Cherreads

Chapter 827 - Monster Hunter Melawan Overlord

Arena pertarungan di Urco Tastarius kembali berguncang. Namun kali ini... Bukan lagi para peserta turnamen yang menjadi pusat perhatian. Melainkan dua sosok yang berdiri saling berhadapan di tengah arena yang telah dipenuhi retakan.

Di satu sisi... Overlord menggenggam pedang tuanya yang telah dipenuhi karat. Meski tampak usang, setiap ayunan pedang itu mampu membelah udara dan menghasilkan gelombang tebasan yang dahsyat. Di sisi lain... Zavgath, pemimpin Monster Hunter, berdiri dengan tatapan tajam. Sebagai pemburu monster terkuat Galaksi, ia tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Ia memiliki kemampuan yang membuat banyak makhluk hidup merasa gentar. Segel Monster.

Puluhan simbol bercahaya muncul di sekeliling tubuhnya. "Bangkit." Suara Zavgath terdengar tenang. Seketika... Segel-segel itu pecah.

*RAAAARGH!! *

Monster-monster raksasa bermunculan dari dalam lingkaran sihir. Ada yang bertubuh seperti serigala bertanduk, ular kosmik bersisik hitam, hingga makhluk bersayap dengan mata merah menyala. Seluruh penonton menahan napas. "Itu... Monster-monster yang pernah ia tangkap... Masing-masing memiliki kekuatan mengerikan!"

Monster-monster itu langsung menerjang Overlord tanpa ragu. Namun... *CLANG! * Pedang berkarat Overlord berputar cepat. Satu monster terlempar. Yang lain mundur setelah terkena gelombang tebasan. Tetapi... Jumlah mereka terlalu banyak. Setiap kali Overlord hendak mendekati Zavgath... Selalu ada monster lain yang menghalangi jalannya.

"Tsk..." Overlord menggeram kesal. "Dasar pengecut. Berani bersembunyi di balik monster."

Zavgath tetap tenang. "Aku adalah Monster Hunter. Menggunakan monster yang berhasil kutaklukkan juga bagian dari kekuatanku."

Begitu kalimat itu selesai... Monster-monster lain kembali menyerbu dari segala arah. Overlord mengayunkan pedangnya berulang kali. Ledakan demi ledakan mengguncang arena. Namun... Ia tetap tidak mampu menyentuh Zavgath sedikit pun. Jarak di antara mereka selalu dipenuhi para monster penjaga.

Di tribun penonton... Suasana kembali bergemuruh. Sorak-sorai memenuhi arena. Mereka tidak lagi menyaksikan pertandingan biasa. Yang bertarung sekarang adalah dua sosok luar biasa dengan kemampuan yang benar-benar berbeda. Satu menguasai pedang tua misterius. Yang satu lagi memimpin pasukan monster hasil buruannya sendiri. Pertarungan itu berubah menjadi tontonan yang membuat seluruh arena terpaku.

More Chapters