Cherreads

Chapter 778 - Beban Sang Kaisar

Di pusat galaksi... Urco Tastarius tetap dipenuhi kesibukan seperti biasanya. Lorong-lorong istana megah itu dipenuhi para bangsawan, pejabat, dan prajurit yang keluar masuk membawa berbagai laporan dari seluruh penjuru galaksi. Di luar istana... Arena pertarungan kekaisaran masih berlangsung. Sorak-sorai para penonton menggema tanpa henti saat para petarung dari berbagai konstelasi saling mengadu kemampuan.

Berbeda dengan sebelumnya. Kali ini Oreons tidak lagi berada di balkon untuk menyaksikan pertandingan. Ia memilih duduk di atas singgasananya. Tatapannya lurus ke depan, tetapi pikirannya melayang jauh. Ia berusaha mengusir bayangan seseorang dari benaknya. Tyrannons. Putranya sendiri. Meski berulang kali mencoba mengabaikannya, nama itu selalu kembali memenuhi pikirannya.

Di hadapan singgasana... Beberapa petinggi galaksi tengah menyampaikan pendapat mereka. "Yang Mulia. Sebaiknya Pangeran Tyrannons segera ditangkap. Setiap hari yang berlalu memberinya kesempatan untuk menambah sekutu. Semakin lama dibiarkan, semakin besar ancaman yang akan dihadapi Kekaisaran." Ucapan itu disetujui oleh beberapa petinggi lainnya. Mereka menganggap keberadaan Tyrannons sebagai ancaman yang tidak boleh diremehkan.

Oreons menggeleng pelan. "Jangan bertindak gegabah." Suasana aula langsung hening. "Kita masih memiliki banyak persoalan lain yang lebih penting. Menjaga kestabilan galaksi adalah prioritas utama." Ia menatap seluruh petinggi yang hadir. "Masalah Tyrannons... Percayakan kepada para jenderal. Mereka akan bergerak apabila pemberontakan itu benar-benar mengancam kekaisaran."

Tidak ada yang membantah. Mereka mengetahui bahwa keputusan sang kaisar tidak mudah diubah.

---

Di sisi singgasana... Yllarxa berdiri dengan tenang. Tatapannya sesekali mengarah kepada Oreons. Ia mengenal kaisar itu lebih dari kebanyakan orang. Di balik wajahnya yang tenang... Yllarxa dapat melihat kebingungan yang sedang disembunyikan. Oreons masih memikirkan putranya. Sebagai seorang ayah... Ia tidak ingin berhadapan dengan Tyrannons. Namun sebagai seorang kaisar... Ia tidak bisa mengabaikan pemberontakan yang dipimpin oleh putranya sendiri.

Yllarxa perlahan menggenggam kedua tangannya. Ia sempat ingin menghibur Oreons. Ingin mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tetapi... Melihat Oreons yang begitu fokus memikirkan keadaan galaksi, ia mengurungkan niatnya. Ia memilih tetap diam. Kadang-kadang... Keheningan lebih berarti daripada kata-kata.

Di dalam hatinya, Yllarxa hanya memiliki satu harapan. "Tyrannons... Tolong ubahlah keputusanmu. Kembalilah sebelum semuanya terlambat." Ia tahu hanya ada satu cara agar seluruh petinggi galaksi berhenti menganggap Tyrannons sebagai musuh. Yaitu... Jika Tyrannons sendiri menghentikan pemberontakannya. Sebab selama ia tetap mengangkat pedang melawan kekaisaran... Akan selalu ada orang-orang yang menuntut agar dirinya disingkirkan.

More Chapters