Di tengah kekacauan konstelasi Hydra — Rea melesat cepat menuju Nexus. Armornya meninggalkan jejak cahaya keemasan di ruang hampa. Tujuannya: mengajak kapal asing itu pergi dari wilayah berbahaya ini.
Namun — baru beberapa saat bergerak —
*WHOOSSH!! *
Satu tekanan besar muncul di depannya. Rea langsung berhenti mendadak.
Di hadapannya — berdiri seseorang dengan mantel hitam khas perompak. Tatapan dingin. Aura berat. Gyroll Vergris.
"…Mau ke mana?" Suaranya rendah.
Rea menyipitkan mata. "Menepi."
Gyroll tertawa kecil. "…Aku belum selesai merompak kapal itu." Di belakangnya — beberapa kapal perompak mulai bergerak lagi. "…Jadi tidak ada yang akan pergi."
Rea langsung bersiap. Energi mulai muncul di telapak tangannya.
---
Namun — sebelum ia bergerak —
*BOOOOMM!! *
Ledakan cahaya biru menghantam Gyroll dari samping. Gyroll menahan serangan itu dengan satu tangan. Debu energi menyebar.
Dari balik cahaya — muncul seorang pria berjubah bangsawan. Tatapannya tenang seperti langit malam.
Astralon Volta. Pangeran dari kerajaan Betelgeuse.
Gyroll menoleh pelan.
Astralon menurunkan tangannya perlahan. "…Aku tidak suka cara bicaramu." Meski serangannya ditahan — ekspresi Astralon tetap tenang.
Rea sedikit terkejut. "…Astralon?"
Astralon melangkah maju. Berdiri di depan Rea. Tatapannya lurus ke arah Gyroll. "Pergilah." Ia berkata tanpa menoleh.
Rea terdiam sejenak. "…Tapi—"
"Aku akan menahannya."
Gyroll tertawa kecil mendengar itu. "…Menahan aku?" Tekanan energi langsung meningkat. Beberapa asteroid kecil di sekitar mulai retak.
Astralon tetap tenang. "…Cukup sampai Tyrannons selesai."
Rea menggertakkan gigi pelan. Namun akhirnya mengangguk. "…Jangan mati."
Astralon tersenyum tipis. "Itu tidak mungkin."
Rea langsung melesat pergi.
---
Gyroll hendak bergerak mengejar — namun — Astralon sudah muncul di depannya.
*CLANG!! *
Serangan energi mereka bertabrakan. Gyroll sedikit terdorong.
"…Jadi pangeran Orion ingin bermain juga."
Astralon mengangkat tangannya perlahan. Cahaya biru gelap mulai berkumpul di sekitarnya. "…Aku hanya tidak suka bajak laut menyentuh tamu kami."
