Planet Urco Tastarius kembali diselimuti ketenangan. Istana Kekaisaran berdiri megah seperti biasanya. Lorong-lorongnya dipenuhi para pelayan yang sibuk menjalankan tugas, sementara para prajurit berjaga dengan disiplin di setiap sudut. Bagi banyak orang... Hari itu adalah hari kemenangan. Sejak banyak konstelasi memilih tunduk kepada Kekaisaran Galaksi, ancaman pemberontakan di berbagai wilayah mulai mereda.
Di aula utama... Oreons duduk tegak di atas singgasananya. Tatapannya mengarah ke para petinggi galaksi yang sedang membahas laporan penaklukan. Senyum tipis menghiasi wajah sang kaisar. Ia merasa puas. Banyak konstelasi kini mengakui kekuasaan Kekaisaran. Baginya... Itulah bukti bahwa aturan galaksi masih mampu ditegakkan.
"Kerja para jenderal cukup memuaskan," ucap Oreons pelan. "Semakin banyak konstelasi yang memilih tunduk... Semakin cepat galaksi berada di bawah satu pemerintahan." Beberapa petinggi langsung menganggukkan kepala. Mereka memuji keputusan Oreons yang dianggap berhasil memperluas pengaruh Kekaisaran.
Namun... Di sisi singgasana... Yllarxa hanya berdiri dalam diam. Tatapannya tertuju ke lantai. Ia mendengar setiap pujian yang diberikan kepada Kekaisaran. Tetapi... Tidak satu pun membuatnya merasa bahagia. Di dalam hatinya... Ia justru memikirkan konstelasi-konstelasi yang kehilangan kebebasan. Ia memahami alasan Oreons. Namun ia tidak pernah benar-benar menyukai cara itu. "Andai semua ini bisa diselesaikan tanpa perang..." batinnya. Sekilas ia melirik Oreons. Yllarxa tahu... Tak ada kata-kata yang mampu mengubah keputusan sang kaisar. Karena itu... Ia memilih tetap diam. Bukan karena setuju. Melainkan karena menyadari bahwa suaranya tidak akan mengubah keadaan.
---
Di dekat pintu aula... Rangers berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung. Tatapan tajamnya memperhatikan Oreons dan Yllarxa secara bergantian. Ia menghela napas pelan. "Kalian berdua..." gumamnya dalam hati. "Selalu melihat dunia dari arah yang berbeda."
Sebagai Panglima Tertinggi Kekaisaran... Rangers memegang teguh satu prinsip. Perintah Kekaisaran adalah sesuatu yang mutlak. Apa pun tugasnya... Ia akan menjalankannya. Bahkan jika harus mengalahkan mereka yang jauh lebih lemah. Bukan karena ia menikmatinya. Melainkan karena itulah tanggung jawab yang telah dipilihnya.
Meski demikian... Tatapannya kembali mengarah kepada Yllarxa. Di tengah istana yang dipenuhi para bangsawan, pejabat, dan petinggi galaksi yang merayakan kemenangan... Hanya gadis itu yang masih menyimpan rasa iba. Rangers menutup matanya sejenak. "Yllarxa... Mungkin kaulah satu-satunya orang di istana ini yang masih memikirkan hati orang lain." Ia tidak mengucapkannya. Namun dalam benaknya... Ia merasa bangga. Di tengah ambisi, kekuasaan, dan peperangan yang memenuhi Kekaisaran Galaksi... Masih ada seseorang yang tidak kehilangan belas kasihnya. Dan bagi Rangers... Itulah kekuatan yang tidak dimiliki oleh banyak orang, bahkan oleh mereka yang memegang kekuasaan terbesar sekalipun.
