Cherreads

Chapter 568 - Utusan dari Medan Perang

Di tengah ruang hampa — Rea Yellowgrid terus melesat cepat. Cahaya dari armornya menembus gelapnya konstelasi Hydra. Di kejauhan — Nexus S-4473 terlihat jelas.

Namun — beberapa kapal kecil perompak langsung bergerak mencegatnya.

"Jangan biarkan dia mencapai kapal itu!"

Laser mulai ditembakkan. Rea menghindar cepat. Namun jumlah musuh terus bertambah. Mereka tidak peduli siapa Rea sebenarnya. Bagi para perompak — Nexus tetap target rampasan mereka.

---

Di dalam Nexus —

Aryes melihat semua itu dari layar utama. "…Dia menuju ke sini?"

Violys ikut menatap layar. "…Salah satu dari tiga orang tadi…"

Lira menyipitkan mata. Tatapannya serius. "…Kurasa dia ingin menyampaikan sesuatu."

Aryes sedikit ragu. "…Atau jebakan."

Namun sebelum mereka memutuskan — Violys langsung berdiri. "…Kalau mereka ingin bicara, kita tidak bisa membiarkan dia ditembak jatuh." Ia menoleh ke arah seseorang. "Zero."

Zero yang bersandar diam membuka matanya perlahan. "…Ya."

Violys menunjuk layar. "Bantu dia masuk ke Nexus."

Zero menatap Rea di layar beberapa saat. "…Kau percaya begitu saja pada orang asing?"

Violys mengangkat bahu kecil. "…Aku juga tidak yakin." Sedikit jeda. "…Tapi dia tadi membantu kita."

Zero akhirnya berdiri. Armor emas-hitamnya kembali aktif perlahan. "…Baik."

Pintu hangar terbuka.

*WHOOSSH!! *

Zero langsung melesat keluar dari Nexus.

---

Di luar —

Rea masih terus menghindari tembakan. Beberapa kapal kecil mulai mengepungnya.

Namun tiba-tiba — satu cahaya emas menghantam salah satu kapal perompak.

*BOOOM!! *

Kapal itu langsung hancur.

Para perompak terkejut. "…Apa lagi sekarang?!"

Zero muncul di depan Rea. Tatapannya dingin mengarah ke armada kecil. "…Kau terlalu lambat."

Rea sedikit terdiam. Lalu tersenyum tipis. "Kau terlalu dingin."

Zero tidak menjawab. Ia langsung menerobos ke depan. Menghancurkan jalur pengepungan. Rea mengikuti di belakangnya.

Laser dan ledakan kembali memenuhi ruang hampa. Namun kini — jalan menuju Nexus mulai terbuka.

---

Di dalam kapal —

Aryes masih memperhatikan dengan serius. "…Semoga keputusan ini tidak salah."

Sementara Lira menatap sosok Rea dari layar. "…Aku ingin tahu — kenapa orang seperti mereka tertarik pada kita."

More Chapters