Pagi itu, laboratorium pribadi Dr. Mo Shuren yang terletak di basemen terdalam Rumah Sakit Pusat Metropolis—sebuah ruangan senilai ratusan miliar rupiah yang biasanya steril dan dingin—berubah menjadi sebuah kawah energi yang mendidih. Di tengah ruangan, dikelilingi oleh mesin pemisah molekul dan inkubator genetik tercanggih, Ling Feng berdiri dengan tenang. Di hadapannya, Dr. Mo berdiri dengan sikap sangat hormat, punggungnya sedikit membungkuk seolah sedang menghadap seorang kaisar di singgasana.
"Tuan Ling," Dr. Mo memulai dengan suara yang bergetar karena rasa kagum yang belum hilang. "Semua bahan yang Anda minta dalam daftar semalam telah saya kumpulkan dari 'Gudang Merah' Bio-Gene. Ada Ginseng Salju seratus tahun yang diawetkan dengan nitrogen cair, dan ada ekstrak Teratai Hitam yang mereka klaim sebagai mutasi genetik tingkat tinggi. Tapi... jujur saja, hamba bingung. Bagaimana kita akan menyatukan bahan-bahan yang secara kimiawi saling bertolak belakang ini tanpa menghancurkan strukturnya?"
Ling Feng menoleh perlahan, matanya berkilat dengan cahaya ungu yang tajam, membuat Dr. Mo merasa seolah-olah seluruh rahasia tubuhnya sedang dibedah.
"Kau melihat tanaman ini sebagai susunan molekul dan rantai kimia, Dokter," ucap Ling Feng dengan nada meremehkan. "Itulah sebabnya ilmumu terbatas pada apa yang bisa dilihat oleh mikroskop. Di mataku, tanaman-tanaman ini adalah wadah dari Roh Bumi yang masih tersisa. Kau mencoba menyembuhkan raga dengan raga, sementara aku akan menyembuhkan raga dengan Intisari Alam."
Ling Feng kemudian mengangkat tangannya, dan seketika, tekanan atmosfer di ruangan itu melonjak drastis hingga mesin-mesin sensor di sana berbunyi peringatan bahaya. Inilah saat di mana Ling Feng menghancurkan pondasi ilmu medis Dr. Mo dan memperkenalkan hierarki yang sebenarnya:
> [Penjelasan Khusus: Hierarki Ahli Alkimia Dunia Fana]
> * Peramu Herbal (Herbalist): Tingkat paling dasar yang umum ditemukan pada tabib tradisional. Mereka hanya tahu mencampur tanaman berdasarkan resep kuno tanpa memahami aliran energi di dalamnya. Hasilnya hanyalah jamu atau ramuan yang efeknya sangat lambat dan banyak ampasnya.
> * Sintesis Medik (Medical Synthesizer): Tingkatan yang dimiliki oleh Dr. Mo dan para peneliti Bio-Gene. Mereka menggunakan teknologi canggih untuk memurnikan zat aktif. Meskipun hasilnya kuat, namun proses kimiawi ini mematikan "Roh" dari tanaman tersebut, membuat obatnya memiliki efek samping yang besar bagi nadi praktisi.
> * Ahli Alkimia Roh (Spirit Alchemist): Sosok yang sudah melepaskan diri dari alat-alat laboratorium. Mereka menggunakan api internal atau Api Qi untuk membakar kotoran tanaman secara langsung dalam hitungan detik. Hasilnya adalah Pil Roh murni yang bisa menyembuhkan luka dalam atau meningkatkan kekuatan tanpa efek samping sedikit pun.
> * Tangan Pencipta (Creator's Touch): Gelar legendaris yang dianggap sebagai mitos di bumi. Seseorang di level ini bisa menciptakan pil yang mampu menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang atau membangkitkan orang yang baru saja mati asalkan jiwanya belum lewat dari gerbang neraka.
>
Dr. Mo terperangah. Ia merasa seperti katak di dalam sumur yang baru saja melihat luasnya samudera. Level yang ia bangga-banggakan selama ini ternyata hanyalah anak tangga kedua dari sebuah menara yang menembus langit.
"Sekarang, perhatikan baik-baik, Mo Shuren. Jangan berkedip jika kau tidak ingin kehilangan kesempatan sekali seumur hidup untuk melihat alkimia yang sebenarnya," perintah Ling Feng.
Ling Feng tidak menyentuh tombol apa pun di mesin sentrifugal raksasa di depannya. Ia hanya mengulurkan telapak tangannya di depan wadah kaca yang berisi Ginseng Salju senilai miliaran rupiah itu. Tiba-tiba, dari ujung jari Ling Feng, muncul api berwarna ungu yang tidak terasa panas bagi kulit manusia, namun membuat udara di sekitarnya terdistorsi.
