Di dalam kapal armada perompak — lorong logam dipenuhi cahaya redup. Suara alarm samar mulai terdengar.
Violys berdiri di depan pintu besar. Ruang kontrol — hanya beberapa langkah lagi. Tangannya mulai mengakses panel.
"…Siapa kau?!"
Violys langsung menoleh. Tiga perompak berdiri di ujung lorong. Mata mereka membelalak. "…Penyusup!"
Tanpa menunggu — mereka langsung menyerang.
*CLANG!! *
Violys mundur cepat. Menghindari tebasan pertama. Gerakannya ringan. Ia memutar tubuh. Menendang salah satu perompak hingga menghantam dinding. Namun dua lainnya langsung maju.
"Jangan biarkan dia kabur!"
---
Violys menyipitkan mata. "…Merepotkan."
Ia melesat ke depan. Menghindari serangan jarak dekat. Gerakannya lincah. Presisi. Namun — jumlah mereka mulai bertambah. Dua perompak lain muncul dari lorong belakang.
Violys langsung dipaksa mundur.
*BANG!! *
Salah satu tembakan hampir mengenainya. Ia berguling ke samping. Napasnya mulai berat. "…Kalau terlalu lama…" Ia tahu. Kesempatannya akan hilang.
---
Seorang perompak besar menyerang lurus. Violys menahan. Namun tenaga lawan terlalu kuat. Ia terdorong beberapa langkah.
"…Ugh—!"
Meski begitu — matanya tetap fokus. Ia memanfaatkan celah kecil. Berputar cepat. Lalu menghantam bagian leher lawan. Perompak itu jatuh.
Namun yang lain langsung datang lagi.
Kini — pertarungan tidak bisa dihindari. Violys terus bergerak. Menghindar. Menyerang. Mencari jalan masuk.
Perlahan — ia mulai kewalahan.
