Cherreads

See the truth

Aditya_Sultan_8115
14
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 14 chs / week.
--
NOT RATINGS
731
Views
VIEW MORE

Chapter 1 - Bab 1.1, Tang Xu

Di dalam ibu kota kekaisaran Zhou.

Seluruh bangunan runtuh akibat pertarungan dari lima kultivator itu, mayat mayat berserakan dimana mana, kota yang sebelumnya dipenuhi dengan lentera yang indah kini hanya menyisakan puing puing bangunan.

Seorang wanita berambut putih berdiri di langit dengan tubuh dan wajah yang penuh dengan luka. Pakaian yang berwarna biru es telah robek akibat pertarungan ini.

Wanita itu ialah Liu Xue, mantan saintess keluarga Liu.

Ia menatap ke bawah, menatap pemuda berambut merah yang berdiri di tengah tengah puing puing bangunan dan mayat. Liu Xue mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pemuda berambut merah itu, seketika langit berubah menjadi gelap, keluar sebuah pedang raksasa berwarna biru es mengarah ke arah pria berambut merah darah itu.

Seketika udara di sekitar pedang itu membeku, seolah segala kehidupan di sekitar pedang itu berhenti.

"Bajingan Tang, seratus tahun yang lalu kau mengambil kesucianku, membantai keluarga dan sekteku, hari ini aku ingin kau matii!!"

Ucap Liu Xue dengan tatapan haus membunuh, tak ada lagi keeleganan wanita di mukanya, yang ada hanyalah emosi marah dan niat membunuh untuk membunuh pria berambut merah itu.

Pemuda itu tersenyum tipis menatap ke arah Liu Xue, saat ini tubuhnya sudah terluka parah akibat pertempuran yang berlangsung selama lima hari lima malam, darah terus menetes dari kepalanya. Ia sudah setengah telanjang memperlihatkan tubuhnya yang telah terluka parah.

Pemuda itu bernama Tang Xu, seorang kultivator iblis sekaligus buronan yang paling dicari di benua ini. Banyak pembunuhan dan pembantaian yang telah ia lakukan di sepanjang hidupnya karena itu ia dianggap sebagai iblis oleh banyak orang.

Tang Xu mengepalkan kedua tangannya yang sudah terluka parah oleh sabetan pedang Liu Xue, urat urat di tangannya menegang, tatapan matanya tajam mengarah ke arah pedang es itu.

Ia mengangkat tinjunya, robekan ruang tercipta di belakang badannya, dari robekan ruang itu keluar sebuah tangan raksasa berwarna merah darah yang diselimuti oleh jiwa jiwa yang ingin memberontak namun tak bisa bebas karena diikat di tangan raksasa itu.

Tangan raksasa itu menghantam pedang es itu, seketika ruang terbelah, debu dan puing puing bangunan berterbangan kemana mana akibat benturan tangan raksasa dan pedang es itu.

Tang Xu mundur beberapa langkah kebelakang, sedangkan wanita itu memuntahkan seteguk darah, saat ini mereka berdua sudah dalam keadaan di ujung maut.

Namun pertarungan itu tak berakhir disitu, dari arah belakang Tang Xu, sebuah kapak yang diselimuti api menyerang ke arah punggungnya, ia tak sempat menghindar, bukan karena refleknya tak cukup cepat, melainkan karena tubuhnya tak sanggup lagi untuk bergerak.

Ia memaksa tubuhnya untuk bergerak, otot di tangannya menegang, tinjunya mengeluarkan sebuah asap berwarna merah darah yang diselimuti oleh aura pembunuh yang luar biasa. Ia mengangkat tinjunya dengan sekuat tenaga, meninju kapak yang diselimuti api itu.

Seketika ruang terbelah akibat bentrokan tinju dan kapak itu, Tang Xu mundur beberapa langkah, kapak itu terpental dan kembali ke tangan besar pemiliknya.

Seorang pria tua berambut merah yang tampak seperti berusia empat puluh tahun menangkap kapak yang diselimuti api itu dengan tangannya yang telah terluka, sama seperti Tang Xu dan Liu Xue, ia juga terluka parah akibat pertarungannya dengan Tang Xu sebelumnya.