"Gunakan jiwamu untuk membalut cairan itu, bukan dengan suhu mesin yang kaku," suara Ling Feng menggema, memberikan instruksi langsung ke dalam kesadaran Dr. Mo melalui frekuensi batin.
Di bawah tatapan Dr. Mo yang hampir tidak percaya, Ginseng Salju itu mulai menyusut. Ia tidak terbakar menjadi arang, melainkan menguap menjadi debu hitam yang dibuang keluar oleh tekanan udara, menyisakan setetes cairan berwarna emas murni yang berdenyut seperti jantung kecil. Inilah teknik [Pemurnian Api Langit].
Selama enam jam berikutnya, laboratorium itu menjadi saksi sejarah. Ling Feng memadatkan puluhan bahan langka dari gudang rahasia Bio-Gene. Ia tidak menggunakan tabung reaksi; ia menggunakan Kehendak Jiwa-nya untuk menyatukan setiap tetes esensi tanaman tersebut di udara hampa.
Saat proses itu mencapai puncaknya, sebuah aroma wangi yang sangat murni tiba-tiba memenuhi seluruh lantai rumah sakit, membuat para pasien di lantai bawah mendadak merasa lebih segar dan nyeri mereka hilang secara ajaib. Di tengah laboratorium, tiga butir pil bulat berwarna merah tua dengan garis-garis emas yang melingkar nampak melayang di atas telapak tangan Ling Feng.
"Inilah Pil Pemurni Sumsum," ucap Ling Feng sambil menggenggam pil tersebut. "Satu butir ini mengandung energi yang cukup untuk membuat seorang praktisi Kelas Perak melompat langsung ke Kelas Emas. Namun bagiku, ini hanyalah katalis untuk membawa ragaku ke Pembersihan Darah Tahap 4."
Ling Feng menyerahkan satu butir pil yang nampak kurang sempurna kepada Dr. Mo. "Berikan ini pada istrimu. Ini akan memurnikan seluruh nadinya sehingga ia tidak akan pernah bisa terkena racun es itu lagi."
Dr. Mo menerima pil itu dengan tangan gemetar, seolah sedang memegang permata paling berharga di alam semesta. "Terima kasih... Terima kasih banyak, Tuan Ling! Hamba bersumpah akan mempelajari teknik ini meski harus mempertaruhkan nyawa!"
"Kau punya bakat dalam ketelitian, Mo Shuren. Mulai hari ini, setiap kali kau melakukan pembedahan, alirkan sedikit Qi yang akan kuajarkan kepadamu ke ujung pisaumu. Itu adalah langkah pertama untuk menjadi seorang Ahli Alkimia Roh," ucap Ling Feng.
Namun, momen pencerahan itu terganggu saat pintu laboratorium didobrak dengan keras. Lin Jian masuk dengan napas tersengal-sengal, wajahnya pucat pasi sambil memegang tablet enkripsi miliknya.
"Tuan Ling! Bio-Gene baru saja mendeteksi kebocoran energi dari rumah sakit ini! Mereka telah mengerahkan Unit Penghukum—ini bukan lagi robot, Tuan. Mereka adalah manusia-manusia yang sudah kehilangan akal sehat karena eksperimen overdrive genetik! Mereka sudah mengepung rumah sakit ini dan menyatakan zona merah!"
Ling Feng menelan salah satu pil merah yang paling sempurna tadi. Seketika, aura di tubuhnya meledak dengan dahsyat. Seluruh peralatan kaca di laboratorium Dr. Mo pecah berkeping-keping menjadi debu. Mata Ling Feng kini bersinar dengan cahaya ungu yang jauh lebih pekat dan mematikan.
"Bagus," Ling Feng tersenyum dingin, aura pembunuh keluar dari tubuhnya seakan-akan ia adalah dewa kematian yang baru saja terbangun. "Aku baru saja membutuhkan subjek percobaan untuk mencoba kekuatan Tahap 4-ku. Mo Shuren, jaga istrimu. Lin Jian, aktifkan Array villa dari jarak jauh melalui satelitmu. Biarkan anjing-anjing Bio-Gene ini tahu... bahwa mereka tidak sedang mengepung seorang manusia, tapi sedang mengetuk pintu neraka."
Ling Feng melangkah keluar dari laboratorium, setiap pijakannya meninggalkan bekas terbakar di lantai beton yang sangat kuat. Di luar sana, di bawah hujan badai Metropolis yang kian menderu, pasukan elit Bio-Gene dengan persenjataan berat sudah menunggu. Namun di mata Ling Feng, mereka hanyalah kerikil kecil yang harus ditendang dari jalan menuju takhtanya.
