Aura samar masih menyelimuti tubuh Storm. Tekanan energinya membuat ruang kendali terasa lebih berat. Arabels menatapnya dengan gugup. "Storm…"
Sebelum Storm bergerak — tiba-tiba layar utama berkedip.
*BZZZZTTT!! *
Gangguan hologram memenuhi ruang kendali. Proxi langsung menoleh. "Ada sinyal komunikasi masuk."
Arabels sedikit terkejut. "Di tempat seperti ini?!"
Layar hologram perlahan terbuka. Muncul beberapa wajah yang sangat dikenal. Aryes. Violys. Dan anggota lainnya. Meski gambar mereka dipenuhi gangguan — mereka masih terlihat jelas.
Arabels langsung membelalak. "Pak Aryes?!"
Aryes terlihat berbicara cepat dari balik hologram. "Storm, dengarkan baik-baik!" Suara hologram terputus-putus karena interferensi Scorpio. "Kami sedang menuju Ursa Major!"
Violys ikut muncul di sampingnya. Ekspresinya terlihat serius. "Kalian juga harus ke sana!"
Storm menyipitkan matanya sedikit. "…Ursa Major?"
Aryes mengangguk cepat. "Ada sesuatu besar yang harus kalian tahu di sana—"
Namun —
*BOOOOMM!! *
Serangan besar tiba-tiba menghantam sisi Ginga Stars. Seluruh ruang kendali bergetar keras. Arabels hampir terjatuh dari kursinya. "KYAAAH!!"
Lampu ruangan berkedip liar. Sistem komunikasi langsung dipenuhi suara statis.
*BZZZZZZT!! *
Hologram Aryes dan lainnya mulai rusak. Gambar mereka terpecah-pecah. "Storm— cepat ke Ursa—" Suara Aryes terputus. Lalu — komunikasi langsung mati total.
---
Hening mendadak memenuhi ruang kendali. Hanya suara alarm sistem yang masih berbunyi pelan.
Proxi segera memeriksa kerusakan. "Komunikasi utama lumpuh sementara."
Arabels menatap layar kosong dengan cemas. "…Apa sebenarnya yang terjadi di Ursa Major…"
Storm tetap diam. Tatapannya perlahan mengarah ke gelapnya luar angkasa Scorpio. Matanya kini benar-benar serius.
"…Jadi begitu."
Arabels menoleh padanya.
Storm menggenggam kemudinya perlahan. "Kalau mereka menuju Ursa Major…" Aura samar kembali muncul dari tubuhnya. "…berarti sesuatu yang besar memang sedang bergerak."
