Cherreads

Chapter 532 - Singgasana Galaksi

Di pusat Galaksi Bima Sakti —

Sebuah planet raksasa berdiri megah. Dikelilingi — ribuan armada perang. Kapal-kapal raksasa berjejer. Seperti benteng yang hidup. Tak tertembus. Tak tergoyahkan.

Planet itu — *Urco Tastarius. * Jantung dari — Kekaisaran Galactic.

---

Di permukaannya — kota-kota menjulang tinggi. Teknologi melampaui batas. Namun di balik kemegahan itu — ada satu hal yang terasa jelas: kekuasaan absolut.

---

Di dalam istana pusat —

Aula besar terbentang luas. Pilar-pilar tinggi berdiri kokoh. Dan di ujungnya — sebuah singgasana.

Di atasnya — duduk satu sosok. Tenang. Diam. Namun — mendominasi.

*Oreons Galactive. * Penguasa galaksi.

---

Di hadapannya — seorang jenderal besar berlutut. Kepalanya menunduk.

"Laporan terbaru." Suaranya tegas. Namun penuh hormat.

"Lord Rylos Vegrim — menghilang."

Hening.

"Selain itu —" Jenderal itu melanjutkan. "…pemberontakan dari berbagai ras semakin meningkat."

Layar besar di sekitarnya menampilkan data. Banyak titik merah. Menyebar di berbagai wilayah galaksi.

"Dan satu hal lagi." Nada suaranya sedikit berubah. Lebih hati-hati. "…Terdeteksi sebuah kapal asing." Ia mengangkat kepalanya sedikit. "Koordinatnya jauh — namun keberadaannya bisa dirasakan." Sedikit jeda. "…Bukan dari ras yang kita kenal."

---

Aula menjadi sunyi. Semua menunggu — reaksi dari singgasana.

Oreons tidak langsung menjawab. Ia tetap duduk. Tenang. Matanya tertutup. Seolah tidak tertarik.

Namun perlahan — matanya terbuka.

Tatapan itu — dingin. Kosong. Namun — mengandung sesuatu yang menekan.

"…Jadi mereka mulai bergerak." Suaranya rendah. Namun menggema di seluruh aula.

Jenderal itu menunduk. "…Ya, Yang Mulia."

---

Oreons berdiri perlahan. Langkahnya ringan. Namun setiap gerakan — terasa berat.

Ia menatap ke arah luar. Ke arah galaksi yang luas.

"…Ras lemah — selalu berpikir mereka bisa melawan."

Ia mengangkat tangannya sedikit. Energi samar berputar di sekitarnya.

"…Dan yang asing — tidak memiliki tempat di wilayahku."

Ia berbalik. Menghadap jenderalnya.

"Siapkan armada." Perintah itu singkat. Namun mutlak.

"Buru mereka." Nada suaranya tidak berubah. Namun — tidak memberi pilihan lain.

"Siapa pun yang menentang — hancurkan."

---

Jenderal itu langsung menunduk dalam. "Perintah diterima!"

---

Di luar —

Armada raksasa mulai bergerak. Perlahan. Namun pasti.

Di seluruh galaksi — sesuatu mulai bangkit.

Bukan sekadar kekuasaan. Namun — perburuan besar.

More Chapters