Cherreads

Chapter 6 - Chapter 6 — Pengumuman

Suara mesin servo terdengar halus di dalam ruangan uji.

Garuda Armor berdiri di tengah platform.

Untuk pertama kalinya… benar-benar aktif.

Di dalam armor, Arka masih mencoba menyesuaikan diri.

“Gerakan tangan kanan,” suara Doni terdengar melalui sistem komunikasi.

Arka menggerakkan tangannya.

Armor mengikuti.

Lebih halus dari yang ia bayangkan.

“Langkah maju,” lanjut Doni.

Arka melangkah.

Suara logam berat bergema di ruangan.

Namun langkah itu stabil.

Presisi.

Seolah tubuh dan armor telah menjadi satu.

AI GARUDA“Sinkronisasi stabil.”

Arka menarik napas panjang.

“Ini… seperti tubuh kedua.”

INT. RUANG KONTROL

Mayjen Okta berdiri memperhatikan.

Doni melihat data di layar.

“Respons neural sempurna.”

Salah satu teknisi berkata kagum.

“Tidak ada delay sama sekali.”

Doni tersenyum tipis.

“Ini bukan teknologi biasa.”

INT. RUANG UJI

Arka mulai mencoba gerakan lebih kompleks.

Berputar.

Melompat kecil.

Semua terasa natural.

Namun tiba-tiba—

AI GARUDA“Mode uji tempur ringan tersedia.”

Arka terkejut.

“Mode tempur?”

Doni langsung mengangkat tangan.

“Jangan aktifkan dulu.”

Ia menatap layar.

“Kita belum siap untuk itu.”

Arka mengangguk.

“Baik.”

Namun jauh di dalam sistem…

sesuatu mulai aktif perlahan.

CUT TO: INT. RUANG RAPAT NEGARA — PAGI

Beberapa layar televisi menyala.

Para pejabat berkumpul.

Suasana serius.

Seorang ajudan berdiri di samping layar.

“Bapak Presiden akan memberikan pernyataan resmi.”

Semua orang diam.

Layar menampilkan sosok Presiden berdiri di podium.

SIARAN NASIONAL

Presiden berdiri dengan ekspresi tegas.

Suara beliau terdengar jelas di seluruh negeri.

“Hari ini, pemerintah mengambil langkah strategis untuk memastikan keamanan dan stabilitas nasional.”

Beberapa orang saling berpandangan.

Presiden melanjutkan.

“Kita akan membentuk sebuah tim tempur khusus.”

Suasana ruangan berubah.

“Tim ini akan bertugas menjaga kepentingan negara dari segala bentuk ancaman.”

Nada suaranya tegas.

“Dan kami tegaskan…”

“Siapa pun yang mencoba menghalangi program-program negara…”

“Akan dihadapi dengan tindakan yang tegas.”

Kamera menyorot wajah Presiden.

“Negara harus kuat.”

“Dan kita tidak akan mundur.”

Siaran berakhir.

CUT BACK TO: INT. MARKAS TIM SENYAP 08

Ruangan koordinasi sunyi.

Semua anggota melihat layar.

Mayjen Okta berdiri dengan tangan terlipat.

Doni mematikan layar perlahan.

Arka menoleh.

“Itu… maksudnya apa?”

Mayjen Okta menjawab dengan tenang.

“Itu pesan.”

Arka mengerutkan kening.

“Pesan untuk siapa?”

Doni menjawab pelan.

“Untuk semua pihak yang mencoba bermain di bayangan.”

Ia menatap Arka.

“Dan juga…”

“Untuk musuh kita.”

Arka mulai mengerti.

“Tim tempur itu…”

Mayjen Okta menatapnya langsung.

“Ya.”

“Secara resmi, dunia mengenalnya sebagai tim baru.”

Ia berhenti sejenak.

“Namun secara nyata…”

“Tim itu sudah ada sejak lama.”

Arka menelan ludah.

“Tim Senyap 08…”

Mayjen Okta mengangguk.

CUT TO: INT. MARKAS BLACK SUN — MALAM

Ruangan gelap dengan puluhan layar.

Beberapa orang berdiri memperhatikan siaran yang baru saja selesai.

Simbol BLACK SUN terlihat di dinding.

Seorang pria duduk di kursi.

Wajahnya tidak terlihat jelas.

Ia tersenyum tipis.

“Jadi… mereka mulai menunjukkan diri.”

Ia menatap layar yang menampilkan Garuda Armor.

“Menarik.”

Ia berdiri.

“Kalau begitu…”

“Kita mulai permainan ini.”

Lampu ruangan meredup.

CUT BACK: INT. RUANG UJI

Garuda Armor berdiri diam.

Lampu di matanya menyala pelan.

Di dalamnya, Arka masih berdiri.

Tanpa ia sadari…

ia telah menjadi pusat dari konflik yang jauh lebih besar.

Bukan hanya antara teknologi dan kekuatan.

Tetapi antara dua dunia.

Dunia yang terlihat…

dan dunia yang bergerak dalam diam.

More Chapters