Cherreads

Chapter 7 - Para penunggu menara

Suara langkah kaki dari atas tangga semakin jelas.

Tok… tok… tok…

Bukan satu orang.

Banyak.

Terlalu banyak.

Raka menatap tangga spiral yang berputar ke atas. Cahaya merah dari dinding membuat bayangan panjang di sepanjang tangga.

Satu bayangan muncul.

Lalu dua.

Lalu puluhan.

Makhluk pucat di depan Raka segera mundur dan menyingkir dari jalan.

Ia menunduk lagi.

"Para penunggu datang menyambutmu," katanya pelan.

Raka merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.

Perlahan, sosok pertama muncul dari tangga.

Seorang pria tinggi dengan jubah hitam panjang. Wajahnya pucat, namun tidak seperti makhluk sebelumnya.

Ia terlihat… lebih manusia.

Matanya tajam dan gelap seperti lubang tanpa dasar.

Di belakangnya, makhluk-makhluk lain mulai bermunculan.

Ada yang berjalan normal.

Ada yang merangkak di dinding.

Ada yang tubuhnya bengkok seperti tulang-tulangnya tidak tersusun benar.

Beberapa bahkan tidak memiliki wajah.

Mereka semua berhenti beberapa langkah dari Raka.

Lalu secara bersamaan…

mereka menunduk.

Pria berjubah hitam maju satu langkah.

"Seratus dua puluh tahun," katanya dengan suara berat.

"Sudah selama itu menara menunggu pewaris berikutnya."

Raka menatapnya dengan hati-hati.

"Siapa kalian?"

Pria itu tersenyum tipis.

"Kami adalah penghuni menara."

"Para penjaga."

"Para tawanan."

Ia membuka kedua tangannya, menunjuk ke arah tangga yang menjulang ke atas.

"Dan juga… para korban."

Raka mengernyit.

"Apa maksudmu?"

Pria itu mendekat sedikit.

Namun begitu tanda di tangan Raka bersinar, ia langsung berhenti.

"Menara ini hidup," katanya.

"Dan setiap ratus tahun… menara memilih seseorang."

"Orang itu akan menjadi penguasa menara."

"Dan juga… penggantinya."

Raka merasakan sesuatu tidak beres.

"Penggantinya?"

Pria itu tersenyum lebih lebar.

"Ya."

"Karena pewaris sebelumnya… sudah menunggumu."

Tiba-tiba seluruh menara bergetar.

DUUUM.

Debu jatuh dari langit-langit.

Semua makhluk di ruangan itu langsung menoleh ke atas tangga.

Wajah mereka berubah tegang.

Pria berjubah hitam berbisik pelan.

"Dia bangun."

Raka mengangkat kepala.

Dari puncak tangga yang jauh di atas, terdengar sesuatu bergerak.

Bukan langkah kaki.

Lebih seperti sesuatu yang sangat besar… merangkak di dinding menara.

Lalu suara berat yang dalam menggema dari kegelapan di atas.

"Bawa dia… ke atas."

Dan semua penghuni menara langsung berlutut.

More Chapters