Kembali ke Seoul, suasana rumah mewah itu sudah seperti medan perang. Do-jun, yang dulu terlihat seperti "pahlawan" bagi anak-anak, kini mulai menunjukkan wajah aslinya.
Tanpa Han-eol yang mengerjakan 70% pekerjaan operasional perusahaan di balik layar, Do-jun mulai melakukan kesalahan fatal. Saham Daehan Group merosot.
"Pa! Kenapa Papa Do-jun membentakku tadi?!" tangis Seo-yeon pada ibunya. "Dia bilang aku anak manja yang hanya tahu menghabiskan uang!"
Ji-soo hanya bisa memijat pelipisnya. Dia ingin membela anaknya, tapi Do-jun sekarang memegang banyak rahasia perusahaan. Dia terjebak.
"Dulu Ayah tidak pernah membentakku..." gumam Seo-yeon pelan, "Ayah selalu bilang aku putri kecilnya meskipun aku sedang nakal."
Si-woo, yang sekarang duduk di bangku SMP, hanya menatap mereka dengan benci. Dia baru menyadari bahwa selama ini ayahnya adalah tameng yang melindunginya dari kerasnya dunia bisnis ibunya.
"Kalian yang mengusirnya," ucap Si-woo dingin sambil memakai headphone. "Sekarang nikmati saja pahlawan baru kalian itu."
