Cherreads

Chapter 355 - Jejak yang Tidak Terlihat

Aksrega United berada dalam siaga senyap.

Tanpa pengumuman resmi.

Tanpa kepanikan publik.

Namun di balik layar, APH—Asosiasi Planes Heroes—telah bergerak.

Satelit orbit rendah memindai anomali energi. Sensor dimensional ditempatkan di setiap kota besar. Tim investigasi menyusuri laporan-laporan kecil yang sebelumnya dianggap gangguan biasa.

Target mereka bukan sekadar distorsi ruang.

Mereka mencari sesuatu yang lebih spesifik—

Entitas asing yang bersembunyi di dalam tubuh manusia.

Di ruang komando APH pusat, layar hologram menampilkan peta Aksrega United. Beberapa titik menyala redup, namun satu wilayah memiliki residu paling aneh.

Kota H2700.

"Retakan itu sudah tertutup," ujar salah satu analis.

"Namun jejak gravitasinya tidak sepenuhnya hilang."

Sosok tinggi berdiri membelakangi layar.

Rambutnya putih pucat. Tatapannya setenang permukaan danau beku.

Lgris Harrenheal.

Pahlawan es.

Armor kristal biru pucat perlahan membentuk lapisan tipis di bahunya saat ia memfokuskan kekuatannya.

"Aku bisa merasakannya," ucapnya pelan.

"Langit di atas kota itu… pernah pecah."

Analis menoleh.

"Apakah itu ancaman langsung?"

Lgris terdiam sejenak.

"Bukan retakan biasa. Ini seperti bekas jahitan yang dipaksa menutup."

Ia melangkah maju.

"Jika ada entitas yang bersembunyi di dalam tubuh manusia… H2700 adalah tempat terbaik untuk menyamarkannya."

***

Sore hari di Kota H2700 terasa normal.

Angin dingin berhembus tipis di antara gedung-gedung tinggi.

Storm berdiri di atap markas Psywars, menatap langit dengan perasaan tak nyaman.

Velora berbisik pelan.

"Ada sesuatu yang mendekat."

Storm memejamkan mata.

Ia merasakan suhu turun beberapa derajat.

Bukan karena cuaca.

Melainkan karena energi yang terkontrol dengan sangat rapi.

"APH," gumamnya.

***

Di sisi lain kota—

Sebuah pesawat taktis tanpa tanda mendarat tanpa suara di atap gedung pemerintahan.

Dari dalamnya, Lgris melangkah keluar.

Saat kakinya menyentuh permukaan beton—

Embun tipis langsung membeku.

Ia menatap langit H2700.

Tak ada retakan terlihat.

Tak ada distorsi kasat mata.

Namun ia mengangkat tangannya perlahan.

Kristal es tipis terbentuk di udara, lalu menyebar seperti jaring sensor.

Es itu berkilau, menangkap sisa-sisa energi tak terlihat.

Dan di salah satu titik—

Ia menemukannya.

Bekas gravitasional aneh.

Seperti tarikan besar yang pernah ada… lalu menghilang.

"Ini aneh," gumam Lgris.

Armor esnya mulai terbentuk penuh, menutupi tubuhnya dalam kristal biru transparan yang berkilau.

Ia tidak datang untuk menyerang kota.

Ia datang untuk mengamati.

Namun jika yang ia cari benar-benar ada di sini—

Ia tidak akan ragu bertindak.

***

Di atap markas Psywars, Storm membuka mata.

"Sepertinya ada pahlawan di kota ini."

Napstylea muncul di sampingnya, Armor Silver menyala redup.

"Lgris? Rayzen?"

Storm menggeleng.

"Dia merasakan bekas retakan."

Jester, yang duduk santai di pinggir atap, tersenyum di balik topengnya.

"Kurasa dia bukan tipe yang ceroboh."

Napstylea menyilangkan tangan.

"Kalau dia mencurigai ada entitas kosmik bersembunyi dalam tubuh manusia…"

Storm melanjutkan kalimatnya.

"Dia akan memeriksa satu per satu."

Angin semakin dingin.

***

Di kejauhan, kristal es tipis mulai terbentuk di udara—hampir tak terlihat oleh mata biasa.

Lgris sedang memetakan kota.

Storm menatap langit yang tampak tenang.

Ia tahu satu hal—

Jika ada pahlawan yang sampai menyadari bahwa entitas Grivver bersemayam di dalam dirinya, situasinya tak akan bisa diselesaikan dengan pengaburan ingatan lagi.

Velora berbicara dengan nada ringan.

"Apakah kau akan melawan pahlawan itu juga?"

Storm menatap ke arah sumber hawa dingin yang semakin jelas.

"Tidak."

Matanya menyipit.

"Kali ini… aku ingin tahu dulu seberapa jauh mereka sudah tahu."

More Chapters