah yang mengalami guncangan hebat.
kesembilan murid nya bertegun melihat gurunya berhenti berlari. "ada apa? mengapa berhenti?."salah satu murid berhidung mancung bingung dengan terengah dari nafas nya.
"ini semua salahku, aku terlalu bodoh tidak menyelesaikan misi ini." wajah Zhu xilin berubah sedih, putus asa, dan menahan marah akibat kecerobohannya tidak dapat menolong xiao chen bahkan misinya belum diselesaikan untuk mencari tahu dibalik misteri kedatangan iblis dari kota, dia mengepalkan tangannya dengan erat dan ekspresi ini terus bercampur aduk.
sebelum misi ini terjadi, zhu xilin tidak pernah mengalami kecerobohan sedikitpun dalam sebuah misinya, tetapi ini pertama kalinya dia gagal menjalankan misi. hal ini membuat dirinya kecewa sesaat, sebuah gambaran terus sama-sama muncul terlintas di pikirannya pada seorang yang telah dipercayanya yaitu ketua sekte, tepatnya chen xiao.