Dia adalah Xiao Chen, kepala keluarga Xiao. Ia berdiri di langit menatap Tang Xu yang sudah terluka parah.

Namun pertarungan belum selesai, dari arah belakang Tang Xu terlihat seorang pria berambut hitam dengan pakaian serba putih yang tampak berumur tiga puluhan berdiri di langit, mengangkat kedua jarinya, dari ujung jarinya keluar sebuah sinar cahaya emas menyerang ke arah punggung Tang Xu.

Dia adalah Xu Lin, putra suci dari sekte kebajikan surgawi, sekaligus kepala keluarga muda klan Xu.

Tang Xu menoleh kebelakang, melihat sebuah sinar mengarahnya ke arahnya dengan kecepatan luar biasa, ia tau kalau dengan kondisinya sekarang tak akan sempat menghindari serangan sinar cahaya itu, jadi daripada menghindar, ia memutuskan untuk menghadapi serangan itu langsung dengan tubuhnya.

Seluruh urat di tubuhnya menegang, seluruh tubuhnya mengeluarkan asap berwarna merah darah yang diselimuti oleh aura pembunuh.

Hanya ini cara satu satunya yang ia pikirkan, menahan serangan sinar cahaya langsung dengan tubuhnya.

Sinar cahaya itu melesat cepat dan bertabrakan dengan asap pembunuh yang dikeluarkan dari tubuh Tang Xu, asap itu memperlambat sinar cahaya itu.

Xu Lin mengangkat satu tangannya lagi, kedua jari dari masing masing tangan menempel, seketika sinar cahaya itu makin besar dan lebih kuat dan cepat dari sebelumnya, menembus asap pembunuh Tang Xu.

Sinar cahaya itu menembus perut bagian kirinya, membuat Tang Xu jatuh ke tanah. Namun Tang Xu tak meringis ataupun memperlihatkan ekspresi kesakitan sama sekali, bukan karena ia tak merasakan sakit, melainkan karena ia tak ada waktu untuk meringis kesakitan.

Ia tau kalau sudah tak ada lagi jalan keluar dari pengepungan ini, bahkan Tang Xu berpikir ia akan mati disini, namun ia tidak menyesal sama sekali bahkan jika ia mati hari ini, karena di sepanjang hidupnya ia telah melakukan banyak hal yang ia suka.

Jadi ia tak mempermasalahkan jika ia harus mati hari ini juga, lagipula ia sudah hidup ribuan tahun.

Tang Xu mengangkat kepalanya dan menengok ke arah kiri, pandangannya mengarah melihat ke arah langit yang malam, tak ada bintang - bintang karena asap asap telah menutup bintang-bintang itu. Di langit berdiri seorang wanita dengan wajah dan tubuh yang penuh luka, rambutnya berwarna kuning namun telah ternoda oleh darahnya sendiri.

Wanita itu ialah mantan tunangan Tang Xu, Ju Ziyue.

Tang Xu menatap tajam ke arah Ju Ziyue, pandangannya dipenuhi dengan kebencian tegasampai saat ini bahkan ia masih bingung kenapa wanita yang begitu lembut akan melakukan hal kejam kepadanya.

Kenapa Ju Ziyue tega menghancurkan klan Tang?.

Sebenarnya Tang Xu tidak terlalu peduli ketika Ju Ziyue menghancurkan Klan Tang. Sejak kecil, ia memang tidak memiliki banyak kenangan indah di tempat itu. Yang ada hanyalah pertarungan tanpa akhir dan perebutan kekuasaan yang dingin.

Namun alasan Tang Xu dahulu membenci dan menyimpan dendam terhadap Ju Ziyue bukanlah karena kehancuran Klan Tang. Yang membuat hatinya dipenuhi amarah adalah fakta bahwa Ju Ziyue juga membunuh orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan maupun kekuatan di klan tersebut.

Di antara mereka, ada seorang pelayan sekaligus teman masa kecilnya yang sejak kecil selalu menemaninya. Orang itu tidak memiliki ambisi, tidak pula terlibat dalam perebutan kekuasaan. Namun pada hari kehancuran itu, ia tetap mati di bawah serangan Ju Ziyue dan klan lain yang bekerja sama dengannya.