Tidak semua orang hebat terlihat hebat.
Dan Doni…
adalah salah satu yang paling berbahaya karena itu.
PAGI — GEDUNG PELNI
“Mas!”
Arka menoleh.
Julio berdiri di sana.
Seragam sekolah.
Tas di punggung.
Masih seperti anak biasa.
“Aku cuma bentar…”(Aku cuma sebentar…) 😄
Arka langsung geleng.
“Kamu ini…”
Julio mendekat.
“Semalem aku mimpi Garuda.”
Arka berhenti.
“Mimpi?”
Julio mengangguk.
“Dia ngomong.”
Arka diam.
“Padahal aku ora ngapa-ngapain…”(Padahal aku tidak melakukan apa-apa…)
“JULIO!”
Suara Sri.
Julio langsung lari kecil.
“Tapi beneran lho, Mas!” 😄
Arka hanya bisa menatap.
Dan untuk pertama kalinya—
ia merasa…
Garuda mungkin tidak hanya “aktif”.
SIANG — RUANG KONTROL
Suasana berbeda.
Lebih serius.
Lebih tegang.
Doni berdiri di depan layar.
Namun kali ini—
ia tidak santai.
Laptop terbuka di depannya.
Bukan sistem biasa.
Bukan interface perusahaan.
Kode.
Lapisan kode yang kompleks.
Berjalan cepat.
YURI
“Ini sistem internal?”
Doni menjawab tanpa menoleh:
“Tidak.”
PROF ARIEF
“Ini bukan sistem kita.”
Doni berhenti mengetik.
Lalu berkata pelan:
“Ini sistem mereka.”
Sunyi.
ARKA
“Kamu bisa… baca itu?”
Doni akhirnya menoleh.
Tatapannya berubah.
Lebih tajam.
Lebih dalam.
“Oxford tidak hanya mengajarkan teori.”
Ia berkata pelan.
“Kadang… mereka mengajarkan cara berpikir yang tidak diajarkan di tempat lain.”
REVEAL
Yuri menatap layar.
“Ini pola enkripsi tingkat tinggi…”
Doni:
“Quantum-adaptive encryption.”
Profesor Arief menyipitkan mata.
“Tidak banyak yang bisa membaca itu.”
Doni tersenyum tipis.
“Makanya mereka pikir tidak ada yang bisa.”
KONTRAS KARAKTER
Arka melihat Doni.
Untuk pertama kalinya—
ia tidak melihat pria santai dengan kaos hitam.
Ia melihat…
seseorang yang sangat berbahaya.
DATA TERBUKA
Doni mengetik cepat.
Baris kode terbuka.
Layer demi layer.
Yuri:
“Kamu membongkar sistem mereka?”
Doni:
“Bukan membongkar.”
Ia berhenti.
“Memperkenalkan diri.”
MOMEN TEGANG
Tiba-tiba—
layar berkedip.
EXTERNAL RESPONSE DETECTED
Semua diam.
PROF ARIEF
“Mereka sadar.”
DONI
“Memang harus.”
ARKA
“Kenapa?!”
Doni menatap layar.
“Karena kalau kita hanya bertahan…”
“…kita akan selalu tertinggal.”
CUT TO: LUAR GEDUNG
Mobil hitam berhenti.
Beberapa orang turun.
Tenang.
Terorganisir.
KEMBALI KE DALAM
Yuri:
“Mereka datang.”
Mayjen Okta berdiri.
Akhirnya.
“Siapkan semua.”
DALAM GARUDA
Arka masuk ke dalam armor.
Jantungnya berdetak cepat.
AI GARUDA“Mode siaga aktif.”
LUAR — RUANG KONTROL
Doni masih berdiri di depan layar.
Tidak panik.
Tidak tergesa.
Ia mengetik satu baris terakhir.
LAYAR
SIGNAL LOCKED
DONI (PELAn)
“Sekarang…”
“…kita yang melihat mereka.”
MOMEN AKHIR
Arka di dalam Garuda.
Tim di ruang kontrol.
Dan musuh…
di luar pintu.
LAST LINE
Doni menatap layar.
Dengan tenang.
Namun penuh kendali.
“Permainan dimulai.”
