Cherreads

Chapter 578 - Manusia Super itu Bernama Storm

Di dalam kapal Nexus — suasana ruang komando dipenuhi cahaya hologram biru. Berbagai layar data terus bergerak cepat. Namun perhatian Rea tertuju pada satu layar komunikasi yang mulai rusak karena gangguan sinyal.

Di sana — sekilas ia melihat sosok Storm. Meski hanya beberapa detik — tatapan Rea langsung berubah serius. "…Dia…"

Storm terlihat berdiri tenang di dalam ruang kendali Ginga Stars. Padahal serangan terus menghujani mereka dari luar angkasa Scorpio. Namun sebelum Rea bisa melihat lebih jelas —

*BZZZZTTT!! *

Sinyal langsung terputus total. Layar hologram kembali gelap.

Rea sedikit kecewa. "…Terputus…" Ia perlahan menyilangkan tangan sambil berpikir. Entah kenapa — pemuda itu terasa aneh baginya. Storm terlihat seperti manusia biasa. Tidak memiliki penampilan menyeramkan. Tidak memancarkan aura monster. Namun justru karena itu — Rea merasa ada sesuatu yang berbeda darinya.

"…Dia tidak terlihat seperti manusia biasa…"

Lira yang berdiri di dekat layar menoleh pelan. "Kau merasakannya juga?"

Rea menatapnya.

Lira kemudian mulai menjelaskan. "Storm adalah pahlawan dari Bumi."

Mata Rea sedikit membesar. "…Pahlawan?"

Lira mengangguk. "Dia pernah mengalahkan monster tingkat bencana. Dan beberapa kali melawan makhluk dimensi." Layar hologram menampilkan data lama tentang berbagai kehancuran yang pernah terjadi. Semuanya memiliki satu nama yang sama. Storm.

Rea terdiam sesaat. Meski begitu — ia masih sulit mempercayainya. "Kalau dia sekuat itu…" Rea menatap kembali layar gelap tadi. "…kenapa dia belum menyerang musuh di Scorpio?"

Lira tersenyum tipis kecil. "Karena Storm belum serius."

Rea sedikit terdiam.

Lira kembali melihat data radar luar angkasa. "Kalau dia benar-benar serius…" Ekspresinya perlahan berubah lebih serius. "…entitas asing itu mungkin sudah dipaksa keluar sejak tadi."

Rea menatap layar ruang angkasa Scorpio. Di sana — Ginga Stars masih terus menghindari serangan misterius dari kejauhan. Musuh itu bahkan belum memperlihatkan wujudnya.

More Chapters