Cherreads

Chapter 4 - Bab 4: Bayangan Merah di Sektor Terlarang

Debu sisa ledakan masih melayang di udara saat Ija melangkah melewati tumpukan tentara bayaran yang kini tak berdaya. Beberapa dari mereka berubah menjadi tumpukan piksel yang rusak, sementara yang lain hanya bisa merayap menjauh. Ija tidak peduli. Ia mengusap jubah hitamnya yang sedikit berdebu dengan gerakan yang sangat berwibawa, seolah-olah pertarungan barusan hanyalah gangguan kecil saat ia sedang jalan santai.

"Xora," panggil Ija datar. "Tampilkan koordinat target jam dua tadi. Aku merasakan ada 'kesalahan sistem' yang sangat menarik di sana."

"Sudah kutandai, Tuan Virus yang mesum," sahut Xora dari bahunya. Proyeksi hologram kecil itu kini mengenakan gaun mini yang sangat minim, sesuai permintaan absurd Ija sebelumnya. "Dia bersembunyi di balik pilar penyangga reaktor. Detak jantungnya meningkat. Sepertinya dia antara ingin membunuhmu atau... penasaran padamu."

Ija berjalan perlahan. Setiap langkah sepatunya bergema di lorong logam yang dingin. Lyra mengikuti dari belakang dengan tangan tetap pada gagang pedangnya. Ia merasa kesal karena Ija terus-menerus bertindak sendiri, tapi ia juga tidak bisa memungkiri bahwa kekuatan pria ini sangat mutlak.

Tiba-tiba, dari kegelapan di balik pilar, belasan belati hitam meluncur dengan kecepatan cahaya. Belati itu tidak mengeluarkan suara, seolah-olah mereka terbuat dari bayangan itu sendiri.

WUSH!

Ija tidak menghindar. Ia hanya berdiri diam. Saat belati itu hampir menyentuh wajahnya, udara di depan Ija tampak "pecah". Belati-belati itu terhenti di udara, terjebak dalam zona gravitasi nol yang diciptakan Ija secara instan.

"Keluar," ucap Ija tegas. "Atau aku akan mengubah bayanganmu menjadi api yang membakarmu hidup-hidup."

Dari balik kegelapan, seorang wanita muncul. Rambutnya merah menyala seperti darah, kontras dengan pakaian kulit hitamnya yang sangat ketat hingga menunjukkan setiap lekuk tubuhnya yang sempurna. Ia adalah Scarlett, pembunuh bayaran yang paling ditakuti di Sektor Terlarang.

"Hebat juga," suara Scarlett terdengar serak dan menggoda. "Belum ada orang yang bisa menghentikan Shadow Dagger-ku semudah itu. Siapa kau sebenarnya? Anomali?"

Ija menatap Scarlett dari ujung kaki hingga ujung kepala. Wajahnya tetap dingin, tanpa emosi, seolah sedang menginspeksi barang rongsokan. Namun, di dalam kepalanya, Ija sedang memberikan penilaian yang sangat berbeda.

Skor visual: 9.8/10. Rasio tubuh: Sempurna. Tingkat bahaya: Tinggi. Potensi menjadi asisten pribadi... sangat layak, batin Ija.

"Namaku Ija," jawab Ija sambil melangkah mendekat, mengabaikan jarak aman. Ia berdiri tepat di depan Scarlett, begitu dekat hingga Scarlett bisa merasakan hembusan napas Ija. "Dan aku tidak suka ada orang yang melemparkan benda tajam ke wajah tampanku tanpa izin. Itu merusak estetika simulasi ini."

Scarlett terpaku. Ia biasanya melihat pria gemetar ketakutan di depannya, tapi pria di hadapannya ini justru menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan—dingin tapi penuh selidik, misterius tapi terasa... nakal?

"Lalu, apa yang akan kau lakukan padaku, Tuan Ija?" Scarlett menantang, ujung jarinya yang lentik menyentuh dada Ija, mencari celah untuk menyerang.

Ija tiba-tiba menangkap pergelangan tangan Scarlett. Gerakannya begitu cepat hingga Scarlett tidak sempat bereaksi.

"Sebagai hukuman karena sudah menyerangku," Ija berbisik di telinga Scarlett, membuat bulu kuduk pembunuh bayaran itu berdiri. "Kau harus menjadi penunjuk jalanku di Sektor ini. Dan jangan coba-cabut lari, karena aku sudah menaruh 'bug' di sistem sarafmu. Jika kau menjauh lebih dari sepuluh meter dariku, pakaianmu akan mengalami glitch dan menghilang secara otomatis."

"APA?!" Scarlett terpekik, wajahnya yang tadinya garang mendadak merah padam. "Kau... kau benar-benar bajingan paling mesum yang pernah kutemui!"

"Puji saja aku nanti," ucap Ija sambil melepaskan tangan Scarlett dan berbalik badan, kembali ke mode bos-nya yang dingin. "Lyra, Xora, kita punya anggota baru. Dia akan membantu kita menemukan reaktor pusat."

Lyra hanya bisa menghela napas panjang. "Satu lagi... dia benar-benar mengumpulkan wanita cantik seolah sedang mengumpulkan rongsokan berharga."

Ija berjalan di depan, memimpin dua wanita cantik dan satu AI penggoda menuju jantung Sektor 4. Di langit-langit stasiun, kamera pengawas dari The Great Architect terus berkedip, mengirimkan data tentang Ija ke pusat galaksi. Perang yang sesungguhnya akan segera dimulai, namun bagi Ija, ini hanyalah cara untuk bersenang-senang di dalam dunia yang ia anggap palsu ini.

More Chapters