Cherreads

Chapter 826 - Kabar dari Konstelasi Draco

Aula utama Istana Urco Tastarius masih dipenuhi suasana kemenangan. Para penguasa galaksi saling berbincang mengenai keberhasilan Kekaisaran menaklukkan berbagai konstelasi.

Tiba-tiba... *BRAK! * Pintu aula terbuka dengan keras. Seorang prajurit Kekaisaran berlari masuk dengan napas memburu. Ia segera berlutut di hadapan singgasana. "Yang Mulia Kaisar!"

Oreons mengalihkan pandangannya. "Ada apa?"

Prajurit itu menundukkan kepala lebih dalam sebelum berbicara. "Laporan darurat dari Konstelasi Draco. Perang di sana telah berkembang jauh lebih besar dari perkiraan." Suasana aula perlahan mulai sunyi. Prajurit itu melanjutkan laporannya. "Jenderal Maxtis saat ini masih berada di medan perang. Selain armada Kekaisaran... Kelompok pemberontak Tartanos juga terlibat. Tim dari Bumi bernama X.A.R.A, ikut berada di lokasi. Dan seluruh pasukan naga Draco telah memulai peperangan."

Kalimat terakhir membuat seluruh aula membeku. "...Apa?" Beberapa bangsawan saling berpandangan. "Maxtis juga ada di sana? Bagaimana bisa perang sebesar itu terjadi?" Bisik-bisik mulai memenuhi aula. Tidak ada seorang pun yang menyangka satu konstelasi mampu mempertemukan begitu banyak kekuatan besar sekaligus.

Oreons tidak langsung menjawab. Ia hanya terdiam. Tatapannya perlahan berubah serius. "Kalau Maxtis berada di sana... Maka... Tyrannons juga pasti ada." Ia mengenal putranya. Jika Tyrannons benar-benar berada di Draco, kemungkinan besar ia tidak akan meninggalkan konstelasi itu begitu saja. Oreons menautkan kedua tangannya. "Mungkin... Maxtis dan Tyrannons untuk sementara memiliki musuh yang sama." Beberapa petinggi memandangnya dengan heran. Oreons melanjutkan, "Ras naga Draco bukan lawan biasa. Mereka adalah bangsa yang menyembah Ladon... Sang naga berkepala seratus. Selama ancaman naga masih ada... Bukan tidak mungkin mereka mengesampingkan permusuhan demi bertahan hidup."

Ucapan itu membuat aula kembali hening. Di sisi singgasana... Yllarxa menahan keterkejutannya. Ia menggenggam kedua tangannya erat. "Tyrannons... Jangan sampai terjadi sesuatu padamu..." Meski hatinya dipenuhi kecemasan, ia tetap berusaha menjaga ketenangannya di hadapan semua orang.

---

Tak jauh dari sana... Rangers tetap berdiri tanpa perubahan ekspresi. Ia mendengar seluruh laporan itu. Namun tidak menunjukkan reaksi berarti. Baginya, Maxtis adalah jenderal yang sangat menyukai pertarungan. Jika perang besar terjadi... Maka keberadaan Maxtis di sana bukanlah sesuatu yang mengejutkan.

Sementara itu... Thraxor perlahan mengangkat pedang raksasanya. Senyum lebar muncul di wajahnya. "Perang sebesar itu... Itu baru menarik. Aku ingin ikut ke Draco." Semangat bertarungnya langsung bangkit. Sebaliknya... Rhythm tetap duduk santai di kursinya. Ia bahkan menguap kecil. "Haaah... Perang besar terdengar melelahkan. Aku lebih suka duduk di sini daripada harus terbang sejauh itu." Beberapa petinggi hanya bisa menghela napas melihat perbedaan kedua jenderal tersebut. Yang satu begitu bersemangat mencari pertarungan. Yang lain justru menghindarinya sebisa mungkin.

Sementara di atas singgasana... Oreons kembali memandang ke arah langit-langit aula. Pikirannya kini tidak lagi tertuju pada kemenangan Kekaisaran. Melainkan pada satu konstelasi yang telah berubah menjadi pusat peperangan besar di galaksi. Konstelasi Draco.

More Chapters